Opini: Smart City untuk Simeulue sebagai Kawasan Terluar Indonesia

Keindahan Pantai di Simeulue (Sumber: Kompasiana)

Simeulue Selayang Pandang

Pada medio September 2017 yang lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh. Kabupaten Simeulue adalah salah satu daerah terluar di belahan Barat Indonesia. Kabupaten ini memiliki segudang potensi yang belum digali, namun juga tantangan yang mesti dihadapi.

Posisi Kabupaten Simeulue menjadi tantangan utama daerah ini. Selain berada di wilayah terluar Indonesia, Simeulue juga berada dekat dengan zona tumbukan lempeng yang rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Tercatat beberapa kali kabupaten ini disapa gempa dan tsunami. Pada 1907, misalnya, tsunami menghantam pantai-pantai di Simeulue dan menyebabkan banyak korban jiwa.

Setelah itu, bersamaan dengan tsunami besar pada 26 Desember 2004, Simeulue pun turut dilanda tsunami. Namun, pada peristiwa ini tidak seperti daerah lain di Provinsi Aceh yang mengalami banyak korban. Simeulue memiliki kearifan lokal yang dinamakan smong yang memungkinkan warga di sana terhindar dari malapetaka tsunami. Continue reading “Opini: Smart City untuk Simeulue sebagai Kawasan Terluar Indonesia”

Opini: Aplikasi Pintar untuk Hadapi Macet

Macet yang setiap hari terjadi di kota-kota besar (source: cnn.com)

Gerakan Menuju 100 Smart City

Diperkirakan pada tahun 2040 nanti, 80% penduduk Indonesia akan tinggal di perkotaan. Lonjakan jumlah penduduk tersebut jika tidak ditanggapi dengan baik akan menimbulkan banyak persoalan seperti kemacetan, pengangguran, lingkungan kumuh, kemiskinan, dan persoalan sosial lainnya.

Sinergi di antara lembaga pemerintah dan swasta diperlukan untuk mengatasi berbagai persoalan di perkotaan. Salah satu program yang dilakukan adalah Gerakan Menuju 100 Smart City. Inti dari gerakan ini adalah adanya dukungan pemerintah pusat kepada pemerintah kabupaten/kota untuk meletakkan fondasi yang diperlukan guna pengembangan Smart City.

Gerakan Menuju 100 Smart City dimulai di Makassar dan dipilih 25 Kabupaten/Kota sebagai tahap pertama. Selanjutnya, pada dua tahun ke depan akan dipilih lagi 75 Kabupaten/Kota, sehingga pada tahun 2019 tercipta 100 kota yang pintar.

Kota Bekasi dan Tangerang sebagai Smart City Continue reading “Opini: Aplikasi Pintar untuk Hadapi Macet”

Kiat: Sukses Wawancara Kerja

Apakah Anda sudah bosan di kantor dan mulai berpikir untuk pindah kerja?

Sah-sah saja bila pikiran itu muncul, namun perlu dipersiapkan segala sesuatunya sebaik mungkin.

Katakanlah Anda sudah berhasil melewati tes awal. Setelah itu masih ada wawancara, satu tahap yang menurut banyak pelamar amat sulit dilewati.

Apa yang membuat seseorang sukses untuk menggapai impiannya? Continue reading “Kiat: Sukses Wawancara Kerja”

Kiat: Mengenal Zat Kebahagiaan, Serotonin

Hidup Bahagia

Setelah kita membahas dua zat kimia dalam tubuh yang menciptakan kebahagiaan, yaitu Endorphin dan Dophamine, maka zat ketiga adalah Serotonin.

Serotonin adalah zat yang menimbulkan rasa bangga, penting, dan pengenalan oleh masyarakat luas. Ini adalah perasaan bahagia manakala orang lain memberikan penghargaan kepada kita.

Dalam hubungan manusia, maka Continue reading “Kiat: Mengenal Zat Kebahagiaan, Serotonin”

Penanggulangan Bencana: Diskusi Data Kebencanaan

Para pelaku penanggulangan bencana belum semua memahami peran data bencana dalam mendukung upaya penanggulangan bencana. Guna menjawab persoalan ini, maka diskusi mengenai data bencana dilakukan di Facebook pada 21 April 2017.

Diskusi ini melibatkan berbagai pihak seperti BNPB, BPBD, dan masyarakat lain pemerhati isu-isu bencana. Dari BNPB berkenan memberikan penjelasan adalah Suprapto dan Ratih, dua personil yang sehari-hari berkecimpung dengan data statistik kebencanaan.

Beberapa pertanyaan yang ingin diklarifikasi dalam diskusi ini antara lain adalah: Continue reading “Penanggulangan Bencana: Diskusi Data Kebencanaan”

Kiat: Menulis untuk Opini di Kompas

Saya mendapatkan pertanyaan dari seorang kawan, ‘Bagaimana cara mengirimkan artikel untuk Opini Kompas’?

Berikut ini saya kirimkan ulang surat elektronik penolakan dari Kompas untuk artikel yang kita kirimkan. Di bagian bawah, Bapak dan Ibu bisa membaca tulisan seperti apa (kriteria) yang diinginkan oleh Kompas.

Sedikit catatan, kenapa kita perlu mengirim opini ke Kompas?
Continue reading “Kiat: Menulis untuk Opini di Kompas”