Perubahan Iklim

Psikologi Perubahan Iklim

Source: https://flic.kr/p/U91wca

Menurut seorang psikolog dan pendiri ProjectInsideOut, Dr. Renee Lertzman, kita perlu membingkai (framing) pembicaraan mengenai perubahan iklim agar diperoleh aksi yang lebih efektif.

Bingkai tersebut kurang lebih sebagai berikut. Lebih tepatnya berupa pertanyaan, seperti:

  • Apa kabar?
  • Apa tantangan yang engkau hadapi?
  • Bagaimana pengalamanmu mengenai perubahan iklim dan apa yang dapat kami lakukan untuk mendukungmu dan aksi terhadap iklim?

“Orang perlu didengar, dan diarahkan, serta tidak ditekan dan dipermalukan dalam aksinya.” Kata Dr. Lertzman.

Tantangan dalam mengomunikasikan perubahan iklim adalah, bahwa para peneliti iklim biasanya bukanlah seorang ahli dalam bidang komunikasi. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Carolina Vera dari University of Buenos Aires. Dia melanjutkan, bahwa kita telah bertahun-tahun melakukan penelitian mengenai dampak negatif dari perubahan iklim dan kita terus menceritakan berita-berita buruk.

Berita, kata Dr. Lertzman, dapat menciptakan berbagai respon pada orang yang berbeda, yaitu berbentuk perhatian, termotivasi, terhubung, atau justru merasa terlalu berlebihan dan tidak lagi peduli.

Informasi sangat memicu reaksi orang, baik itu terlibat dalam perjuangan atau justru kabur, haha.

Saat mengalami hal itu, maka kita tidak akan mampu berinteraksi dan memproses apa yang disampaikan oleh para ilmuwan.

Menghadapi tantangan itu, Dr. Vera mencoba untuk memproduksi pengetahuan dengan melibatkan aktor lain di masyarakat dan budaya yang telah menerima pandangan yang berbeda, tetapi valid, baik dari para ahli yang mampu mengembangkan berbagai solusi.

Melalui cara tersebut, maka telah menolong para peneliti untuk berkomunikasi secara lebih efektif kepada khalayak yang lebih luas.

Kata Dr. Lertzman, kuncinya adalah bagaimana menjembatani situasi yang sudah berbahaya karena perubahan iklim agar sesuai dengan mereka yang menerima pesan kita.

Dr. Vera menambahkan, bahwa saat ini kita hidup di dunia yang tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Misalnya di negara berkembang, warganya memiliki banyak persoalan lain yang lebih mendesak ketimbang perubahan iklim. Oleh sebab itu, maka solusi yang ditawarkan perlu diintegrasikan ke dalam berbagai persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat.

Dalam memproduksi solusi, maka perlu berpikir secara kolektif dan terintegrasi untuk memproduksi solusi yang kemungkinannya akan berhasil dan dengan demikian memungkinkan terjadinya perubahan dalam jangka panjang.

Komunikasi iklim yang efektif menempatkan manusia dan pengalamannya pada bagian yang pertama. Kemudian komunikasi perlu dilakukan dengan penuh empati. Percakapan perlu dilakukan secara akrab dengan berbagai orang dan memberikan mereka ruang yang nyaman untuk merespon dan memproses perasaannya mengenai data dan informasi.

Ilmu pengetahuan mengenai iklim harus mendukung pertumbuhan, pembelajaran, dan merawat peluang untuk terhubung.

Perlu diingat juga, bahwa pembicaraan mengenai perubahan iklim seringkali menimbulkan trauma.

Oleh karena itu, maka komunikasi pengetahuan mengenai iklim haruslah berangkat dari trauma ketimbang berdasarkan data semata.

Berbagai perasaan yang mungkin timbul mengenai krisis iklim perlu dilihat dan dijawab. Hal ini penting dilakukan bukan saja untuk kesehatan mental kita, tetapi juga menghilangkan berbagai hambatan untuk mengambil tindakan.

Jika kita tidak mampu melihat bagaimana perubahan iklim mengubah perasaan kita, termasuk berbagai dilema dan pilihan sulit yang perlu dihadapi, maka kita tidak akan mampu menyelesaikannya.

Perubahan memerlukan waktu, sesuatu yang tidak dimiliki (sebenarnya) dalam krisis karena perubahan iklim.

Namun, jika kita melakukannya secara bersama-sama, termasuk dalam menerima secara bersama-sama trauma kolektif, kemudian membagikan dan merefleksikannya, maka kita dapat turut serta memproduksi solusi yang akan mengubah arah dari krisis iklim yang terjadi saat ini.

Sumber: https://futureearth.org/2020/10/07/the-psychology-of-climate-change/

Leave a Reply