Kemerdekaan dan Keberanian

Sumber Gambar: https://drive.google.com/file/d/1AerZWvmU0sobpw38iC5gIbmeWxVoyDh6/view?usp=drivesdk

Dirgahayu ke 75 Republik Indonesia merdeka.

Pada tulisan kali ini, kita akan mencoba merefleksikan apa yang dimaksud dengan kemerdekaan dan keberanian

Pertama adalah kemerdekaan.

Pada saat seperti sekarang ini, ada satu ujaran yang menyampaikan tentang “kemerdekaan yang bertanggung jawab.”

Artinya adalah, meskipun Anda memiliki kebebasan karena kemerdekaan, tetapi pada saat berada di ruang publik maka Anda dihadapkan pada berbagai hak dari orang lain.

Oleh sebab itu, maksud dari kebebasan bertanggung jawab adalah suatu kondisi yang bebas melakukan apa saja sepanjang itu tidak mengganggu kebutuhan dan kepentingan hak orang lain.

Saat ini, kebebasan atau kemerdekaan yang bertanggung jawab semakin diuji. Misalnya, bagaimana Anda bisa bebas melakukan hobi bersepeda, tetapi tetap menghormati pengguna jalan lainnya.

Kemudian jika dikaitkan dengan konteks pandemi yang sedang terjadi, maka tetap mengenakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Selanjutnya, kita akan mencoba membongkar sedikit konsep mengenai keberanian.

Keberanian sendiri adalah suatu kondisi bagi seseorang untuk menyampaikan pendapat, memberikan usulan, membagi kisah, dan lainnya tanpa khawatir akan mendapatkan berbagai konsekuensi di kelak kemudian hari.

Beberapa hal berikut ini membutuhkan keberanian:

  1. Keberanian diperlukan pada saat Anda akan melakukan suatu pembicaraan yang topiknya sulit, karena menyangkut permasalahan yang sensitif atau mengenai orang lain.
  2. Keberanian juga diperlukan untuk menerima berbagai perbedaan yang terjadi di antara kita.

Selain beberapa hal yang sudah disebutkan di atas, maka keberanian juga diperlukan untuk:

  1. Menghadapi penghakiman/penilaian dari orang lain,
  2. Meminta dan memberi maaf.

Pertanyaannya kemudian adalah bagaimana agar kita memiliki keberanian.

Jawabannya adalah dengan memupuk rasa persaudaraan dan persatuan.

Masing-masing kita perlu menjadi satu bagian dari dunia besar yang kita kenal sebagai Indonesia. Oleh sebab itu, pada masa yang sulit ini kita diharapkan untuk memupuk rasa persahabatan dan persaudaraan.

Kita perlu melihat saudara, teman, tetangga, rekan kerja, dan orang lain yang berada di kanan dan kiri kita. Bisa jadi mereka membutuhkan bantuan kita.

Saat sudah saling membantu, maka boleh jadi yang tadinya takut-takut lambat laun akan berani.

Merdeka!

Leave a Reply