Kiat (Tips)

Dale Carnagie: Setiap Kita Menyukai Orang yang Mengagumi Kita

Dari Buku ‘How to Win Friends and Influence People‘ saya menemukan cerita ini.

Suatu hari, saya ingin mengundang para penulis ternama di kursus menulis yang saya selenggarakan. 

Para penulis yang diundang tersebut adalah penulis terkenal yang tidak memiliki banyak waktu. Kami ingin mendengarkan pengalaman mereka menjadi seorang penulis yang sukses. 

Saya pun mengirimkan surat kepada setiap penulis. Dalam surat itu, disampaikan bahwa saya dan para murid sangat mengagumi hasil karya mereka dan ingin belajar apa rahasia kesuksesan meraka.  Dalam surat itu juga dibubuhkan tanda tangan dari 150-an orang murid yang ingin belajar. 

Kami tahu, para penulis ternama itu tak memiliki banyak waktu untuk menyiapkan materi yang akan disampaikan. Karena itu, kami pun melampirkan daftar pertanyaan untuk dijawab oleh mereka, termasuk bagaimana metode kerja yang mereka lakukan. 

Mereka ternyata menyukai metode tersebut dan para penulis yang luar biasa itu berkenan datang ke kursus kami dan berbagi pengalamannya. 

Setiap kita, apakah pekerja di pabrik, kasir di toko, karyawan di perusahaan, atau raja dengan mahkotanya selalu menyukai orang yang mengagumi mereka. 

Kita bisa belajar dari Kaisar Jerman berikut ini. 

Menjelang perang dunia pertama, Kaisar Jerman adalah orang yang paling kejam dan dibenci di seluruh dunia. Bahkan, negaranya sendiri pun membencinya apalagi saat dia melarikan diri ke Belanda untuk menyelamatkan diri. 

Kebencian kepadanya dari orang-orang sudah sangat memuncak dan mereka tak sungkan-sungkan untuk melihatnya terbakar atau mati terbunuh. 

Di tengah amukan kemarahan tersebut, seorang anak menulis surat kepada Sang Kaisar. Dalam surat tersebut, disampaikan hal-hal yang sederhana, tetapi penuh kekaguman dan ketulusan. 

Anak ini menulis, bahwa tak peduli apa yang orang lain katakan mengenai Kaisar, dia akan selalu mencintai Wilhelm sebagai kaisarnya. 

Sang Kaisar sangat tersentuh dengan isi surat tersebut dan mengundang anak itu untuk bertemu dengannya. 

Si Anak pun datang dan juga ibunya. Kemudian, Kaisar itu malah menikahi ibu dari anak ini. 

Anak itu tahu betul bagaimana cara memenangkan teman dan memengaruhi orang-orang. 

Jika kita ingin memiliki teman, maka kita perlu melakukan sesuatu untuk orang lain. Hal-hal yang memerlukan waktu, tenaga, dan ketidakegoisan.

Leave a Reply