Zat Kebahagiaan: Endorphin

Hidup Bahagia

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa zat-zat kimiawi atau hormon yang dikeluarkan oleh tubuh kita bertanggung jawab atas kebahagiaan seseorang. Zat-zat tersebut adalah Endorphin, Dopamine, Serotonin, dan Oksitosin.

Di tulisan pertama ini, kita akan membahas Endorphin dan semoga zat-zat yang lain bisa juga kita bahas pada tulisan berikutnya. Selamat membaca.

Apa manfaat Endorphin?  Continue reading “Zat Kebahagiaan: Endorphin”

Ketidaknyamanan, Guru, dan Pemimpin

‘Keluar dari zona nyaman bisa menjadi guru yang terbaik’.

Pada kondisi demikian, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi pada Anda. Kemungkinan pertama adalah Anda menjadi seseorang yang lebih baik. Kedua, Anda menyerah dan kemudian berhenti.

Manakala memilih sesuatu yang tidak nyaman dan menikmati tantangannya, maka Anda akan lebih mudah merasakan bahagia.

Seringkali kita ingin belajar dari yang terbaik di antara yang paling baik.. Namun, saat kita belajar dari yang bukan terbaik itu, maka ada akselerasi. 

Begitu juga dalam pekerjaan. Bisa jadi Anda berkesempatan untuk bekerja bersama pemimpin yang tidak diharapkan. Dalam kondisi tersebut, Anda tidak bisa memilih dan hanya bisa menganggapnya sebagai kesempatan.

Belajar kepada seseorang yang tidak peduli, pemarah, atau tidak kompeten adalah kesempatan untuk berlatih kepemimpinan yang paling baik di dunia. 

Anda dapat menggunakannya sebagai cermin, setiap kelemahan yang Anda lihat dicatat dan diperbaiki jika suatu saat nanti itu terjadi pada Anda sendiri. Manakala setiap ketidaknyamanan yang ditemui dalam hidup menjadi guru, maka Anda akan meraih kebahagiaan.

Bagaimana caranya agar kita paham hal yang sulit?

Sore itu saya duduk-duduk di pondok di belakang asrama.

Waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, namun di bumi bagian selatan ini matahari terlambat tenggelam. Langit masih terang, suhu relatif hangat dan angin bersahabat.

Seorang kawan dari Brasil menjadi teman berbincang. Kawan itu masih relatif baru dikenal dan dia pun bukan pelajar di sekolah ini.

Dia seorang dosen yang belajar matematika untuk komputer di negaranya dan sedang mengadakan kerja sama penelitian di sini.

Saya cukup terkesima saat mengetahui keahlian dan bidang studi beliau, sungguh tak masuk di otak saya bagaimana matematika dan computer digabung. Namun, konon kata dia, semua program yang ada di computer dasarnya adalah matematika.

Serta merta saya pun pusing. Pertama, saya tak paham dengan matematika. Kedua, saya tidak suka dengan matematika.

Kawan saya itu pun kemudian berkata, “Kamu tidak paham karena tidak meluangkan waktu untuk mencoba memahaminya. Kalau ingin paham, kamu harus duduk dan memperhatikan beberapa saat, berkonsentrasi, dan niscaya kamu pun akan paham sedikit demi sedikit”.

Sore itu pun berakhir saat matahari tenggelam di ufuk barat kira-kira pukul delapan.

Bagaimana Cara Mencari ART?

Apakah Anda pernah merasakan kesulitan saat mencari asisten rumah tangga?

Saya bersama istri beberapa waktu yang lalu cukup khawatir saat harus mencari asisten karena sudah mencari sekian lama, namun tak kunjung mendapatkannya. Kami memerlukan dua orang untuk membantu momong anak-anak. Semua upaya sudah dilakukan untuk mendapatkan asisten, tapi rupanya sekarang ini sungguh sulit untuk memperolehnya.

Mula-mula saya meminta bantuan keluarga terdekat yang tinggal di kampung untuk mencarikan asisten. Bapak dan Ibu pun kelimpungan ke sana kemari dan sibuk bertanya ke tetangga barangkali ada yang bersedia ikut dengan saya ke Jakarta dan membantu momong serta beres-beres.

Sayangnya, semua upaya itu belum membuahkan hasil. Rata-rata alasannya adalah:

1. Bekerja di pabrik

Di sekitar kampung saya memang sedang marak dibangun pabrik yang tentu saja membutuhkan pekerja. Mereka itu rata-rata memilih untuk bekerja di pabrik daripada menjadi asisten rumah tangga. Apabila mereka bekerja di pabrik, maka masih ada kesempatan untuk dandan, main hape, punya banyak teman, jalan-jalan dan lain-lain.

2. Terlalu jauh

Mereka sebenarnya tartarik untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga, namun mereka keberatan kalau harus pergi ke Jakarta. Sebenarnya, keberatan ini tidak melulu datang dari si calon pekerja sendiri, namun bisa juga dari keluarganya, atau dia sudah memiliki tanggungan anak.

3. Jam kerja

Para calon asisten itu rata-rata keberatan kalau harus menginap. Mereka memilih untuk datang pagi dan sore hari pulang. Di Jakarta pun rata-rata sekarang meminta sistem pulang-pergi tersebut.

Lalu bagaimana caranya agar asisten tetap bisa didapatkan?

1. Bertanya

Anda dan keluarga harus tetap berusaha mencari dan tak lelah bertanya kepada siapa saja. Kegiatan ini superti menawarkan MLM, maka Anda harus aktif untuk bertanya kepada siapa saja dan di mana saja. Bisa jadi orang yang Anda temui itu memiliki informasi berkaitan degan asisten rumah tangga. Namun, apabila Anda sudah mendapatkan informasi dari orang-orang yang ditemui, langkah selanjutnya adalah melakukan survei dan yang paling penting adalah Anda tak boleh lupa untuk berhati-hati dan waspada saat menerima orang asing di rumah kita.

2. Internet

Selain bertanya kepada orang-orang yang kita temui, maka Anda pun bisa mencari informasi mengenai asisten di internet. Saya pribadi tidak terlalu mengandalkan cara ini. Pertama, karena alasan biaya administrasi yang cukup tinggi saat mendaftar di situs penyalur asisten dan juga manakala menjemput mereka di penyalur. Kedua, apa yang disajikan di internet seringkali tidak sesuai dengan kenyataan, misalnya sangat mudah untuk menulis review mengenai seorang asisten yang bisa jadi tidak sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya.

3. Cara lain

Terkadang Anda harus mengubah kriteria asisten yang diinginkan. Bisa jadi Anda harus berkompromi untuk menerima asisten yang sudah berumur atau bahkan masih terlalu muda.

Mereka yang sudah dewasa menang pengalaman, namun kadang fisiknya sudah tidak sebagus yang muda. Artinya mereka kadang sakit apabila terlalu capek atau salah makan atau karena cuaca. Selain itu mereka juga memiliki komitmen yang lain, misalnya punya keluarga, harus menengok anak yang sakit, atau alasan lain semacam itu.

Di sisi lain, mereka yang masih muda memiliki kelebihan dari sisi fisik yang tidak mudah sakit dan tenaganya pun masih kuat. Namun, selain kelebihan tersebut, mereka masih kurang berpengalaman, sehingga Anda harus bersabar untuk membimbingnya. Selain itu, mereka juga mudah teralihkan perhatiannya seperti menonton televisi atau pun bermain hape.

Kemarin, syukurlah saya mendapatkan informasi mengenai seorang penyalur asisten dari rekan di tempat kerja. Sebelum saya menghubungi penyalur tersebut, saya bisa mendapatkan berbagai informasi pendahuluan seperti biaya administrasi, kisaran gaji, bagaimana kerja mereka, dan informasi-informasi lainnya.

Kepada rekan-rekan yang sedang sibuk mencari asisten tetap semangat ya….

Apa arti penting tanda tanya?

box-with-question-mark-icons-vector-899326

Teman Leonardo dalam film seri Da Vinci Demons satu ketika menyampaikan pendapatnya. “Kamu menderita karena setiap kali menemukan jawaban, justru mengarah kepada pertanyaan baru.”

Pernyataan itu diungkapkan karena teman tersebut melihat Leonardo yang setiap hari dibikin pusing dengan berbagai pertanyaan yang selalu hinggap di otaknya. Memang benar apa yang dikatakan teman tersebut, Leonardo seolah-oleh tak pernah berhenti mencari jawaban dari setiap pertanyaan. Kemudian, sekali dia menemukan jawaban, justru akan mengarah kepada hal lain yang kembali membuatnya bertanya-tanya.

Tetapi, menanggapi perkataan temannya tersebut, Leonardo berkata, “Penderitaan terbesar itu, kawan, bila kita sudah tidak memiliki lagi pertanyaan.”

Barangkali Anda pun mengalami apa yang Leonardo rasakan.

Setiap hari, kita mencari jawaban dari berbagai pertanyaan yang hinggap di kepala. Ada yang mencoba mencari jawabannya. Namun, rasanya banyak juga yang pasrah membiarkan berbagai pertanyaan itu tak terjawab.

Mempertanyakan sesuatu adalah langkah pertama untuk menemukan kebenaran.

Setiap kali Anda merasa sudah mengetahui sesuatu, pasti mengarah kepada pertanyaan lain lagi, bukan?

Tetapi, latar belakang pendidikan, pengalaman, agama, budaya, terkadang membatasi kita untuk mencari jawaban lebih jauh. Seringkali, kita menerima begitu saja pendapat orang lain tanpa mempertanyakan lagi. Dengan begitu, Anda merasa aman dan hidup kembali berjalan.

Padahal, bila Anda terus mempertanyakan segala sesuatu, maka kebenaran yang Anda pahami bisa saja berubah. Anda bisa memperoleh pemahaman yang baru yang barangkali memang tidak mudah, namun kali ini pemahaman yang lebih lengkap. Tetapi, Anda harus bersiap-siap, karena barangkali pemahaman yang baru itu akan kembali membuat tanda tanya yang baru pula.

Bagaimana caranya mempertanyakan segala sesuatu?

Setiap kali Anda menemukan jawaban, maka biarkanlah pikiran Anda mengembara. Sebagai contoh, dengan mempertanyakan:

  • ‘kok bisa begini, ya?’
  • ‘bagaimana hubungannya dengan hal lain?’
  • ‘bagaimana bila situasinya berbeda, apakah hal yang sama akan terjadi?’
  • ‘saya meragukan hal itu, karena ini dan itu.’
  • ‘saya tidak setuju, karena hal itu bertentangan dengan ….’
  • ‘saya setuju dengan yang Anda katakan, tetapi ….’

Semakin banyak pertanyaan Anda, semakin komplit pengetahuan yang didapat dan juga akan semakin banyak pula tanda tanya lain yang muncul. Dengan demikian, orang yang ilmunya bertambah, justru merasa dirinya semakin tidak tahu apa-apa. Diam-diam, dia menjadi sosok yang rendah hati.

Sekadar berbagi, bila diizinkan, sekarang saya memulai tulisan baru di blog dengan judul yang memiliki tanda tanya. Dengan melakukan hal itu, maka bisa membantu saya untuk mencoba menjawab pertanyaan dan menguraikan pertanyaan tersebut menjadi satu tulisan baru di blog.

Barangkali benar apa yang dikatakan Leonardo, penderitaan adalah ketika kita sudah berhenti mempertanyakan segala sesuatu.

Apakah Anda memiliki banyak tanda tanya di kepala?

Credit picture from here: https://cdn.vectorstock.com

Apa manfaat bersyukur tiap hari?

Semua berawal saat saya mengikuti saran dari Shawn Achor seorang motivator di Ted.com. Dia bilang, bila Anda ingin bahagia, lakukanlah satu di antaranya: menuliskan tiga hal yang Anda syukuri dan hal baru yang Anda pelajari dalam satu hari.

Saya mencoba melakukannya kendati tidak mudah. Sebelum tidur, biasanya saya akan membuka tumblr dan menuliskan hal-hal itu. Tetapi, sering juga saya lupa dan langsung tertidur….

Tantangan terbesarnya adalah bagaimana mengingat kembali hal-hal yang kita alami sepanjang hari. Langkah selanjutnya adalah memilih tiga hal yang layak disyukuri. Kemudian mengingat-ingat, apakah ada hal baru yang terjadi pada hari itu.

Saat menuliskan hal yang disyukuri, maka ini yang menjadi catatan saya. Banyak sebenarnya yang kita alami tiap hari, namun saat kita ingin bersyukur, selalu saja ada suara lain yang seperti mencegahnya.

“Hari ini saya berhasil menulis blog, tetapi…..”

Pada kalimat di atas, ‘tetapi’ itu selalu ada saat kita bersyukur terhadap segala hal. Nah, saat kita menuliskan hal yang kita syukuri, ‘tetapi’ itu tidak perlu dimasukkan. Hasil akhirnya, lambat laun kita hanya berfokus pada hal-hal yang kita syukuri dan melupakan hal lain, yaitu ‘tetapi’ tersebut.

Berikut ini contoh peristiwa yang saya alami saat kesulitan mencari hal positif yang terjadi.

Pada satu kesempatan pelatihan dengan nara sumber dari luar Indonesia, sebagai refleksi di bagian akhir acara, para peserta diminta untuk menyampaikan satu-dua hal yang positif dari pelatihan yang baru dilaksanakan. Entah kenapa, pada saat itu saya sulit sekali untuk mencari hal-hal positif…..

Pikiran saya selalu saja tertuju pada berbagai hal negatif yang terjadi sepanjang pelatihan. Beberapa kali saya dilewati saat diminta untuk berbicara. Saya tidak juga menemukan hal positif itu dan akhirnya memilih untuk diam saja.

Saya kurang tahu bagaimana pikiran bekerja saat itu. Saya bertanya-tanya, kenapa saya sulit menemukan hal yang layak disyukuri dan juga hal positif? Apakah karena saya terbiasa melihat segala sesuatu dari yang negatif?

Semenjak saya membiasakan diri–walaupun susah–untuk menuliskan hal-hal yang patut disyukuri setiap hari tanpa menuliskan ‘tetapi’ di belakangnya, perlahan-lahan berbagai pikiran positif berkembang biak. Sepertinya saya melihat dunia dengan sedikit berbeda, betapa pun sulit rintangan, tanpa sadar kita diajak untuk melihat sisi lain dari kesulitan itu. Diam-diam, kita disibukkan dengan berbagai hal positif dan melupakan hal-hal negatif yang hanya akan membebani kita.

Sudahkah Anda mencoba menuliskan tiga hal yang patut disyukuri dalam satu hari dan juga menulis hal baru yang Anda pelajari pada hari itu?

Berikut ini tautan ke paparan Shan Achor di ted.com.