Categories
Kiat (Tips)

Simon Sinek: Lima Cara Sederhana untuk Mengubah Masa Depan

Apa Lima Cara Sederhana untuk Mengubah Masa Depan Menurut Simon Sinek?

Gambar oleh Gerd Altmann dari Pixabay

Kejarlah Hal yang Anda Inginkan

Suatu ketika Simon Sinek dengan seorang temannya mengikuti sebuah lomba lari. Kemudian, pada akhir dari kegiatan tersebut biasanya akan disajikan roti, minuman, dan lainnya.

Persoalannya adalah Anda harus bersedia mengantri dengan para pelari yang lain untuk mendapatkan roti tersebut secara gratis.

Simon Sinek melihat roti yang gratis. Namun, temannya melihat antrian panjang yang mengular dan dia mengurungkan niatnya untuk ikut mengantri.

Ternyata dalam hidup selalu ada dua cara untuk melihat dunia, yaitu: 

Pertama adalah melihat hal-hal yang diinginkan, dan 

Kedua adalah melihat hal-hal yang menghambat kita untuk mencapai hal-hal yang kita inginkan.

Anda dapat menempuh berbagai cara untuk memperoleh hal-hal yang diinginkan dalam kehidupan. Anda dapat melakukan hal itu tanpa harus mengikuti orang lain. Satu catatannya adalah Anda tidak boleh menghalangi orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. 

Kadang, Anda adalah Persoalan

Selanjutnya Simon bercerita mengenai kematian pada bayi-bayi yang baru dilahirkan dan wanita yang baru melahirkan di Amerika pada beberapa abad yang lalu. 

Saat itu, segera dilakukan berbagai studi untuk memecahkan persoalan tersebut. Namun, berkembang pula berbagai kisah mistis. 

Kemudian hadir seorang peneliti yang menyadari, bahwa para dokter tidak mencuci tangan sebelum menolong wanita yang melahirkan. Namun, dokter-dokter lainnya yang sudah nyaman tak juga menyadari hal itu, hingga 30 tahun lamanya. 

Akhirnya, ada seorang dokter yang mulai mencuci tangannya setelah melakukan operasi. Dari tindakan ini, kemudian kematian pada bayi dan wanita pun lambat laun berhenti.

Pelajarannya adalah Anda harus memiliki akuntabilitas pada tindakan-tindakan yang Anda lakukan. 

Saat Anda mendapatkan penghargaan terhadap berbagai capaian, maka Anda pun perlu mengambil konsekuensi dan tanggung jawab ketika berbagai hal tidak sesuai dengan yang Anda harapkan. 

Saling Menjaga Satu dengan yang Lain

Pada bagian ini, Simon bercerita tentang proses seleksi seseorang yang ingin bergabung di Angkatan Laut Amerika. Dalam proses tersebut, banyak peserta yang tidak lolos, yaitu mereka yang menonjolkan dirinya, yang hanya bisa memerintah, dan atlet yang berprestasi di sekolah. 

Mereka yang lolos justru yang ceking dan gemetar ketakutan. Namun, mereka yang lolos adalah yang mengeluarkan segala kemampuan fisik dan juga emosi hingga tak ada lagi yang tersisa. Namun begitu, ternyata mereka masih mampu menolong kawan yang berada di sampingnya dengan kekuatan entah dari mana. 

Menurut Simon, pasukan elit bukan tentang kekuatan, kecerdasan, dan kecepatan. Namun, mengenai seseorang yang memiliki kemampuan sangat baik untuk menjaga kawannya yang berada di sisi kiri dan kanan.   

Dalam dunia yang penuh bahaya, maka tidak mungkin Anda bekerja sendiri. Kita memerlukan bantuan dari orang lain dan juga menerima bantuan. Kita juga memerlukan keterampilan untuk meminta bantuan jika merasa tidak mampu melakukan sesuatu. 

Oleh karena itu, perlu latihan untuk menolong satu dengan yang lain. Termasuk perlu berlatih untuk meminta bantuan. 

Karena jika Anda melakukannya, maka akan banyak sekali orang yang bersedia membantu Anda. Mereka yang selama ini tidak membantu, karena tidak tahu apa yang dibutuhkan, Mungkin juga mereka mengira Anda sedang baik-baik saja, karena Anda berpura-pura bahwa semua hal baik-baik saja.  

Ketika Anda berkata, “Aku tidak tahu apa yang kulakukan, aku mentok, aku tidak tahu lagi harus berbuat apa.” Jika Anda berkata itu, maka mungkin akan banyak sekali orang yang rela memberikan bantuan. 

Namun, itu hanya akan terjadi jika Anda memperhatikan orang lain lebih dahulu. 

Menunggu orang lain berbicara terlebih dahulu sebelum Anda berbicara

Pelajaran great leaders dari Nelson Mandela. 

Dia seorang anak dari kepala suku. Suatu hari, dia ditanya. “Bagaimana caranya menjadi seorang pemimpin yang besar atau great leaders?” 

Dia kemudian menjawab, bahwa dia akan ikut ayahnya ke pertemuan suku. Dalam pertemuan tersebut, ada dua hal yang selalu diingat. 

Pertama, ayahnya dan para anggota suku akan selalu duduk melingkar. 

Kedua, ayahnya selalu menjadi orang terakhir yang berbicara. 

Mungkin Anda sering mendengar nasihat agar belajar mendengar. Namun, Simon Sinek bilang, bahwa Anda haruslah menjadi orang terakhir yang berbicara. Keterampilan tersebut terdengar mudah, tetapi sebenarnya sangat sulit. 

Kemampuan untuk menahan ide anda sampai semua orang berbicara mempunyai dua keuntungan.

Pertama adalah memberikan perasaan kepada semua orang bahwa mereka didengar dan berkontribusi.

Kedua, Anda mendapatkan keuntungan saat menyampaikan ide Anda, pada saat orang lain sudah menyampaikan ide mereka sendiri. 

Keterampilan untuk berbicara terakhir tersebut sangat bermanfaat, karena Anda dapat menyimpan ide di diri sendiri. 

Saat Anda menyetujui pendapat orang lain jangan terburu-buru berkata ‘ya’ dan sebaliknya. Ketika Anda tidak setuju dengan pendapat orang lain, maka jangan terburu-buru berkata ‘tidak’.

Satu-satunya yang perlu Anda lakukan dalam pertemuan semacam itu adalah mengajukan pertanyaan: apa pendapat mereka atau orang lain terhadap suatu hal, apa alasan mereka berpendapat seperti itu, dan dari mana pendapat tersebut berasa?

Anda Hanya Berhak Menerima Secangkir Kopi dalam Styrofoam

Suatu ketika ada seorang Sekretaris Pertahanan yang memberikan pidato di hadapan ribuan orang. 

Saat itu, dia berdiri di panggung dan dan di podium ada secangkir kopi dalam sebuah gelas styrofoam. Sambil menunggu paparan di belakangnya siap, dia menyesap kopi yang ada di hadapannya tersebut dan tersenyum.

Setelah itu dia bercerita, bahwa tahun lalu dia diundang pada konferensi yang sama di tempat ini dengan kondisi seperti ini. 

Bedanya adalah saat itu dia masih menjabat sebagai seorang sekretaris pertahanan. 

“Saat itu saya terbang ke sini dengan fasilitas kelas bisnis. Di bandara sudah ada tim yang menjemput, kemudian mengantar ke hotel, hingga mengantar saya masuk ke kamar. Esok harinya, sudah ada tim lagi yang menjemput saya di lobi dan mengantar saya ke tempat ini.” 

“Mereka kemudian mengantarkan saya ke ruang di belakang panggung dan menyuguhkan secangkir kopi di dalam suatu cangkir keramik yang sangat indah.” 

“Namun saat ini, saya datang ke sini dengan pesawat kelas ekonomi, tidak ada yang menjemput di bandara, saya menggunakan taksi untuk menuju ke hotel, dan tadi pagi tidak ada ada tim yang menjemput saya di hotel. Saya kembali menggunakan taksi dan saat sampai di pintu gerbang saya mencari sendiri jalan menuju ke belakang panggung.”

“Kemudian ketika saya ingin secangkir kopi saya menanyakan kepada seseorang dan dia menunjukkan sebuah mesin pembuat kopi dan inilah kopi itu yang saya buat di dalam cangkir styrofoam.” 

Kemudian pembicara tersebut menyampaikan bahwa secangkir kopi dalam gelas keramik yang indah bukanlah dimaksudkan untuk dirinya, tetapi untuk jabatannya. 

Sementara bagi dirinya sendiri lebih pantas menerima secangkir kopi dalam gelas styrofoam. 

Dari kisah tersebut, Simon Sinek mengingatkan kita beberapa hal, yaitu 

Ingatlah bahwa saat kita mulai terkenal, Ketika kita mulai kaya, berpengaruh, dan memiliki jabatan, maka orang lain akan memperlakukan Anda dengan baik, berbeda, dan istimewa. 

Misalnya, orang-orang akan membukakan pintu untuk Anda, akan membuatkan kopi dalam cangkir yang luar biasa indah, akan mempunyai banyak pendamping atau staf.

Namun, ingatlah bahwa semua itu bukan untuk Anda sendiri, tetapi untuk jabatan, ketenaran, uang, atau kekayaan yang Anda miliki.

Ingatlah bahwa Anda sebenarnya hanya berhak atau pantas menerima secangkir kopi dalam  cangkir styrofoam. Dengan kesadaran tersebut, maka Anda menjadi sosok yang rendah hati dan penuh rasa syukur. Anda kemudian dapat menerima berbagai keistimewaan yang dimiliki oleh para pemimpin, hingga kemudahan-kemudahan yang lain. 

Kemudian seharusnya Anda pun harus mampu lebih bersyukur untuk itu, serta selalu ingat bahwa itu semua bukan untuk Anda sendiri, tetapi sekali lagi untuk ketenaran, kekayaan, posisi atau jabatan dan berbagai atribut lainnya.

Leave a Reply