Wrap Up Discussion 2: Tugas Ulama

Sebenarnya apa tugas ulama?

Perdebatan antara ulama satu dengan yang lain dalam beberapa hari belakangan ini telah mengundang berbagai reaksi di kalangan netizen Indonesia. Sebagian pihak mendukung jagoannya, di pihak lain pun tak mau kalah dengan memilih untuk berdiri di belakang tokoh idolanya. Apa yang terjadi kemudian cukup membuat sedih. Manakala di antara ulama justru sibuk berdebat dan tak lama umat pun terseret dalam pusaran perdebatan itu.

Serangkaian pertanyaan pun kemudian mengemuka, ‘Apa sejatinya peran dan tugas ulama? Apakah perdebatan menjadi kewajiban beliau juga?’ Continue reading “Wrap Up Discussion 2: Tugas Ulama”

Mengubah Tak Ada Ide Menjadi Tulisan

Kehilangan ide untuk menulis satu tulisan baru seringkali dialami oleh penulis, jurnalis, atau blogger.

Apabila Anda mengalami hal ini, maka apa yang biasanya dilakukan?

Tulisan ini mencoba untuk mengidentifikasi kapan kehilangan ide itu muncul, apa penyebab kehilangan ide, dan bagaimana mengatasi kondisi ini. Mengenali beberapa hal ini sangatlah penting agar seorang penulis bisa mengubah ketiadaan ide menjadi satu tulisan baru. Continue reading “Mengubah Tak Ada Ide Menjadi Tulisan”

Mengenal Daylight Saving

Apa itu daylight saving?

Daylight saving adalah perubahan waktu di negara empat musim. Artinya waktu normal kita bisa maju atau mundur disesuaikan dengan musimnya. Sebagai contoh, pada musim semi ini di Australia pada tanggal 02 Oktober 2016 kemarin waktu-nya dimajukan yang seharusnya pukul 03.00 dini hari dimajukan menjadi pukul 02.00. Besok, pada saat musim gugur waktu akan kembali disesuikan, kali ini menjadi lebih lambat.

Bagaimana sejarah daylight saving? Continue reading “Mengenal Daylight Saving”

Manakala Content Marketing Menjadi Membosankan

Bagi seorang blogger yang juga berkecimpung di bidang content marketing, maka tentu sudah akrab dengan para guru seperti Neil Patel, Copy Blogger, atau Peg Fitzpatrick.

Mereka senantiasa memberikan arahan, bagaimana membuat tulisan yang menarik untuk menawarkan suatu produk.

Permasalahannya, rumus-rumus yang diberikan cenderung sama, kalau pun terdapat perbedaan, maka itu hanya sedikit sekali.

Sebagai contoh, mereka akan menyarankan untuk mencari keywords berdasarkan google adwords, memantau traffic di blog dengan google analytics, menggunakan bullet point, membubuhkan bilangan pada judul dan lainnya.

Hasilnya, kerap kita temukan tulisan di blog dengan pola yang mirip.

Contoh mudahnya, saat Anda menjumpai satu tulisan dengan judul ’10 Langkah Mudah Menulis Blog’, maka ini berarti tulisan tersebut sedang mengetrapkan jurus yang diberikan oleh para guru di atas.

Apa permasalahan yang kemudian muncul?

Dampak dari penerapan jurus tersebut dalam sebuah tulisan blog bisa jadi tidak terasa, namun begitu diterapkan oleh banyak blogger yang dengan jurus serupa, maka ada kesan keseragaman. Hasil akhirnya adalah kebosanan yang muncul di kalangan pembaca blog.

Bagaimana mengatasi persoalan tersebut?

Sayangnya tidak ada jawaban yang mujarab untuk mengatasi kebosanan seseorang.

Namun, saya percaya pembaca blog menginginkan sesuatu yang orisinil. Artinya cerita tentang Anda, apa saja yang terjadi pada Anda, kisah dari Anda yang bisa jadi menarik dan memiliki kesamaan dengan pembaca, yang pada gilirannya akan menyentuh perasaan mereka.

Oh iya, di blog ini pun pernah menerapkan jurus-jurus content marketing seperti yang sudah disebutkan di atas. Maaf ya kalau jadi membosankan.

Credit Picture: Pixabay


Ketika Anda Jauh dari Keluarga

Bisa jadi satu ketika Anda harus berada jauh dari keluarga. Misalnya saja manakala pekerjaan Anda menuntut untuk bepergian dalam jangka waktu yang lama. Contoh lainnya adalah ketika Anda menempuh pendidikan atau kursus atau pelatihan dan keluarga harus ditinggalkan. Berbagai sebab ini bisa jadi berpengaruh dalam kehidupan keluarga Anda. Tulisan ini mencoba untuk mengidentifikasi apa saja dampak dari kepergian Anda bagi keluarga dan apa langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.

Apabila salah satu anggota keluarga pergi dan perpisahan harus terjadi dalam rentang waktu tertentu, maka beberapa hal berikut ini bisa terjadi. Continue reading “Ketika Anda Jauh dari Keluarga”

Ied-al Adha: Sacrifice, Gratitude, and Share

I was just wondering what is the meaning of the Ied-al Adha?

Previously, I thought it was just a sacrifice of the goat, cow, and camel for the God to follow the example of Prophet Ibrahim when he got an order from the God to sacrifice his son Ismail.

It turns out then that Ied-al Adha is more than mere sacrifice. It also a means to gratitude for all of the fortunes that humans obtain from their God. After enjoying many fortunes, Moslem should be gratitude by sharing and sacrificing their incomes with those who live in unfavourable circumstance.

Moslems believe that some part of their sustenances is supposed to belong to others. By sacrificing animals, one deducted the income to buy these animals. At the same time, this action helps cattleman to make a profit. Meanwhile, the meats from the animals are shared not only among Moslem but also with other religious believers. Thus, the action makes all parties better off and obtain benefits.

In short, the benefits of Ied-al Adha are two folds. First, it is the instrument to show the obedience and gratitude of Moslem towards their God. Secondly, it also a tool to share with others.

Hotel Ciputra World, Nuansa Elegan di Lokasi Strategis Surabaya

Surabaya terkenal sebagai kota metropolitan terbesar kedua setelah ibu kota Jakarta. Kota ini menjadi pusat bisnis dan perbelanjaan yang tidak kalah mewahnya dengan Jakarta. Para pendatang pun menjadikan Surabaya sebagai sasaran untuk menghabiskan waktu liburan. Meski memiliki suhu udara yang lumayan panas, namun Surabaya memiliki objek wisata menarik yang membuat turis lokal maupun asing datang ke kota ini.

Jika Anda ingin menghabiskan waktu liburan di Surabaya, sudah barang tentu tidak ada salahnya untuk mencari tempat penginapan yang Continue reading “Hotel Ciputra World, Nuansa Elegan di Lokasi Strategis Surabaya”

Break

Due to the winter semester break when I have to flight back to my country, there are no posts in this blog. During this time, my duty was changing from full-time student to full-time nanny. I spent most of the time to take care of my twins. Even though I cannot replace my wife’s role in caring my daughters completely, I have tried my best to assist her and gave her time to enjoy herself.

The break occurred at the same time with Ramadhan and Eid Mubarak when most people in my country celebrated. Before the Eid holiday, I have to finish my Ramadhan fasting. It was such a pleasure to be fasting amidst the family even though the fasting in Indonesia was longer than in Australia. But, it was not a big deal to be fasting even for a longer time as long as amongst the family.

Several days before the Eid holiday, my daughters and I migrated from our house in Jakarta to my origin place in Magelang where my big family live. Indonesian calls this process as ‘mudik’, when million of people move from Jakarta to their origin. Fortunately, as I have a long break, I did not have to follow the holiday for the civil servant as my wife. I outstripped other people and therefore I did not have to face a severe traffic jam like the others.

For me, to be at home always causes an emotional and unforgettable moment. It becomes a reconciliation time for my daughters and me after we should live separately for more than four months. Indeed, I have missed a big part of their growing process, for example, I missed their first step and word. However, when I was at home, I tried to catch up by accompanying them almost every day. The aim of this time is to entwine my relationship with my daughters, my wife and other family members.

Despite benefits for me when I was at home, there are also a number drawbacks. Firstly, I lacked existence as I never go online. I rarely touch my phone or other gadgets and prefer to hold and hug my daughters. As the result, there were no updates on my blog and other social media account. Secondly, being at home reduced my ability in school relating stuff such as reading, writing, and critical-thinking, as I never utilise them. It all became a problem when I was back to the university and often I would gain a bad mark.

That is part of my long story during the semester break. I thank you kindly for your time to read this post.