Categories
Review

Review: Peace, Love, and Misunderstanding

Diane adalah pengacara yang, seperti biasa, keras kepala dan jagoan berdebat, haha. Ia tak pernah mau mengalah, dalam hal apa pun. Semua perdebatan seakan-akan harus dimenangkannya. Kalau pun tak bisa dimenangkan, maka ia memilih pergi. Di awal cerita, Mark, suami Diane meminta cerai. Diane pun serta merta memilih untuk pergi, lebih tepat pulang kepada ibunya, […]

Categories
Review

Review: Ibunda, Maxim Gorky

Ia seorang yang sudah sepuh. Bila berjalan, ia sedikit membungkuk. Di dahinya terdapat sebuah bekas luka. Keriput sudah mulai menghiasi tubuhnya, menghasilkan kerut merut yang membuat ngeri orang yang memandangnya. Pelagia Nilovna namanya. Istri dari seorang montir, Vlassov, yang memiliki anjing dan sekaligus darah tinggi. Hobi suaminya adalah menenggak vodka sampai dia jatuh tertidur dan […]

Categories
Review

Review: Kesederhanaan Rectoverso

“Cinta yang tak terucap.” Itu adalah film Rectoverso dalam empat kata. Film ini mengenai beberapa kisah cinta yang menganut aliran kebatinan, alias tak terkatakan. Barangkali sudah banyak yang bercerita mengenai betapa mengharu-birunya film ini sampai banyak yang menangis di dalam bioskop. Saya sendiri tak sampai berlinang air mata. Hanya, saya suka bagaimana hal sederhana bisa […]

Categories
Review

Review: A Christmas Kiss

Tak ada yang membosankan dari lagu-lagu natal, begitu juga dengan film-film yang biasa diputar di saat natal. Pas naik kereta menuju ke Semarang kemarin, di kereta diputar kembali ‘Home Alone’. Kebetulan karena ngga ada kerjaan, saya pun mengikuti benar film lawas ini. Saya tertawa, bahkan rasanya sampai dilihat oleh penumpang lain. Menjelang Kendal, tiba-tiba listrik […]

Categories
Review

Review: Madre (Layang-layang)

“Kamu benar. Ternyata kita sama, Che. Aku dan kamu sama-sama manusia kesepian. Bedanya, aku mencari. Kamu menunggu.” Kata itu diucapkan dengan lirih oleh Starla kepada Christian, dua tokoh dalam cerita pendek ‘Menunggu Layang-layang’ yang ada dalam ‘Madre’ karya Dee. Christian atau Che adalah sahabat karib Starla. Dia seperti robot, bangun tepat saat jam wekernya berbunyi […]

Categories
Review

Review: Madre

Buku itu sudah cukup lama berada di rak buku. Seperti nasib buku baru yang lain, dia hanya terpajang di sana belum sempat dibaca. Sampulnya masih utuh. Kemarin, karena harus pergi cukup lama dari rumah, saya memasukkannya ke dalam tas. Sebagai

Categories
Review

Review: What Women Want

Di antara negeri-negeri pembuat film, saya jarang-jarang menonton film produksi Bollywood dan Hongkong. Sabtu kemarin, sepulang dari mengantar istri, tak sengaja saya mendapati di Celestial sedang memutar ‘What Women Want’. Film ini dibintangi oleh Andy Lau sebagai Sun Zigang dan Gong Li sebagai Li Yilong. Dua orang itu masing-masing adalah Direktur Kreatif dan Direktur Eksekutif […]

Categories
Review

Review: Flipped

Seperti kebanyakan film yang saya tonton di televisi, Flipped pun saya lihat secara tak sengaja. Tak dari awal benar saya mengikuti film ini, namun sudah cukup memeroleh gambaran latar belakang bagaimana cerita akan berkembang. Lagi-lagi sebuah kisah yang sederhana rupanya yang saya suka. Tentang bagaimana seorang remaja Julianna Baker dan Bryce Noski bertemu untuk kemudian […]

Categories
Review

Review: Blast from The Past

Adam Adam dibesarkan di sebuah bunker. Awal mulanya adalah isu perang nuklir yang akan terjadi di tahun 1962. Guna melindungi keluarganya, Ayah Adam pun membangun sebuah bunker. Proyek pembangunannya dan keberadaan bunker itu pun dirahasiakan oleh Ayah Adam yang seorang ilmuwan. Kemudian pada saat isu perang nuklir memuncak, Ayah, Ibu, dan Adam pun masuk ke […]

Categories
Review

Review: Invictus

Di tengah merosotnya kepercayaan kepada pemimpin. Barangkali perlu kita tengok sebentar pesan-pesan dalam film ‘Invictus.’ Alkisah, Afrika Selatan di masa-masa awal perubahannya. Transisi dari berhentinya politik apartheid ke demokrasi. Kegentingan terjadi di mana-mana, karena euforia kebebasan yang dialami warga kulit hitam. Mereka baru saja terbebas dari kungkungan kekuasaan yang membelenggu selama bertahun-tahun. Kegembiraan dan kemerdekaan […]

Categories
Review

Review: 500 Days of Summer

Keyakinan yang berubah, mungkinkah terjadi?
Barangkali kita harus menjadi Tom untuk memahaminya.
Syahdan, Tom percaya betul akan adanya cinta sejati. Dan Summer, adalah alasan di balik kepercayaannya itu.
Bagaimana dengan Summer sendiri? Ia justru tak percaya, ia menolak adanya cinta sejati. Lalu, ia dan Tom pun sepakat untuk tidak sepakat.
Kenyataan rupanya memupuk subur harapan Tom. Ia menginginkan hubungan yang serius dengan Summer. Namun, nama yang disebut terakhir ini tak tertarik. Ia tetap melabeli hubungan di antara keduanya yang istimewa itu dengan ‘sekadar teman’.
Bila untuk tepuk tangan, maka memerlukan dua tangan yang bergerak seirama, maka apa yang dilakukan Tom dan Summer jauh dari itu. Tom hanya bertepuk sebelah tangan. Ia sangka Summer bahagia bersamanya, namun kenyataannya Summer tak bahagia. “Aku tak yakin bersamamu.” Begitu kata-kata Summer yang telah menohok Tom tepat di ulu hati.
Keduanya berpisah, keyakinan berubah.
Tom menjadi tak percaya apa itu cinta sejati. Ia di titik nadir kehidupannya, pekerjaannya terbuang dan ia terbenam di ruang apartemennya, menata ulang serpihan hidupnya.
Summer di sisi lain—anehnya—bertemu dengan kebetulan ataukah nasib? Ia yang duduk di sebuah kafe di kala pagi dan memesan kopi bertemu dengan sesosok pria yang menjadi suaminya sekarang. Bagaimana bila, ia tak di kafe itu, di pagi itu, memesan kopi itu? Summer, yang tak percaya apa itu cinta sejati justru berubah menjadi percaya.
Kelak, manakala Tom dan Summer bertemu, saat itu Summer dalam keadaan hamil akan terungkap. Summer mengaku, ia menemukan keyakinan saat bersama suaminya sekarang, sesuatu yang tak ia dapatkan tatkala bersama Tom dahulu.
Rupanya, kebetulan tak berhenti bekerja. Tom, pada akhirnya akan tersenyum, mengerti apa maknanya itu. Tahukah kamu, apa maksudnya?

Categories
Review

Review Buku: Bekisar Merah

Sedari mula Lasi sudah tercerabut dari akarnya di Karangsoga. Di desa tempat para penyadap kelapa hidup dan tinggal itu, Lasi menjadi orang asing. Ia yang memiliki kulit lebih putih dari yang lain, mata kaput sangat indah dan kecantikan lainnya telah membatasi dirinya sendiri dengan lingkungannya di Karangsoga. Pak Ahmad Tohari memulai ‘Bekisar Merah’ dengan sosok […]