Memanfaatkan Peluang dan Membuat Perubahan

Memanfaatkan peluang dan membuat perubahan bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Namun, para cerdik cendekia berpesan: jangan biarkan perubahan memanfaatkanmu, justru ambillah manfaat dari perubahan.  

Perubahan Memanfaatkanmu 

Ketika perubahan mengambil manfaat darimu, maka artinya ada kelemahan kita yang justru dimanfaatkan oleh perubahan.  

Contoh sederhananya, kita lemah ketika berhubungan dengan penderitaan orang lain, maka tak segan memberikan bantuan keuangan atau yang lainnya kepada orang tersebut.  

Padahal bisa jadi orang lain tersebut hanya sedang berpura-pura menjadi lemah dan mengambil manfaat dari rasa iba kita.  

Dalam konteks perubahan, maka mengambil manfaat bisa dilihat sebagai pendayagunaan kelemahan kita untuk diambil manfaatnya.  

Misalnya kita sekarang mengalami perubahan yang demikian hebat akibat pandemi. Perubahan tersebut terjadi di berbagai segi kehidupan, mulai dari keluarga hingga pekerjaan.  

Reaksi Terhadap Perubahan

Nah, ketika perubahan mengambil manfaat, maka kita terpicu untuk bereaksi menghadapi perubahan tersebut. Sebagai contoh, kita menjadi pengguna internet yang lebih banyak, mungkin dengan membeli paket-paket internet yang lebih besar dari perusahaan penyedia.  

Karena biasanya perusahaan penyedia internet juga penyedia Kabel TV, maka kita pun terpicu untuk mengembangkan paket Kabel TV dengan saluran-saluran (channels) TV yang lebih menarik.  

Akhirnya, kita berujung pada penikmat berbagai fasilitas dan layanan dari perusahaan penyedia tersebut yang pada akhirnya justru mengganggu produktivitas kita sendiri.  

Akhirnya, jangan sampai perubahan yang terjadi justru mengambil manfaat darimu.  

Mengambil Manfaat dari Perubahan 

Sekarang kita beranjak pada kondisi yang berkebalikan, yaitu ketika kita dapat memanfaatkan perubahan yang terjadi.  

Misalnya pada saat pandemi ini, banyak orang yang bekerja dari rumah, memiliki waktu lebih banyak bersama keluarga, dan lainnya.  

Maka situasi tersebut dapat dimanfaatkan dengan baik, misalnya dengan melatih anak-anak kita keterampilan baru.  

Termasuk diri kita sendiri dapat berlatih berbagai keterampilan yang bermanfaat.  

Mohon izin menggunakan diri saya sendiri sebagai contoh. Di masa pandemi ini, saya justru sangat produktif membuat konten di Instagram, kemudian juga mencoba YouTube, Anchor, dan Spotify.  

Mengatasi Berbagai Keterbatasan

Semua itu tentu bukan hal yang mudah mengingat sebelumnya saya tidak memiliki latar belakang yang diperlukan secara memadai.  

Artinya saya tidak memiliki kemampuan untuk mendesain, membuat video, hingga berbicara dan direkam.  

Namun, seiring waktu berjalan dan berani memulai, ternyata ada beberapa hal yang dapat dimanfaatkan.  

Beberapa Aplikasi yang Bermanfaat

Sebagi contoh untuk urusan desain, maka kita bisa memanfaatkan aplikasi seperti Canva yang menyediakan berbagai template untuk posting-an di Instagram.  

Kemudian jika kamu lebih memilih menggunakan handphone untuk membuat desain, maka bisa juga menggunakan Pixellab.  

Anda dapat mendownload Pixellab di sini.

Setelah itu, jika desain dan konten sudah siap, maka saya biasanya menjadwalkan penerbitan atau post konten tersebut menggunakan aplikasi Facebook Creator Studio.  

Anda dapat mendownload Facebook Creator Studio aplikasi untuk android di sini dan untuk website di sini.

Penampakan konten saya di Instagram

Nah, kemudian kita beranjak ke layanan lain. Misalnya ketika saya mencoba menjadi YouTuber, ternyata memang tidak mudah, saudara-saudara.  

Akhirnya saya hanya memanfaatkan layanan merekam video dari Microsoft Power Point. Video akhirnya adalah paparan yang diberi narasi ketika saya berbicara menjelaskan setiap poin yang disajikan dalam Power Point.  

Memang semua masih sangat sederhana, tetapi saya mencoba, meskipun juga belum bisa rutin seperti di Instagram.  

Penampakan konten saya di Youtube

Membagikan Suara

Selanjutnya adalah upaya saya untuk merekam suara sendiri menjadi sebuah saluran Podcasts dengan nama ‘Kata Sridewanto Pinuji’.  

Awal mulanya saya mengalami kesulitan, bagaimana caranya merekam dan mengunggah suara saya, sehingga bisa didengarkan di aplikasi seperti Spotify.  

Pertamanya saya banyak membaca cara-cara yang disarankan. Ahhhh, rumit sekali, karena harus menyeting website khusus, kemudian mengatur RSS agar bisa dibaca oleh Spotify, dan seterusnya.  

Semua itu di luar kemampuan teknis saya yang sangat terbatas, tetapi memiliki keinginan yang tidak terbatas, haha.  

Akhirnya saya pun kemudian menemukan aplikasi lain bernama Anchor.  

Anda dapat mendownload aplikasi Anchor di sini.

Dalam aplikasi Anchor, saya tinggal merekam suara, kemudian aplikasi tersebut yang akan mendistribusikan rekaman suara saya ke berbagai aplikasi lain, seperti Spotify, Google Podcast, dan lainnya.  

Terus terang, aplikasi Anchor sangat membantu saya dalam membuat suatu podcast. Kita tinggal merekam suara sendiri, kemudian jika dirasa sudah cukup tinggal diterbitkan di Anchor dan nanti aplikasi ini yang akan mendistribusikannya. 

Penampakan konten saya di Spotify

Baca juga: Sepuluh Ide Kreatif untuk Kreator Konten

Datangnya Peluang

Setelah sering mengisi konten dan konsisten, maka saya pun menemukan beberapa peluang.

Baca juga: Aturan 90:90:1 untuk Memanfaatkan Peluang

Misalnya di Instagram ada teman yang minta bisnis kue brownies kukusnya direvieu. Tentu saja bahan yang direvieu itu gratis, jadi saya merasakan brownies kukus secara percuma atau dengan membuat konten sebagai biayanya.  

Selain itu, saya memiliki bisnis kecil-kecilan berupa toko batik di Facebook Page. Di sana, saya menawarkan berbagai daster batik yang dapat kamu pilih.  

Kemudian saya pun tertarik untuk membantu seorang teman yang berbisnis asuransi. Ternyata saya tanpa disadari telah menjadi salah seorang agen asuransi, hahaha.  

Saya kira dalam hidup ini kita tidak pernah tahu apa yang menghadang di tikungan masa depan.  

Yang bisa kita lakukan adalah bersiap-siap dan menyesuaikan diri dengan berbagai kejutan yang mungkin terjadi.  

Jika suatu ketika Anda sampai pada suatu tikungan di kehidupan, cukup ingat:  

Don’t let change take advantage of you. And instead, take advantage of change… 

Jangan biarkan perubahan memanfaatkanmu. Namun, manfaatkanlah perubahan yang terjadi untuk keuntunganmu.  

Terima kasih dan semoga bermanfaat. 

2 comments

  1. Waaah keren banget, Mas, jadi produktif gini. Semuanya dicobain, ya ngevlog, podcast juga. Semangat terus ya! Nanti kalau sudah jadi seleb, jangan lupain aku ya. Hihihi.

    1. Halo Kimi,

      Hahaha, semoga tidak lupa ya hahaha
      Tapi mohon doa dan dukungannya ya, semoga bisa selalu bersemangat dan meneruskan upaya-upaya tersebut dengan berbagai keterbatasan hehehe.

      Salam hangat,

      Sridewanto Pinuji

Leave a Reply