Kiat (Tips)

Branding Seperti Rasul

Pertama izinkan saya turut mengucapkan ‘selamat memperingati dan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, 1442 H.

Semoga teladan dari Rasul mampu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini, banyak orang yang tidak bisa beraktivitas secara penuh dan mengalami kesulitan, karena usahanya tidak bisa berjalan lancar, ikut serta dalam program pengurangan karyawan, hingga ditinggalkan pelanggan.

Akhirnya, orang pun beralih ke dunia digital dengan internet di dalamnya. Salah satu yang paling penting dilakukan jika Anda berniat terjun dalam dunia ini adalah dengan melakukan branding.

Branding ini adalah upaya agar orang lain selalu teringat pada Anda. Metodenya sendiri banyak dan hampir semua konten kreator di Instagram melakukan hal itu.

Namun, jika Anda belum tahu apa itu ‘branding’ dan berbagai strateginya. Boleh dilihat di postingan kawan-kawan saya, seperti Dokter Branding, Bang TrusJak, hingga Dokter Canva.

Lalu, apa hubungannya branding dengan Rasul Muhammad SAW?

Sadar nggak sih, sob, kalau beliau juga melakukan branding pada zamannya? Kemudian dampaknya adalah hampir 2 milyar orang di dunia saat ini masih mengikuti ajaran dan teladan darinya.

Kalau melihat angka itu, luar biasa, bukan? Selebgram paling jaya, Christiano Ronaldo saja kalah, ye kan?

Pertanyaannya adalah, bagaimana Rasul melakukan branding?

Sebelum terlalu jauh, saya harus mengakui, bahwa saya bukanlah seorang ahli agama, jadi mohon nanti dikoreksi kalau ada yang kurang tepat ya teman-teman. Oke, sekarang langsung saja kita gass…..

He knew his why

Rasul tahu betul apa tujuannya diutus ke Bumi, yaitu untuk menyempurnakan akhlak manusia. Selanjutnya dari mengetahui tujuan atau alasannya ini, Rasul pun melakukan berbagai hal agar tujuan itu tercapai.

He knew how to do it

Jurus yang diterapkan Rasul adalah empat sifat, yaitu:

Shiddiq artinya jujur. Rasul tak pernah berdusta dan munafik.

Amanah artinya dapat dipercaya. Rasul pun karena sifatnya ini menjadi tempat bertanya, dimintai nasihat dan pendapat.

Tabligh artinya menyampaikan. Rasul tak pernah menyembunyikan wahyu yang diterimanya dari Allah SWT kepada umat manusia. Rasul juga selalu menyebarkan ajaran-ajarannya.

Fathonah artinya cerdas. Rasul adalah seorang yang cerdas dan berwawasan luas. Rasul juga mengedepankan pikiran yang jernih dan bukan emosi saat memutuskan sesuatu.

He knew what to do

Akhirnya, setelah mengetahui tujuan dan metode, Rasul pun mengetahui apa langkah-langkah strategis yang harus dilakukan.

Pertama, Rasul menyebarkan ajarannya pada orang-orang terdekat.

Kedua, Rasul tak segan mengalah dan berhijrah agar tak jatuh banyak korban.

Ketiga, Rasul mencari dan menemukan sahabat-sahabat yang tepat dan bersedia mendukung perjuangannya.

Keempat, setelah semua upaya dilakukan, maka Rasul pun berpasrah diri kepada Allah SWT. Diserahkannya hasil dari berbagai upaya yang telah dilakukan kepada Sang Penguasa Alam Semesta.

Additional Strategy

Rasul menyampaikan ajarannya dengan penuh kasih sayang dan tidak membabi buta. Banyak sejarah yang bisa kita baca mengenai betapa welas asihnya beliau.

Orang yang melihat pun akan berpikir, kemudian lama-lama tertarik, hingga akhirnya mengikuti ajaran beliau. Bahkan, akhirnya timbullah keimanan dari para pengikutnya.

Bukankah itu rangkaian dari Branding?

Menurut Anda, apa yang menjadi kekuatan terbesar ‘branding’ ala Rasul?

Share dong di kolom komentar.

Leave a Reply