Categories
Menulis

Proses Kreatif Para Penulis

Apa saja proses kreatif para penulis?

Gambar oleh Free-Photos dari Pixabay

Kali ini kita akan membahas proses kreatif para penulis. 

Tahap pertama adalah tahap persiapan.

Seorang penulis biasanya membuat berbagai macam persiapan. Misalnya dari ide yang didapatkan kemudian mengembangkan dengan berbagai bahan. Sebagai contoh data, penelitian, buku-buku, pendapat para ahli, dan berbagai hal lain. 

Intinya, dalam persiapan ini adalah pengumpulan berbagai bahan yang dapat menjadi data atau dokumen pendukung. Nantinya data dan dokumen tersebut akan sangat bermanfaat pada saat proses penulisan. 

Tahap ke dua adalah inkubasi. 

Inkubasi untuk saya artinya adalah masa pengendapan. Jadi setelah mendapatkan ide, bahan-bahan, data, dan dokumen, selanjutnya kita mengendapkan lebih dahulu semua bahan itu untuk menuju ke tahap berikutnya. 

Tahap inkubasi ini sangat penting, karena pada saat kita mengendapkan tersebut bisa jadi muncul sebuah pemikiran atau ide baru yang dapat melengkapi tulisan kita nantinya. 

Tahap ke tiga adalah pencerahan dan penentuan. 

Pada tahap pencerahan, Anda mulai melihat hubungan antara satu bagian ide dan data pendukung dengan yang lain. Misalnya hubungan antara suatu data dengan pernyataan yang Anda sampaikan, hubungan antara pendapat para ahli dengan tulisan yang anda buat, ataupun hubungan teori dalam sebuah buku dengan tema yang disajikan dalam tulisan. 

Kemudian masih di tahap yang ketiga adalah tahap penentuan. Makna penentuan di sini adalah ketika Anda mulai menuangkan berbagai data dan dokumen ke dalam sebuah tulisan. 

Ini memang benar-benar tahap yang menentukan, karena biarpun Anda sudah melakukan persiapan, inkubasi, dan mendapatkan pencerahan, tetapi jika tidak melakukan tahap yang paling menentukan ini tulisan itu pun tidak akan Anda peroleh. 

Oleh karena itu, tahap penentuan setelah pencerahan menjadi tahap yang sangat penting dalam proses kreatif seorang penulis. 

Tahap ke empat adalah verifikasi. 

Ini adalah masa ketika Anda membaca ulang hasil tulisan yang utuh. Sambil membaca Anda mungkin akan menemukan beberapa kesalahan. Misalnya struktur kalimat, salah ketik, atau pengorganisasian tulisan yang tidak sesuai dengan yang Anda harapkan. 

Dalam tahap verifikasi mungkin saja Anda menemukan data baru, dokumen baru, atau justru hal-hal yang ternyata tidak sesuai dengan yang ingin Anda sajikan dalam tulisan. 

Dengan adanya berbagai temuan-temuan tersebut, maka bisa jadi Anda harus mengulang langkah ke tiga, terutama pada bagian penentuan. 

Anda harus kembali menulis ulang atau melakukan editing dan kemudian membaca kembali. Setelah itu dilakukan, maka pada beberapa langkah, misalnya langkah ke tiga dan ke empat akan berulang. 

Setelah itu siklus pun berputar kembali dalam tahap-tahap kreatif untuk menulis. Proses kreatif memang terlihat banyak tahapannya. Namun, seiring berjalannya waktu, seorang penulis tidak lagi memperhatikan kapan tahapan tersebut dan perpindahannya. 

Bisa jadi dia telah membuat proses persiapan dan inkubasi di otaknya sendiri. Kemudian dia sudah mendapatkan pencerahan dan penentuan. Namun, meskipun begitu biasanya mereka tetap mempergunakan tahap verifikasi. 

Hal itu terjadi karena biasanya para penulis akan membuat pembedaan antara tahap penentuan dan verifikasi. Pada saat tahap penentuan, maka penulis akan menulis begitu saja apa yang terlintas di benaknya. Intinya adalah memindahkan ide dan juga hal lain yang disimpan di otak melalui jaringan syaraf ke jemari dan kemudian ke layar monitor di komputer. 

Proses tersebut tidak jarang menyebabkan terjadinya banyak kesalahan, sehingga tahap verifikasi sangat menentukan.

Leave a Reply