Penanggulangan Bencana

Ilmu Pengetahuan dan Bencana Alam

Gambar oleh WikiImages dari Pixabay

Ilmu pengetahuan (science) adalah cabang dari keilmuan yang dihasilkan dari proses investigasi dan percobaan. Hasil dari investigasi dan percobaan tersebut kemudian akan memerlukan proses verifikasi.

Metode ilmu pengetahuan terdiri dari serangkaian langkah.

Langkah pertama adalah menyusun pertanyaan.

Jika dikaitkan dengan kejadian bencana, pertanyaan tersebut dapat berupa: Kenapa terjadi longsor yang merusak tiga rumah?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, seorang ahli geologi akan membutuhkan waktu untuk meneliti lereng yang longsor.

Mungkin dia akan menemukan bahwa air muncul dari dasar lereng dan longsor.

Jika kemudian sudah mengetahui adanya air di balik lereng, maka pertanyaannya bisa diubah lebih spesifik menjadi, apakah air di lereng menyebabkan longsor?

Pertanyaan itu kemudian bisa menjadi basis suatu hipotesis yang dapat dituliskan sebagai berikut: longsor terjadi karena badan air di balik lereng pecah dan menyebabkan sejumlah besar air memengaruhi lereng, kemudian mengurangi kekuatan ikatan material lereng dan menyebabkan longsor.

Namun, perlu diingat, bahwa seringkali serangkaian pertanyaan atau hipotesis akan diuji.

Dengan demikian, hipotesis bisa menjadi kemungkinan jawaban dari pertanyaan kita atau ide yang mungkin bisa diuji atau diteliti.

Dalam kasus longsor tersebut, pengujian dapat dilakukan dengan menggali lereng untuk menentukan sumber air.

Dalam ilmu pengetahuan, kita menguji hipotesis untuk membantahnya.

Kerena itu, jika kita tidak menemukan adanya air di lereng yang longsor, maka hipotesis tersebut akan ditolak. Tugas para peneliti kemudian adalah membangun dan menguji hipotesis lainnya.

Dengan menggunakan metode dalam ilmu pengetahuan, kita akan meningkatkan pemahaman berbagai proses alami bumi, termasuk banjir, letusan gunung api, gempa, dan erosi pantai.

Identifikasi bisa dilakukan untuk menentukan di mana proses itu terjadi, kekuatan atau besarannya, dan juga frekuensinya.

Hasil dari penelitian tersebut dapat digunakan untuk melakukan prediksi. Hal ini mungkin dilakukan dengan melihat kejadian masa lampau, evaluasi pola kejadian, dan juga tipe-tipe kejadian di masa lalu.

Sebagai contoh, sebelum sebuah gunung api meletus, biasanya akan terjadi gempa vulkanik dan juga munculnya gas.

One Reply to “Ilmu Pengetahuan dan Bencana Alam

Leave a Reply