Cara Menentukan untuk Menjadi Anonim atau Menggunakan Nama Diri

Menentukan pilihan antara menjadi anonim atau menggunakan nama diri bukanlah perkara yang mudah. Uraian berikut ini semoga bisa membantu Anda untuk menentukan pilihan.  

Dalam dunia yang semakin terhubung oleh internet seperti saat ini, maka ada dua pilihan yang bisa Anda pilih. 

Pertama adalah menjadi anonim.

Artinya Anda tidak perlu membuka diri kepada dunia luar. Biasanya mereka yang memilih anonim menciptakan alter ego atau diri yang lain atau kalau zaman dulu dikenal istilah nama pena.  

Pada zaman sekarang, alter ego itu pun bisa menjadi pilihan yang dapat Anda pilih. Pada masa awal saya aktif nge-blog, saya pun memilih menggunakan alter ego dengan nama Uncle Goop.  

Saat itu saya lupa apa alasannya memilih menggunakan alter ego tersebut.  

Namun, karena sudah memilih menggunakan alter ego tersebut dan artinya bersifat anonim, maka semua yang penampakan di dunia maya, baik itu melalui blog dan media sosial menggunakan nama itu.  

Saat itu blog saya adalah unclegoop.wordpress.com kemudian berubah menjadi unclegoop.com demikian seterusnya hingga akun twitter dan facebook pun menggunakan nama yang sama.  

Keuntungan dan Kerugian Menjadi Anonim 

Memang ada keuntungan menggunakan nama anonim, misalnya kita bisa leluasa berekspresi dan menyampaikan pendapat tanpa khawatir dihubungkan dengan organisasi tempat kita bekerja.  

Pendek kata, menjadi anonim memberikan kebebasan yang lebih di dunia maya.  

Meskipun kemudian saya menyadari, kebebasan itu semu belaka, karena bukankah mereka yang lebih pintar dapat mencari tahu siapa sesungguhnya di balik setiap akun yang ada di dunia maya?  

Selanjutnya menyangkut kerugian saat memilih untuk tampil anonim atau menggunakan alter ego.  

Kerugian tersebut ternyata kalau kita ingin bermain dalam jangka panjang di dunia maya dan meraih keuntungan dari sana.  

Tentu saja setiap pemberi kerja akan mencari nama seseorang yang sebenarnya dibandingkan mereka yang menggunakan nama anonim, bukan?  

Alasannya karena penggunaan nama yang sebenarnya menjadi jaminan kepercayaan dibanding mempercayai sosok yang bersembunyi di balik suatu nama tertentu.  

Kemudian kerugian lainnya adalah ketika memutuskan untuk berubah dari menggunakan anonim ke nama sebenarnya.  

Misalnya dalam aktivitas blogging atau nge-blog. Kendati saya sudah memiliki blog sejak tahun 2007, tetapi karena saat itu menggunakan akun anonim, maka pada saat memutuskan untuk menggunakan nama asli semua perhitungan pun dimulai dari awal lagi.  

Jika Anda berkecimpung di dunia blogging dan belajar mengenai SEO, maka tentu mengetahui bahwa alamat website yang lebih dulu atau lebih lama akan lebih dikenal oleh Google dibanding akun yang baru saja terbentuk.  

Artinya perjuangan dimulai lagi dari awal untuk membentuk alamat blog yang baru dengan nama diri.  

Artinya apa yang sudah dilakukan selama bertahun-tahun boleh dikatakan sia-sia jika ditilik dari sudut pandang Google dan SEO.  

Itulah beberapa hal menurut saya yang berkaitan dengan akun anonim atau menggunakan alter ego. Kemudian kita akan berpindah ke penggunaan nama diri di dunia maya. 

Kedua adalah memilih menggunakan nama diri. 

Setelah cukup lama malang melintang di dunia online. Setelah mengetahui kelebihan dan kekurangan menggunakan akun anonim, akhirnya saya pun memutuskan untuk menggunakan nama diri.  

Keputusan itu tentu bukanlah perkara yang mudah untuk diambil.  

Alasannya karena sudah cukup lama menggunakan akun anonim saat berinteraksi di dunia maya dan tiba-tiba harus berubah menjadi sosok yang lain lagi.  

Ibaratnya kalau dalam dunia branding, maka kita telah bersusah payah membangun brand untuk kemudian mematikannya dan berubah total dengan yang baru.  

Baca juga: Optimalisasi Executive dan Nge-Branding!

Akibat yang pertama tentu berupa penyesuaian berbagai akun yang ada untuk digabung atau diubah sepenuhnya.  

Sebagai contoh, dulu saya mengelola dua akun Facebook. Pertama adalah akun dengan nama anonim dengan teman-teman di dunia maya yang sudah cukup banyak. Kedua adalah akun dengan nama diri dengan teman-teman yang tidak hanya di dunia maya, tetapi juga di dunia kerja dan sudah cukup banyak juga.  

Pada saat memutuskan untuk menggunakan nama diri, maka dua akun tersebut harus digabung. Saya pun menambahkan satu demi satu teman-teman dari akun anonim ke akun nama diri.  

Sebelum melakukan hal itu, pastikan membuat suatu pengumuman bahwa sebentar lagi akan ada akun nama saya sendiri yang akan melakukkan ‘add friend‘ ke teman-teman di akun anonim.  

Selanjutnya memang terbukti, ada banyak teman yang tidak segera menyetujui permintaan pertemanan saya di Facebook, ketika menggunakan nama diri tersebut. Alasannya mereka terlanjur mengetahui nama anonim atau alter ego yang saya bangun dibandingkan nama diri saya sebenarnya.  

Setelah Facebook hal yang saya lakukan lainnya adalah mengubah username di Twitter, IG, dan media sosial lainnya.  

Kemudian saya pun membangun sebuah blog yang baru untuk alamat domainnya, meskipun untuk isinya bisa mengambil dari blog yang lama.  

Keuntungan dan Kerugian Menggunakan Nama Diri 

Keuntungan saat menggunakan nama diri bersifat jangka panjang. Artinya jika Anda ingin membangun penjenamaan pribadi atau personal branding, maka sangat bermanfaat ketika memutuskan untuk menggunakan nama diri.  

Anda bisa menjadikan berbagai karya yang dihasilkan di dunia maya sebagai bukti-bukti karya untuk calon perusahaan, perekrut, atau organisasi yang akan mempekerjakan Anda. Ini menjadi semacam portofolio.  

Misalnya, Anda seorang penulis blog yang gemar menceritakan peristiwa sehari-hari yang terjadi di sekitar. Kemudian Anda menemukan lowongan menjadi seorang reporter situs berita daring (online).  

Salah satu persyaratan untuk menjadi reporter tersebut adalah mengirimkan contoh tulisan. Nah, jika Anda sudah terbiasa menulis, meskipun itu di blog pribadi, maka Anda bisa memberikan tautan (link) ke blog pribadi sebagai contoh tulisan yang bisa dibaca oleh situs berita tersebut.  

Namun demikian, menggunakan nama diri artinya membuka diri Anda pada berbagai hal yang terjadi di luar sana. Misalnya, Anda akan terpapar pengaruh, kritik, dan juga hal-hal lain yang kurang menyenangkan.  

Sebagai contoh, saat Anda memberanikan diri menggunakan nama diri di dunia maya, maka orang-orang dekat, teman, dan kenalan yang mengetahui lebih banyak diri Anda bisa saja memberikan kritik.  

Kemudian hal itu bisa menjadi persoalan, bukan? Terutama jika Anda tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk menerima dan menjawab suatu kritik. 

Dengan begitu, maka dapat dikatakan, bahwa menggunakan nama diri bisa jadi tidak memberikan keamanan yang didapatkan ketika Anda menjadi anonim.  

Baca juga: Empat Alasan Menggunakan Nama Diri di Media Sosial

Penutup 

Sampai di sini semoga Anda sudah mendapatkan gambaran keuntungan dan kerugian antara menjadi anonim dan saat menggunakan nama diri.  

Selanjutnya berdasarkan keuntungan dan kerugian masing-masing pilihan tersebut, maka keputusan akhir di tangan Anda sendiri; apakah akan menggunakan nama diri atau menjadi anonim saat berinteraksi di dunia maya.  

Selamat memilih dan memutuskan, hehe.

2 comments

  1. Ini sempat menjadi pertanyaanku sewaktu Mas Dewanto berubah branding. Kenapa berubah? Ngapain berubah? Bukannya malah riskan ya dengan memakai nama asli dll? Aku mikirnya gitu dulu. Haha.

    1. Halo Kimi,

      Iya, waktu itu memang menjadi keputusan yang tidak mudah,
      Tetapi, karena ingin main di jangka panjang, jadinya pilih pakai nama diri hehehe
      Terima kasih ya 😀

      Sukses dan sehat selalu.

Leave a Reply