Menulis

Pengorganisasian Tulisan

Photo by Green Chameleon on Unsplash

Pengorganisasian tulisan penting, karena akan mempermudah pembaca yang nantinya akan membaca tulisan Anda. Kemudian, metode untuk mengorganisasi atau mengatur tulisan adalah:

Pertama tulisan Anda sebaiknya merefleksikan isi.

Artinya ketika orang membaca judul tulisan Anda, mereka sudah tahu apa kira-kira yang akan disajikan dalam tulisan.

Perlu dihindari judul yang diberikan tidak berkaitan dengan isi yang disajikan, karena pembaca akan merasa kecewa.

Oleh karena itu, para penulis biasanya menerapkan strategi menuliskan judul tulisan di tahap paling akhir dari proses menulis. Mereka membuat judul justru setelah tulisan jadi.

Kedua, tulisan Anda diawali dari sebuah kalimat tesis.

Ini seperti yang saya lakukan pada bagian awal tulisan ini, yaitu ketika saya menyampaikan pertanyaan apa sebenarnya pertanyaan yang ingin dijawab dari tulisan ini.

Nah, kurang lebih pembuatan kalimat tesis juga menampilkan hal seperti itu. Apa sebenarnya pertanyaan yang ingin dijawab dari tulisan yang Anda susun dan fakta atau pernyataan yang ingin Anda kembangkan dalam berbagai penjelasan nantinya di tulisan Anda?

Contoh lainnya adalah, pengorganisasian menulis sangat penting, tetapi bagaimana membuat organisasi yang baik? Nah, itu adalah contoh kalimat tesis yang bisa menjadi landasan bagi Anda untuk mengembangkan tulisan berikutnya menjadi suatu tulisan yang utuh.

Ketiga adalah pembuatan outline.

Outline dinamakan juga kerangka tulisan. Ini adalah metode bagi para penulis untuk menyusun tulisannya sehingga poin-poin yang paling penting bisa dituliskan lebih dahulu.

Kemudian nanti dia akan mengembangkan poin-poin tersebut dengan berbagai tambahan informasi, contoh, data, fakta, dan lain-lainnya. Contohnya untuk kerangka atau outline ini adalah:

  • Bab 1. Latar Belakang
  • Bab 2. Tujuan
  • Bab 3. Metode
  • Bab 4. Analisis
  • Bab 5. Hasil
  • Bab 6. Penutup, Kesimpulan, serta Rekomendasi

Nah itulah outline atau kerangka yang bisa dibuat. Kemudian Anda tinggal mengisi beberapa bagian dari poin-poin tersebut dengan informasi, contoh, data, dan lainnya.

Keempat adalah membuat abstraksi.

Ini biasanya dibuat jika tulisan sudah selesai kemudian Anda ingin memberikan suatu ringkasan. Pada sebuah cerita, bagian ini dinamakan sinopsis. Namun, di jurnal dan berbagai tulisan ilmiah dinamakan abstraksi.

Bagian ini pada intinya sama, meskipun istilahnya berbeda, yaitu ringkasan dari tulisan yang Anda hasilkan.

Dalam abstraksi ini biasanya disebutkan secara singkat apa alasan atau latar belakang Anda menulis. Kemudian apa hasil-hasil yang didapatkan dan akhirnya rekomendasi yang disampaikan.

Kelima adalah membuat ringkasan per bagian.

Suatu ringkasan per bagian juga bisa membantu pengorganisasian. Setelah membuat outline atau sebuah kerangka tulisan, maka Anda dapat menambahkan beberapa ringkasan di tiap bagian.

Bagian itu nantinya dapat juga dilengkapi dengan data, contoh, dan keterangan-keterangan tambahan lainnya.

Ringkasan per bagian ini menjadi penting jika Anda membuat suatu tulisan yang panjang. Ringkasan membantu Anda untuk menghindari kesulitan saat nantinya menuangkan ide dalam tulisan.

Keenam adalah membuat daftar kerja.

Daftar kerja adalah urutan berbagai hal yang harus dilakukan untuk menghasilkan suatu tulisan. Meskipun di sini saya menyajikan urutan dari pertama hingga keenam, tetapi urutan tersebut tidak baku, artinya bisa dibolak-balik.

Namun, setidaknya itulah beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengorganisasi tulisan Anda.

Misalnya, Anda memulai dari suatu pernyataan atau kalimat thesis, kemudian membuat kerangka tulisan atau outline, setelah itu menuliskan ringkasan per bagian, kemudian membuat tulisan utuhnya.

Setelah tulisan jadi, barulah Anda membuat abstrak dan terakhir menuliskan judul yang tepat untuk tulisan yang sudah jadi tersebut.

Sekali lagi, tujuan pengorganisasian suatu tulisan adalah untuk memudahkan pembaca memahami apa yang Anda tulis dan pesan-pesan apa yang akan disampaikan dalam tulisan.

Leave a Reply