Menulis

Tulislah 200 Kata

Photo by Brett Jordan on Unsplash

“Tulisan yang berkualitas tak selalu panjang.”

Demikian kata Tim Denning, seorang Blogger dari Australia. 

Sebaliknya, tulisan atau konten yang bernilai, misalnya membantu orang selalu memiliki tempat khusus di internet. 

Proses yang dilakukan oleh Tim Denning adalah sebagai berikut: 

Tulislah pemikiran, kiat atau tips dan juga cerita pada media sosial yang memiliki batasan jumlah karakter, seperti di Instagram atau LinkedIn. 

Anggaplah media sosial tersebut sebagai editor. Dengan begitu, Anda dapat memanfaatkannya nanti di tempat lain, misalnya dengan mengembangkannya menjadi tulisan yang lebih panjang. 

Aturlah telepon Anda untuk jangka waktu 10 menit. Batasan waktu tersebut membantu Anda untuk fokus dan langsung ke maksud atau poin yang ingin disampaikan. Jika hal itu lebih dari 10 menit, maka itu tandanya kita terlalu banyak berpikir. Anda membutuhkan aliran kesadaran, bukan kepusingan atau batasan menulis (writer’s block). 

Perbaiki tulisan Anda begitu selesai menuliskannya dan buat formatnya nanti. 

Tambahkan dua tagar (hastags). Tagar membantu dan memaksa Anda untuk menentukan dua topik mengenai tulisan yang sedang ditulis. 

Salin dan tempel atau copy and paste tulisan singkat tersebut ke aplikasi pencatat lain untuk dipublikasikan ketika sudah siap. 

Balaslah komentar di postingan Anda untuk mendapatkan masukan, belajar, dan interaksi di media sosial. 

Namun, jika khawatir dengan pendapat dan penghakiman dari orang lain, maka abaikan saja komentar itu. 

Ulangi proses tersebut beberapa kali dalam seminggu, sebaiknya pada saat hari kerja, antara Senin hingga Jumat. 

Leave a Reply