Categories
Perubahan Iklim

Perubahan Iklim Menyebabkan Epidemi Baru

Bagaimana kaitan antara perubahan iklim dan penyebaran pandemi?

Foto oleh Pixabay dari Pexels

Perubahan iklim dapat menjadi pendorong terjadinya penyakit infeksi, seperti meluasnya penyebaran nyamuk pembawa malaria dan dengue, pencairan es di wilayah Siberia yang juga mencairkan patogen dari zaman sebelum sejarah. 

Birgitta Evengard, seorang peneliti mikrobiologi di Universitas Umea, Swedia menyatakan, bahwa musuh utama manusia adalah ketidakpeduliannya sendiri, karena secara alami, maka lingkungan di sekitar kita sangat penuh dengan mikroorganisme. 

Barangkali Anda ingat film Mumi, ketika seorang tokoh jahat dibangunkan dari tidur panjangnya dan merajalela menyebarkan angkara murka di seluruh persada. 

Itu pula situasi yang diramalkan akan terjadi oleh para peneliti, jika pemanasan global terus terjadi dan permafrost atau tanah-tanah yang berada dalam kondisi beku mulai menghangat. 

Beragam mikroorganisme, virus, dan entah apa lagi yang selama ini terkunci dalam kebekuan tanah itu, bisa kembali meruak dan menyebabkan persoalan di kelak kemudian hari, seperti pandemi. 

Demikian juga bermacam binatang pembawa penyakit yang selama ini habitatnya di daerah tropis dapat menyebar ke wilayah sub-tropis, seperti di Eropa, seiring menghangatnya wilayah tersebut. 

Menghadapi masa depan seperti itu, apa kira-kira yang bisa dilakukan oleh manusia? 

Semestinya pengalaman berharga dalam menghadapi COVID-19 menjadikan kita lebih waspada dan bersiap terhadap berbagai krisis di masa datang yang penuh dengan ketidakpastian, kompleks, dan saling terkait. 

Sumber phys.org

Leave a Reply