Categories
Menulis

Kalimat Efektif

Apa makna, fungsi, unsur, dan penanda hubungan sebuah kalimat? Kemudian, apa ciri kalimat yang efektif?

Photo by Aaron Burden on Unsplash

Dalam tulisan kali ini, kita akan membahas mengenai kalimat efektif.

Namun, sebelumnya kita perlu memahami beberapa hal tentang kalimat.

Apa itu kalimat?

Kalimat sejatinya adalah rangkaian kata yang mengungkapkan satu pikiran lengkap.

Kemudian kita juga perlu mengenal fungsi kalimat. Sebuah kalimat berfungsi sebagai wahana atau alat komunikasi untuk menyampaikan pikiran, perasaan, sikap, dan sebagainya.

Selanjutnya kita juga perlu mengetahui unsur dasar pembentuk kalimat.

Unsur dasar yang dimaksud adalah subjek dan predikat.

Namun, kita juga perlu mengenal apa yang dimaksud dengan perluasan kalimat.

Perluasan kalimat adalah penambahan terhadap unsur dasar pembentuk kalimat. Misalnya selain subjek dan predikat, kita juga mengenal adanya kata tanya, keterangan tempat, keterangan waktu, kemudian kata sifat, dan lainnya.

Selanjutnya, agar kalimat mengalir, maka kita perlu mengenal penanda hubungan kalimat. Penanda tersebut di antaranya adalah:

  1. Penjumlahan, biasanya menggunakan kata ‘dan’, ‘lagi’, ‘juga’, ‘kemudian’.
  2. Perlawanan, biasanya menggunakan kata ‘tidak’, ‘bukan’, ‘tetapi’.
  3. Pemilihan, biasanya menggunakan kata ‘jikalau’, ‘seandainya’ ‘andaikata’.
  4. Sebab, biasanya menggunakan kata ‘karena’, ‘karena itu, oleh karena’.
  5. Waktu, biasanya menggunakan kata ‘ketika’, ‘sambil’, ‘dari’, ‘sejak’.
  6. Akibat, biasanya menggunakan kata ‘sehingga’, ‘sampai-sampai’, ‘kemudian’.
  7. Tujuan, biasanya menggunakan kata ‘agar’, ‘supaya’.
  8. Konsesif, biasanya menggunakan kata ‘walaupun’, ‘sekalipun’, ‘walau’.
  9. Cara, biasanya menggunakan kata ‘dengan’
  10. Hubungan perbandingan, biasanya menggunakan kata ‘daripada’, ‘bagaikan’, ‘laksana’.
  11. Kenyataan, biasanya menggunakan kata ‘padahal’.
  12. Sangkalan, biasanya menggunakan kata ‘seakan-akan, “seolah-olah’.
  13. Penjelasan, biasanya menggunakan kata ‘bahwa’.
  14. Melebihkan, biasanya menggunakan kata ‘bahkan’.

Nah, itulah beberapa hal mengenai kalimat dari pengertian, fungsi, unsur dasar, perluasan kalimat, hingga penanda hubungan.

Sekarang kita akan beranjak ke bagian berikutnya, yaitu mengenal kalimat efektif.

Kalimat efektif mempunyai beberapa ciri:

Pertama, satu kalimat berisi satu pokok pikiran.

Artinya tidak banyak hal yang disampaikan dalam satu kalimat, karena nanti akan membuat rancu pada kalimat tersebut. Hingga akhirnya pesan yang disampaikan kepada pembaca pun tidak akan sampai.

Kedua, adanya keseimbangan pengungkapan.

Artinya seseorang menggunakan kata-kata yang seragam. Misalnya pada saat menggunakan kata kerja, maka setelah penanda hubungan yang sudah disebutkan di bagian awal tadi penulis juga menggunakan kata kerja pula.

Jadi, contoh lainnya, misalnya kita menggunakan kata sifat, maka akan diikuti kata sifat, dan begitu seterusnya.

Ketiga, memperhatikan aspek kehematan.

Artinya, masing-masing kata dalam kalimat yang efektif mengandung unsur kehematan dan jelas fungsinya, sehingga tidak ada kata yang berlebihan.

Keempat, memperhatikan aspek penekanan ini.

Penekanan di sini berarti menunjukkan hal yang penting dalam satu kalimat.

Dalam bahasa lisan kita sudah belajar mengenai informasi, maka dalam bahasa tulis pun ada aspek penekanan.

Bagaimana membuat penekan ini? Caranya adalah dengan memperhatikan kalimat sebelum dan kalimat sesudah dari kalimat yang sedang kita tulis.

Dengan melakukan hal itu, maka kita bisa memberikan penekanan pada kata-kata tertentu.

Kelima adalah memperhatikan aspek kevariasian.

Artinya pada saat kita menyusun sebuah tulisan, maka tidak mungkin menggunakan kalimat yang sama strukturnya terus-menerus.

Dengan cara seperti itu, akan muncul kekhawatiran bahwa pembaca akan menjadi bosan.

Oleh karena itu, variasi sangat penting dalam kalimat-kalimat yang kita gunakan pada saat membuat suatu tulisan.

Nah, itulah beberapa hal mengenai kalimat dan juga ciri-ciri kalimat efektif. Semoga bermanfaat dan terima kasih sudah membaca.

Leave a Reply