Risiko Bencana

Para praktisi pembangunan dan pekerja kemanusiaan memiliki tujuan yang sama, yaitu melakukan pemberdayaan perempuan, lelaki, dan anak-anak untuk menikmati hak-hak asasi mereka dan berbagai upaya untuk melindungi hak-hak tersebut.

Strategi pembangunan dan respon kemanusiaan kemudian perlu melibatkan berbagai langkah untuk mengurangi risiko dalam mencapai tujuan mereka.

Namun, dalam melakukan tugas-tugasnya tersebut, berbagai kejadian bencana selalu saja menghalangi upaya para pekerja kemanusiaan dan praktisi pembangunan.

Saat ini, secara luas dipahami, bahwa bencana adalah gangguan dalam pembangunan yang tidak bisa dihindari. Kemudian bencana tersebut hanya dapat diatasi dengan pemberian bantuan yang dikirimkan secara cepat.

Namun, kemudian muncul kesadaran bahwa bencana sejatinya adalah risiko yang tidak dapat dikelola dalam proses pembangunan itu sendiri.

Kejadian bencana terjadi manakala ancaman bencana, seperti banjir, gempabumi, dan lainnya terjadi pada wilayah di mana orang-orang, aset, dan sistem terpapar dan rentan pada dampak-dampaknya.

Sementara itu, risiko bencana secara signifikan dapat dikurangi melalui berbagai strategi untuk mengurangi kerentanan dan keterpaparan. Upaya ini dilakukan di tengah upaya untuk menanggulangi kemiskinan dan kesenjangan.

Respon kemanusiaan pada kejadian bencana dan krisis lainnya dapat dilakukan dan diselenggarakan melalui aktivitas yang melindungi hak-hak orang terdampak untuk terus melanjutkan kehidupannya dan juga hak-hak lainnya, baik dalam jangka pendek maupun panjang.

Pendekatan ini seringkali dikenal sebagai upaya pengurangan risiko bencana.

Sumber: Marilise Turnbull, Charlotte L. Sterrett, Amy Hilleboe, ‘Toward Resilience: A Guide to Disaster Risk Reduction and Climate Change Adaptation’, Practical Action Pub, 2013

Leave a Reply