Narasi

Cerpen: Hujan November

Apakah kamu membutuhkan waktu untuk sendiri? Ini November dan hujan di mana-mana. Angin membawa air yang siap diturunkan kapan pun ia ingin. Menyentuhi genting, jatuh di kerikil, sebagian menyapu beranda kita. Daun bergoyang tak karuan karena hembusan angin, ia tak tegak justru luruh karena menahan beban air. Aku melihat pundakmu pun tak teguh, seperti menahan […]

Narasi

Cerpen: Bayangan

Kamu seperti bayang-bayangku, turut ke mana pun aku melangkah…. Adalah A, dan ini ceritaku tentangmu. Undangan merah jambu itu masih tergeletak di meja. Plastik pembungkusnya masih terbungkus rapi. Aku tak merasa perlu untuk sekadar membukanya. Inisial namamu, A, dan ahhh, bahkan tak kuperhatikan siapa pasanganmu. Hanya dari deretan alamat yang kuhapal di luar kepala, telah […]

Narasi

Cerpen: Gita dan Dika

‘Gita dan Dika’ kembali Gita membacai tulisan itu. Deretan kata yang tertulis di bagian belakang sampul depan diarinya. Tiada yang istimewa dari jalinan huruf yang tertera berwarna hitam itu. Kecuali… kecuali kenangan akan Dika yang kembali terukir perlahan-lahan di benak Gita. “Halo, kenalkan saya Dika, berasal dari Cilacap.”