Categories
Refleksi

Brian Rose: Resistance

Bagaimana memanfaatkan resistance yang ada dalam diri?

Resistance adalah berbagai energi yang menghalangi Anda. Apakah Anda ingin menjadi seorang penulis, pelukis, youtuber, instagrammer, apa pun itu, pasti memiliki berbagai penghalang. Nah, itulah resistance. Demikian dikatakan oleh Brian Rose dari London Real dalam salah satu video/podcast-nya. 

Selanjutnya, berikut ini penjabaran dari resistance tersebut. 

Seberapa besar kekuatan yang menjadi penghalang itu? Jawabannya adalah sebesar keinginan Anda untuk melakukan perubahan. 

Artinya, semakin besar perubahan yang diinginkan, semakin besar hasil yang diharapkan, dan semakin besar karya yang ingin dihasilkan, maka SEMAKIN BESAR pula energi yang akan menghalangi tersebut. 

Sumber penghalang itu pun bisa berasal dari mana saja, dari segala penjuru. Kita lihat saja, dari diri sendiri, seperti keinginan untuk tidur lebih lama, bermain gim lebih lama, ber-media sosial lebih lama, dan berbagai hal lainnya yang mengalihkan perhatian dari karya. 

Selanjutnya, penghalang pun bisa berasal dari sekitar kita, dari pasangan, dari anak, dari orang tua, dari teman-teman, dari lingkungan, dan lain-lain, banyak sekali. 

Teman-teman pun tak bisa menolong dan membantu terjadinya perubahan. Mereka justru takut dan mungkin tidak siap pada perubahan yang akan terjadi.

Akhirnya, Anda pun harus maju sendirian dan membuat perubahan itu. Pilihannya hanya dua, maju dan mungkin berhasil atau mundur dan perubahan itu tak pernah terjadi. 

Saat melangkah itu, cobalah temukan dan buat kelompok pertemanan atau grup yang baru. Carilah mereka yang bersedia mendengarkan suara Anda, yang mencoba memahami bagaimana perubahan yang ditawarkan. 

Barangkali upaya Anda akan dianggap kegilaan oleh teman dan keluarga. Tenang saja, jika itu terjadi, justru itulah saat Anda berada di jalur yang benar haha. 

Namun, tahukah Anda, bahwa gaya penolakan terbesar adalah berasal dari diri Anda sendiri. Seperti teman Anda, mungkin diri sendiri pun tak percaya dan tak nyaman dengan perubahan yang nantinya akan terjadi. 

Atau, seperti keluarga Anda yang menganggap gila rencana atau tindakan perubahan yang Anda lakukan. 

Atau, persoalan terbesar dari diri Anda adalah ketakutan. Anda takut akan mengalami kegagalan, ditertawakan, terlihat masih pemula, terlihat tak diikuti (follow) oleh siapa pun, tak disukai (like) oleh satu orang pun, dan berbagai ketakutan lainnya. 

Namun, jangan keliru ya, rasa takut itu perlu, karena itulah mekanisme otak yang sejak zaman purba telah terbentuk, yaitu untuk melindungi kita dari ancaman. Misalnya, zaman dulu rasa takut membantu kita melalui jalan nan sepi di tengah hutan dengan cara lebih berhati-hati dan melakukan berbagai persiapan. 

Namun, peran rasa takut yang lain adalah menjadi penghalang bagi langkah kita. Jika kasusnya adalah melintasi hutan dan menghadapi entah apa di sana, apakah itu binatang buas, tanaman beracun, dan lainnya. Mungkin rasa takut akan membuat kita mengurungkan niat untuk melangkah dan tetap berada di posisi kita sekarang. 

Nah, tinggal kini Anda menentukan, rasa takut mana yang akan membantu dalam melakukan perubahan? 

Apakah rasa takut yang melindungi kita dengan memberi peringatan dan menganjurkan untuk melakukan persiapan atau rasa takut yang menjadi penghalan kita untuk melakukan perubahan yang dicita-citakan? 

Selain itu, mentor Brian Rose yang bernama Dan Pena, seorang pebisnis dan juga pelatih mereka yang sukses menyatakan bahwa kesempurnaan melumpuhkan. 

Artinya, Anda tak akan pernah bisa meraih kesempurnaan itu. Jika menunggu sempurna, maka justru tidak ada satu pun yang bisa dihasilkan. 

Mr. Pena menyarankan agar Anda melepaskan berbagai produk yang masih kurang sempurna. Kata dia, “Buatlah kesalahan dan belajar darinya.” Seperti slogan dari NIKE, ‘Just do it!’ itulah yang perlu kita lakukan. 

Dalam upaya membuat perubahan, tantangan lainnya yang mungkin terjadi adalah bagaimana cara mengukur perubahan tersebut? 

Misalnya, bagaimana kita tahu bahwa orang lain berubah karena apa yang kita lakukan? 

Brian Rose pun menyarankan agar kita tidak hanya memberikan informasi, tetapi yang lebih penting adalah memberikan inspirasi. Harapannya, orang tak hanya menambah pengetahuannya, tetapi benar-benar melakukan perubahan yang kita cita-citakan. 

Hancurkan tembok resistance yang berasal dari diri sendiri, orang lain, dan lingkungan. Hancurkan tembok itu dan muncullah di sisi lain dengan penuh kesuksesan. 

Leave a Reply