Penanggulangan Bencana

Bencana Internal dan Eksternal

Dari buku Natural Hazards karya Keller dan DeVecchio kita dikenalkan pada dua jenis bencana alam, yaitu internal dan eksternal.

Maksud dari internal adalah kejadian bencana yang faktor penyebabnya atau kadang terjadinya berasal dari berbagai hal di bawah permukaan bumi. Hal-hal yang dimaksud tersebut, seperti pergerakan magma, adanya lempeng tektonik, dan lainnya.

Akibat dari proses-proses internal di dalam bumi, makan menyebabkan terjadinya bencana gempa, letusan gunungapi, hingga bencana ikutannya, seperti tsunami.

Selanjutnya adalah kejadian bencana eksternal atau di luar permukaan bumi. Di sini, kekuatan yang besar dan menjadi pemicu adalah sinar matahari yang memanaskan dan menguapkan air, kemudian gas, sehingga terjadi berbagai proses.

Proses yang terjadi di permukaan bumi di antaranya adalah siklus hidrologi dan pergerakan massa udara. Fenomena ini kemudian menyebabkan terjadinya jenis bencana, seperti banjir, badai, hingga erosi di pesisir pantai.

Tidak cukup sampai di situ. Permukaan bumi juga menjadi tempat terjadinya fenomena kejadian bencana karena gaya gravitasi. Gaya ini merupakan kekuatan bumi yang menarik, materi di sekitarnya.

Karena proses gravitasi, maka secara alami benda-benda yang berada di ketinggian akan tertarik ke bawah menuju ke pusat bumi.

Kejadian bencana yang terkait atau disebabkan oleh proses ini di permukaan bumi contohnya adalah tanah longsor, ketika tanah yang berada di lapisan atas secara alami akan bergerak menuju lereng di bawahnya.

Adapun pemicunya bisa bermacam-macam, misalnya tingginya curah hujan; bidang peluncur, seperti lempung; ketiadaan vegetasi yang mencengkeram tanah; dan perubahan penggunaan lahan lain, seperti kawasan permukiman di lereng yang terjal.

Beragam proses yang terjadi secara internal dan eksternal tersebut sudah berlangsung selama jutaan tahun. Bahkan, proses itu telah berlangsung jauh sebelum populasi manusia meninggali berbagai sudut bumi.

Proses-proses yang semula alami tersebut kemudian menjadi suatu bencana manakala manusia tinggal di jalur-jalur yang biasa dilalui oleh berbagai dampak ikutan dari fenomena-fenomena itu.

Leave a Reply