Categories
Perubahan Iklim

8 Prinsip Komunikasi Visual Perubahan Iklim

Bagaimana membuat desain untuk mengomunikasikan secara visual perubahan iklim?

Sumber dari https://flic.kr/p/wy2X9M

Menampilkan permasalahan, penyebab, dampak, dan solusi dari perubahan iklim menjadi tantangan saat ini. 

Hal itu terjadi karena keterbatasan visual atau gambar yang mampu menunjukkan dengan baik berbagai hal yang sudah disebutkan tersebut dan terkait perubahan iklim. 

Di luar gambar, tantangan juga terjadi karena pemotongan anggaran yang menyebabkan para fotografer tidak memiliki dukungan untuk mengambil gambar mengenai perubahan iklim. Akhirnya, kurangnya anggaran itu juga berdampak pada investigatif jurnalisme dan foto jurnalisme. 

Pilihannya kemudian adalah dengan menggunakan kembali dokumentasi lama mengenai dampak dan solusi dari perubahan iklim. Namun, karena terlalu berlebihan dalam penggunaanya, maka telah menyebabkan beberapa persoalan. 

Pertama, gambar yang sering ditampilkan adalah mengenai beruang kutub yang kehilangan habitat. Namun, gambar tersebut menyebabkan orang yang melihat merasa jauh dengan persoalan yang terjadi, yaitu di daerah sekitar kutub. 

Kedua, gambar yang terlalu sering digunakan untuk menunjukkan perubahan iklim, seperti mencairnya es, polusi perkotaan, pembangkit listrik tenaga surya, dan kawan-kawannya itu telah menyebabkan kebosanan di masyarakat, karena melihat gambar itu-itu lagi. 

Permasalahan berikutnya adalah pemilihan gambar. Apakah akan memilih gambar yang menunjukkan dampak perubahan iklim atau yang menunjukkan solusi dari permasalah tersebut? 

Gambar yang menunjukkan dampak negatif perubahan iklim berperan sebagai penarik minat click bait untuk mendapatkan perhatian publik terhadap berita tentang iklim. 

Namun, gambar itu di sisi lain membuat orang tidak melakukan tindakan, karena mereka sudah kehilangan harapan. 

Gambar-gambar yang menunjukkan dampak perubahan iklim tersebut memberikan dampak psikologis dan geografis. Maksudnya, memberikan jarak dengan para pemirsanya dan membuat mereka merasa bosan karena terlalu berlebihan. 

Pendek kata, kendati suatu gambar mampu menarik emosi para pemirsa, tetapi tidak secara efektif mengubah perilaku. 

Bagaimana dengan gambar yang menunjukkan solusi dari perubahan iklim? 

Rupanya gambar semacam itu juga memiliki kelemahan. Dengan menunjukkan solusi terhadap persoalan, maka akan menghilangkan perasaan khawatir dan kebutuhan untuk cepat bertindak. Gambar itu menunjukkan bahwa manusia dapat mengatasi persoalan perubahan iklim. Gambar tersebut juga menunjukkan, bahwa pendidikan dapat mengatasi persoalan, sehingga tidak diperlukan suatu tindakan.

Lalu bagaimana kita dapat menarik minat para pembaca dan pemirsa mengenai isu perubahan iklim? 

Climate Visual, sebuah organisasi yang fokus pada penggunaan media visual untuk perubahan iklim memberikan 8 saran. 

  1. Hook Your Audience

Artinya adalah segera meraih perhatian para pendengar atau pemirsa dengan fakta-fakta yang mengejutkan, dramatis, gabungan musik dan narasi, serta berbagai hal teknis lainnya. 

  1. Tunjukkan Orang yang Nyata, bukan Foto yang Sudah Sering Digunakan

Kehadiran orang dalam foto ternyata telah menarik perhatian, daripada hanya menampilkan dampak perubahan iklim atau hal lain di alam yang tertangkap kamera. Beberapa orang dan bukan kerumunan disarankan menjadi gambar yang nantinya dipilih. 

  1. Ceritakan Kisah Baru

Carilah gambar-gambar baru yang menunjukkan dampak perubahan iklim dan dapat mendukung cerita baru mengenai proses perubahan iklim tersebut, termasuk juga solusinya. 

Foto dengan orang yang sedang aktif melakukan solusi terhadap perubahan iklim biasanya adalah yang paling bagus.   

  1. Tunjukkan Penyebab Perubahan Iklim dengan Skala

Salah satu tantangan terbesar dalam komunikasi perubahan iklim adalah menemukan keterkaitan antara fenomena tersebut dengan keseharian manusia. 

Padahal beberapa kebiasaan, seperti memakan daging, mengisi bahan bakar kendaraan, dan membeli barang yang tidak berkelanjutan adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan. 

Namun, menunjukkan gambar-gambar tersebut dapat membuat orang untuk memasang kuda-kuda pertahanan. Mereka secara otomatis akan defensif dan tidak mau disalahkan. 

Oleh sebab itu, maka gambar seperti itu perlu diubah. Daripada menunjukkan orang per orang makan daging, lebih baik menunjukkan dampak lingkungan dari industri peternakan atau pertanian. 

  1. Lengkapi Gambar Emosional dengan Petunjuk untuk Melakukan Aksi atau Tindakan

Gambar-gambar yang menunjukkan dampak perubahan iklim, seperti kekeringan, banjir, kebakaran hutan lebih menggugah emosi daripada gambar-gambar penyebabnya, seperti pertambangan, penebangan liar, dan over konsumsi. 

Bahkan, gambar yang menunjukkan dampak masih lebih menggugah emosi ketimbang gambar yang menunjukkan solusi, seperti panel-panel surya, penanaman hutan kembali, dan kendaraan listrik. 

Berbagai penelitian menunjukkan, gambar visual mengenai perubahan iklim yang mampu menggugah emosi pemirsanya menyebabkan orang untuk memberikan respon. Namun, di saat yang sama, gambar tersebut juga menyebabkan perasaan tidak menyerah, karena tidak mungkin diperbaiki lagi hingga menarik diri. 

Menyadari hal itu, maka dampak perubahan iklim perlu dilengkapi dengan petunjuk mengenai langkah konkret yang dapat diambil oleh seseorang. 

  1. Tunjukkan Dampak Lokal, tetapi Serius

Gambar yang menunjukkan dampak perubahan iklim pada suatu daerah dapat menyebabkan tindakan dari orang-orang yang memiliki kesamaan dengan daerah tersebut atau mengenal orang dari daerah itu. 

Namun, kelemahan dari menunjukkan dampak lokal adalah pada saat akan membuat gerakan yang berdampak global atau mengharapkan perhatian dari dunia.

Gambar dampak perubahan iklim di tingkat lokal disertai orang yang terdampak sungguh menggugah emosi dan sangat kuat untuk menampilkan persoalan. Namun, perlu keseimbangan antara dampak lokal tersebut dengan pengaruhnya pada wilayah yang lebih luas dari persoalan perubahan iklim. 

  1. Berhati-Hati dengan Gambar Protes

Gambar protes dinilai paling rendah untuk menyebabkan tindakan. Sebabnya adalah karena gambar tersebut cenderung menggugah mereka yang berkecimpung secara langsung dengan permasalahan, misalnya para aktivis. 

Selain itu, gambar protes juga menyebabkan kebosanan, karena orang sudah melihat gambar serupa berkali-kali. Kemudian ada beberapa kesalahpahaman yang menyebabkan kaburnya pesan, seperti istilah keadilan iklim atau climate justice. 

Jika ingin menggunakan gambar protes, maka saran nya adalah bahwa protes tersebut benar-benar dilakukan untuk membuat perubahan, ketimbang sekadar hari yang menyenangkan bersama teman-teman. 

  1. Memahami Khalayak dan Pilihan Politiknya

Perlu diketahui, bahwa khalayak yang akan menyaksikan gambar mengenai perubahan iklim sangat beragam. Ada di antara mereka yang menyangkal atau skeptis terhadap fenomena perubahan iklim. 

Kemudian, mungkin ada para politisi yang diuntungkan dengan penyebab perubahan iklim, seperti bahan bakar fosil, penggundulan hutan, dan lainnya. 

Mereka tidak akan tergugah emosinya, sehingga tidak membuat tindakan saat melihat gambar protes atau dampak perubahan iklim di tempat-tempat yang jauh. Namun, mereka tergerak saat melihat solusi, seperti panel surya. 

Penutup

Dari uraian 8 cara memanfaatkan informasi visual untuk mengomunikasikan perubahan iklim, sementara terjadi pemotongan anggaran pada berbagai lembaga yang menyebabkan fotografer tidak bisa mengambil gambar, maka langkah yang bisa dilakukan adalah dengan melibatkan masyarakat lokal. 

Baik masyarakat yang terdampak maupun mereka yang menemukan solusi perlu dilibatkan untuk memberikan gambar-gambar yang menunjukkan penyebab, dampak, dan solusi dari perubahan iklim. 

Selanjutnya, perlu meningkatkan kapasitas mereka untuk membuat suatu cerita yang dapat menggugah khalayak untuk bertindak dan turut serta menyelesaikan permasalahan kita bersama tersebut. 

https://uxdesign.cc/8-evidence-based-principles-for-impactful-visual-communication-of-climate-change-a266241bc9f8

Leave a Reply