Penanggulangan Bencana

Pengurangan Risiko Bencana

Photo by Joanne Francis on Unsplash

Pengurangan risiko bencana didefinisikan sebagai konsep dan praktik untuk mengurangi risiko bencana melalui berbagai sistem untuk menganalisis dan mengelola berbagai faktor penyebab bencana, termasuk mengurangi keterpaparan terhadap bencana, mengurangi kerentanan masyarakat dan berbagai barang miliknya, pengelolaan lahan dan lingkungan yang bijaksana, dan meningkatkan kesiapsiaggan terhadap peristiwa bencana.  

Masyarakat di seluruh dunia selalu mencari cara untuk mengurangi risiko. Beberapa mengombinasikan berbagai variasi mata pencaharian, seperti perikanan, pertanian, dan jasa tenaga kerja. Hal ini dilakukan untuk mengurangi kerentanan dan kerugian mereka di suatu area. Beberapa menggunakan jejaring sosial untuk mendapatkan informasi mengenai ternak yang bagus dan juga informasi kejadian bencana, seperti sungai yang meluap, kemudian menyusun berbagai rencana yang sesuai.  

Namun, kemiskinan dan marginalisasi membatasi efektivitas dan pilihan tindakan. Kemudian migrasi dari desa ke kota menyebabkan keterpaparan baru, karena situasi baru yang belum familiar, sehingga tidak memiliki pengetahuan dan juga peralatan untuk mengelola risiko.  

Saat ini, muncul kesadaran, bahwa pemerintah dan negara memiliki kewajiban–sebagai bagian dari tugas negara untuk menghormati, memenuhi, dan melindungi hak asasi–untuk mengurangi risiko bencana. Inisiatif global seperti Hyogo Framework for Action (HFA) di tahun 2005 dan kemudian dilanjutkan dengan Sendai Framework for Disaster Risk Reduction (SFDRR) di tahun 2015 adalah contoh dari upaya global tersebut.  

Semenjak disetujuinya upaya-upaya global tersebut, banyak pemerintah di berbagai negara telah menerbitkan kerangka kebijakan dan kelembagaan untuk mengurangi risiko bencana, menerapkan sistem peringatan dini bencana, dan meningkatkan tingkat kesiapsiagaannya.  

Namun demikian, tujuan dari upaya global tersebut masih jauh dari harapan. Misalnya mengetahui dan menjawab akar persoalan dari risiko, memastikan partisipasi penuh dari warga yang terdampak dalam upaya pengurangan risiko bencana, serta membuat rencana dan program.  

Upaya lanjutan masih diperlukan untuk membuat perubahan dalam sistem pembangunan sebuah negara, melalui keterlibatan berbagai sektor dan para pemangku kepentingan (dari lokal hingga nasional) dalam upaya pengurangan risiko bencana. 

Leave a Reply