Penanggulangan Bencana

Bencana adalah Proses Alami

Gambar oleh PublicDomainPictures dari Pixabay

Manusia harus selalu beradapatasi dengan berbagai keadaan yang membuat hidup kita semakin sulit. 

Kita semua produk dari zaman es (Pleistocene) yang dimulai 1,8 juta tahun lalu. Zaman itu kemudian diikuti dengan masa Holocene ketika kita mengalami perubahan cuaca yang sangat signifikan. Tadinya super dingin, jadi agak hangat seperti sekarang. 

Belajar untuk menyesuaikan diri dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah sangat penting untuk keberlangsungan hidup uman manusia. 

Berbagai kejadian yang kita sebut sebagai bencana, ternyata adalah proses alami di Bumi. 

Proses-proses alami tersebut menjadi bencana, ketika manusia tinggal atau bekerja di dekat proses ini dan juga ketika terjadi perubahan penggunaan lahan, misalnya karena urbanisasi dan deforestasi semakin meningkatkan dampaknya. 

Untuk mengurangi kerugian dan juga korban jiwa, maka sangat penting untuk mengidentifikasi proses-proses yang berpotensi menimbulkan bencana dan kemudian menyajikan informasi tersebut kepada para perencana dan pengambil keputusan. 

Namun, karena kejadian bencana yang kita alami sejatinya adalah proses alami, dan bukan karena ulah manusia, maka seringkali kita mengalami dilema pada saat berusaha untuk mengurangi dampaknya yang merugikan. 

Sebagai contoh, ketika kita mengetahui bahwa banjir adalah proses alami dari dinamika sungai, kita perlu bertanya pada diri sendiri, apakah suatu tindakan yang bijak untuk mengontrol banjir atau dengan memastikan bahwa orang dan juga berbabagai harta miliknya berada jauh dari lokasi yang mungkin terdampak. 

Meskipun mungkin dilakukan pengelolaan bencana hingga kondisi tertentu, banyak yang masih berada di luar jangkauan kemampuan manusia. 

Contohnya, kendati kita sudah bisa mengurangi dan menghentikan dampak dari kebakaran dengan teknologi yang lebih baik, tetapi kita menyerah saat harus menghadapi gempa bumi. 

Bahkan, manusia bisa memperparah dampak dari suatu proses alami dengan memberikan label ‘bencana’ kepadanya. 

Sungai akan selalu banjir. Kemudian karena manusia tinggal dan bekerja di area dekat sungai, maka saat banjir terjadi kita menyebutnya sebagai bencana. 

Dengan penyebutan tersebut, kemudian kita berupaya untuk mengendalikannya. 

Namun, upaya itu justru meningkatkan dampak dari banjir, meningkatkan ancaman dari suatu bencana yang coba kita kurangi. 

Cara terbaik untuk mengurangi dampak bencana adalah dengan melakukan identifikasi proses-proses yang mengancam tersebut dan kemudian memberikan batasan geografis untuk menandai area tempat terjadinya bencana. 

Segala upaya juga perlu dilakukan untuk menghindarkan manusia dan propertinya dari kerusakan karena bencana, terutama dari kejadian bencana yang tidak mampu dikontrol oleh manusia.

Leave a Reply