Kiat (Tips)

Hari Blogger

Ini ceritanya saya membuat post di FB, jadi mungkin teman-teman akan sedikit bingung, hahaha.

Oke, kita mulai:

—-

Di Facebook itu,

Saat saya bertanya: pernah makan nasi sama apa, yang komen ratusan.

Namun, kalau saya post yang serius-serius rada panjang malah sepiii!

Bahkan, sobat saya Wicaksono Agung bilang, “Kontenmu ki terlalu serius.”

Memang setiap platform ada demografi penggunanya. 

Di Facebook, sepertinya pengguna lebih gemar foto dan cerita keluarga, saat reuni, nostalgia bertahun lalu yang diungkit kembali, atau cerita masa kini yang kelak ingin dikenang kembali. 

Orang hidup dalam kenangan sepertinya kalau di Facebook. 

Lalu, bagaimana dengan Ngeblog? 

Platform ini juga mulai ditinggalkan seiring dengan banyaknya alternatif lain, seperti media sosial, Medium, jurnalisme warga, user generator content, dan lainnya. 

Sempat juga sampai pada suatu masa, ketika ngeblog terasa berat, karena sepertinya tak ada yang tertarik dan berinteraksi. 

Namun, setelah itu baru menyadari, bahwa kunjungan ke Blog dan reach di FB Page tetap banyak. Apalagi setelah beberapa bulan ini mencoba konsisten setiap hari menerbitkan satu tulisam di Blog yang kemudian diteruskan di Page. 

Kemudian karena itu, saya makin ‘menggila’ dengan re-purpose berbagai konten di Blog untuk diterbitkan ulang di banyak platform, seperti IG, Twitter, dan YouTube. 

Alhasil, terjadi perubahan lagi dan kesadaran, bahwa kita pun perlu terus beradaptasi menyesuaikan dengan demografi dan permintaan khalayak. 

Seperti juga para ‘guru’ di internet, seperti Jay Shetty, Simon Sinek, Robin Sharma, Dan Lok, hingga Jim Kwik, mereka seperti ‘hadir’ di mana-mana. Mereka ada di FB, IG, YouTube, LikedIn, Spotify, dan lainnya. 

Seperti para pedagang pada umumnya, mereka membuka kios di mana pun ada pelanggan atau calon pelanggan yang lewat. 

Namun, sepertinya mereka memiliki sistem untuk menghasilkan konten. Entah itu kemampuan hebat di otaknya, seperti Jim Kwik; visi dan passion, seperti Simon Sinek; atau pengalaman yang luas, seperti Robin Sharma. 

Setelah melihat itu, kemudian saya mencari-cari sistem itu. Ternyata, saya baru menyadari, bahwa bagi saya, semua berpulang kembali kepada Blog saya yang hampir ditinggalkan itu. 

Di Blog itu tempat saya menemukan ide, kemudian mengubahnya menjadi sajian yang menarik di tempat lain. Dari Blog itulah saya menemukan sistem. Di Blog itulah input atau bahan untuk kerja-kerja kreatif lainnya. 

So, kapan terakhir kamu Ngeblog? Kalau saya tadi pagi dan juga saat ini. 

Selamat hari Blogger!

Salam,

Sridewanto Pinuji

Leave a Reply