Categories
Kepemimpinan

Meta Leadership Metode

Setelah mengetahui latar belakang Meta Leadership, pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana menjadi pemimpin dengan kualifikasi meta tersebut.

Sumber: Dokumen Pribadi

Meta Leadership memerlukan seseorang yang mampu secara simultan melakukan upaya untuk:

  1. Memimpin ke bawah, ketika seorang pemimpin memberikan arahan kepada para staf sesuai pengertian pemimpin tradisional.
  2. Memimpin ke atas, manakala seorang pemimpin memberikan pengaruh kepada pemimpin lain di atasnya atau organisasi.
  3. Memimpin ke samping, saat seorang pemimpin melakukan kerja sama dengan orang lain, baik dengan atau tanpa ada perjanjian dari organisasi atau unit kerja/departemen yang berbeda.

Seorang pemimpin dengan kualifikasi meta bertugas untuk menjawab kompleksitas dalam mendapatkan satu kesatuan aksi dari berbagai orang dan organisasi yang berbeda. Pemimpin tersebut mampu menyatukan kepentingan, tujuan, dan maksud dari unit-unit yang berbeda atau otoritas-otoritas yang tak sama.

Dalam melakukan hal itu, maka pemimpin dengan kualitas meta menganggap produk atau output dari yang mereka kerjakan sama pentingnya dengna proses. Mereka tak hanya berorientasi pada produk, tetapi juga melihat pentingnya dan penghargaan pada kebiasaan, hubungan antar personal, budaya, dan hal-hal lainnya.

Semua proses itu ditempuh oleh para Pemimpin Meta untuk mendapatkan hasil yang tidak mungkin diperoleh dari satu organisasi yang terisolasi. Namun, dalam melakukan itu diperlukan kerjasama dari orang-orang yang bekerja di sektor yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, seorang pemimpin meta biasanya melibatkan berbagai sektor, seperti pemerintah, lembaga usaha (swasta), masyarakat, akademisi, hingga media.

Konsep pelibatan berbagai pihak ini, sekarang lebih dikenal sebagai Pentahelix.

Seorang pemimpin dengan kualifikasi Meta melakukan berbagai upaya tak mudah tersebut untuk mencapai satu tujuan, yaitu kesejahteraan bersama.

Namun, jika dikontekskan krisis atau kejadian bencana, maka tujuan mereka adalah untuk menyelamatkan nyawa dan mengurangi penderitaan mereka yang terdampak. Lebih jauh lagi, mereka melakukan itu pada saat sebelum terjadinya krisis atau bencana untuk meningkatkan kesiapsiagaan warga.

Leave a Reply