Categories
Perubahan Iklim

7 Macam Perubahan Karena Perubahan Iklim

Apa saja tujuh macam perubahan yang terjadi karena perubahan iklim?

Photo by Brent Olson from Pexels

Di Islandia, glacier atau gunung es dalam ukuran besar mencair setelah gelombang panas yang melebihi rekor terjadi. 

Mencairnya es di wilayah dekat kutub utara tersebut, kata para ahli tidak mungkin bisa dikembalikan lagi. 

Kemudian, selain mencairnya es, berikut ini tujuh macam perubahan yang akan kita hadapi karena perubahan iklim. 

1. Kota yang Tidak Nyaman Ditinggali

Chandana Mitra, professor di Auburn University mengatakan, bahwa kemungkinan dalam 50 atau 60 tahun lagi, hidup di kota besar akan sangat tidak nyaman. 

Hal itu terjadi karena kota-kota besar di dunia akan mengalami peningkatan temperatur, lebih lembab, dan kering. 

2. Peningkatan Kematian karena Gelombang Panas

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika menyampaikan data, bahwa antara tahun 1999 hingga 2010 rata-rata 658 orang setiap tahun meninggal karena gelombang panas. 

Mereka yang rentan adalah orang muda, lanjut usia, komunitas miskin. Selanjutnya, polusi udara di kota besar juga memperhebat permasalahan kenaikan suhu. 

3. Mati Listrik

Terjadi banyak kejadian langka, misalnya sambaran petir pada instalasi listrik di Inggris. Transmisi listrik dari pembangkit listrik tenaga angin di lepas pantai dan fasilitas gas yang terganggu menyebabkan mati listrik di negara itu. 

Kondisi iklim yang ekstrim semakin meningkat karena perubahan iklim dan pada gilirannya akan meningkatkan frekuensi mati listrik. Pada tahun 2018, negara-negara di Afrika menghadapi gangguan pada sistem kelistrikan karena temperatur yang tinggi telah mengeringkan bendungan tempat pembangkit listrik tenaga air berada. 

4. Persoalan Infrastruktur

Tingginya temperatur dapat berdampak pada infrastruktur perkotaan, terutama jika tidak ada persiapan yang dilakukan. 

Infrastruktur yang terdampak, misalnya mencairnya aspal, hingga gangguan pada penerbangan. 

5. Meningkatnya banjir

Badan Lingkungan di Inggris menyampaikan, bahwa temperatur global saat ini dapat meningkat 2 hingga 4 derajat celcius yang menyebabkan perlunya peningkatan anggaran untuk pengelolaan bencana terkait temperatur, seperti banjir. 

Bahkan, disampaikan bahwa sebagian masyarakat yang tinggal di tempat berisiko banjir diharuskan pindah. Pada beberapa tempat, skala ancaman dapat begitu tinggi, sehingga upaya pemulihan bukan lagi solusi terbaik untuk jangka panjang. 

6. Peningkatan Penyakit Pernapasan, seperti Asma

Penelitian dari Climate Reality Project menyampaikan bahwa emisi dari bahan bakar fosil yang kotor berkontribusi pada penyakit pernapasan, seperti asma pada anak-anak dan orang dewasa. 

Menurut WHO, penyakit pernapasan yang salah satunya karena pencemaran udara telah membunuh tujuh juta orang setiap tahun. Selain faktor polusi, beberapa fenomena lain juga meningkatkan jumlah penderita asma, seperti cuaca yang terlalu panas atau dingin. 

7. Berkurangnya Makanan Bergizi

Climate Reality Project memberikan peringatan, bahwa akumulasi karbon dioksida di atmosfer karena bahan bakar fosil telah mengubah komposisi buah dan sayuran yang kita makan, sehingga membuat mereka kurang bergizi. 

Lebih banyak karbon dioksida mempercepat proses fotosintesis dan menyebabkan tanaman tumbuh dengan lebih banyak gula, lebih sedikit kalsium, protein, zinc, dan vitamin penting lainnya. 

Para peneliti di Universitas Harvard menyampaikan, jika kita tidak mengurangi emisi karbon sekarang juga, maka akan menyebabkan permasalahan pada diet kita. Di pertengahan abad nanti, 175 juta orang dapat mengalami kekurangan zinc dan 122 juta orang lainnya kurang protein. 

Itulah tujuh dampak perubahan iklim yang akan mengubah kehidupan manusia di planet Bumi. 

Sumber: indy100.com

Leave a Reply