Menulis

Ciri Tulisan yang Baik

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Ciri Pertama

Tulisan yang baik adalah tulisan yang signifikan. Di sini, signifikan artinya penting. 

Oleh sebab itu, maka tulisan yang baik memiliki nilai penting atau manfaat bagi para pembacanya. Misalnya sesuai dengan konteks yang berlaku saat itu, sesuai dengan isu-isu terkini yang sedang marak dibicarakan di masyarakat, atau tulisan tersebut mempunyai manfaat yang tidak bisa ditolak oleh siapapun. 

Dengan demikian, tulisan yang baik menjadi penting untuk dibaca oleh target pembaca yang diharapkan. 

Ciri Kedua

Tulisan yang baik adalah dia mempunyai kejelasan. Di sini, kejelasan meliputi pilihan kata, struktur kalimatnya, kata penghubung yang digunakan, organisasi ide, ataupun pada contoh-contoh yang diberikan. 

Misalnya Anda menyampaikan satu pemikiran, maka pemikiran tersebut dilengkapi dengan contoh-contoh yang dapat memperjelas pemikiran Anda. Misalnya Anda mengutip sebuah data, maka data yang disajikan pun jelas, sehingga akan memperkuat tulisan Anda. 

Ciri Ketiga

Tulisan yang baik adalah mempunyai kesatuan dan organisasi yang baik. Kesatuan di sini berarti satu tema dan tidak menyediakan banyak tema pada sebuah tulisan. 

Kemudian organisasi yang baik artinya penyajian tiap-tiap bagian dari tulisan mengikuti suatu kaidah tertentu. Misalnya saat Anda membuat opini untuk media massa, maka bisa jadi susunan atau organisasinya sebagai berikut: 

Anda mengawali dengan latar belakang, kemudian menyampaikan permasalahan atau pertanyaan yang mengemuka di benak Anda atau yang terjadi di masyarakat. Setelah itu, kemudian Anda melakukan sebuah analisis mengenai persoalan yang terjadi dan selanjutnya Anda menyampaikan solusi. Kemudian Anda menutup tulisan tersebut dengan kesimpulan, saran, dan rekomendasi. 

Ciri Keempat

Tulisan yang baik adalah terdiri dari adalah sebuah tulisan yang ekonomis atau padat di isinya tetapi bukan pada pada pada katanya. Artinya Anda menyampaikan ide seperlunya saja dan tidak berbunga-bunga dalam memanfaatkan kata-kata yang tidak perlu dan justru akhirnya akan mengaburkan makna yang ingin Anda sampaikan kepada para pembaca. 

Dengan ciri tersebut, maka Anda akan benar-benar fokus kepada isi, kepada contoh-contoh, kemudian kepada pengorganisasian. Harapannya dengan berlaku hemat dalam berkata-kata, maka Anda tidak membuat bingung pembaca dengan bermacam-macam kata yang sebenarnya tidak perlu tapi hanya menambah jumlah kata saja. 

Ciri Kelima

Tulisan yang baik mempunyai pengembangan yang memadai. Artinya dia tidak terlalu melebar. Misalnya dengan membahas berbagai topik ke dalam satu tulisan. 

Ciri Keenam

Tulisan yang baik adalah mempunyai janji. Misalnya Anda menulis bagaimana cara meningkatkan penjualan secara online, maka dalam tulisan nantinya Anda benar-benar menyampaikan hal itu. Anda tidak perlu membahas mengenai bagaimana cara mendapatkan produk.

Ciri Ketujuh

Tulisan yang baik adalah tulisan yang menggunakan bahasa yang mudah diterima oleh semua kalangan. 

Terkadang, seorang penulis ingin terlihat bergaya dengan menggunakan berbagai bahasa yang seringkali justru menyulitkan para pembacanya. 

Oleh karena itu, aturan yang biasanya diikuti adalah dengan menggunakan standard pemahaman dari kelompok pembaca yang paling rendah.

Katakanlah Anda menggunakan standar anak kelas 5 SD atau usia sekitar 10 hingga 11 tahun. Jika mereka mampu memahami tulisan Anda, kelompok usia berikutnya baik itu remaja, orang dewasa, maupun mereka yang telah lanjut usia diharapkan dapat juga dengan mudah memahami tulisan tersebut. 

Ciri Kedelapan

Tulisan yang baik juga mempunyai kekuatan. Kekuatan di sini artinya dapat menerbitkan keinginan, inspirasi, ajakan, ataupun tindakan. Misalnya saat Anda menawarkan sebuah produk atau layanan melalui tulisan yang Anda buat, maka orang akan tertarik untuk membeli produk atau layanan tersebut. 

Itulah yang dimaksud dengan tulisan yang mempunyai kekuatan. Pada intinya adalah saat seseorang selesai membaca tulisan Anda, maka dia mempunyai bekal atau beberapa poin yang bermanfaat untuk dirinya nanti dalam kehidupannya.

Leave a Reply