Categories
Kiat (Tips) Menulis

Kebiasaan Para Penulis

Apa saja kebiasaan para penulis?

Gambar oleh Yerson Retamal dari Pixabay

Kali ini saya ingin berbagi mengenai kebiasaan para penulis.

Jika anda ingin menjadi seorang penulis, maka perlu memiliki kebiasaan tertentu. Nah, apa saja kebiasaan tersebut?

Kebiasaan pertama adalah membuat rencana kerja.

Seringkali Anda sudah punya ide untuk dituliskan, tetapi kemudian Anda kebingungan apa langkah yang perlu dilakukan setelah ide tersebut diperoleh?

Langkah selanjutnya adalah membuat rencana kerja agar ide tulisan itu berubah menjadi satu tulisan yang utuh.

Barangkali Anda ingin melakukan penelitian terlebih dahulu dari para penulis tentang ide yang sama dengan Anda. Bisa jadi Anda ingin mencari data pendukung untuk tulisan yang sedang disusun.

Kemudian setelah memperoleh berbagai penelitian dan data, barulah Anda menuliskannya. Selanjutnya setelah tulisan jadi, maka Anda perlu memeriksa atau mengeditnya.

Rencana kerja merangkum semua itu menjadi suatu jadwal yang baik. Di dalamnya Anda menuliskan kapan harus melakukan apa dan di mana.

Itulah langkah pertama, yaitu membuat rencana kerja.

Kebiasaan penulisan kedua adalah tidak bergantung pada inspirasi.

Para penulis tidak menunggu inspirasi datang, tetapi mereka aktif menulis saja dan seiring proses menulis tersebut, inspirasi akan datang dengan sendirinya.

Menunggu inspirasi juga menjadi penghambat untuk proses kreatif menulis. Bisa jadi karena kelamaan menunggu, inspirasi yang diharapkan tidak dapat hadir dan akhirnya tulisan tidak jadi.

Kemudian kebiasaan ketiga seorang penulis adalah mempunyai satu atau lebih pola pikir.

Jika telah memperoleh sebuah ide, maka penulis akan mengolahnya. Bisa jadi hanya berpusaran di kepalanya, coretan-coretan pada sebuah kertas, dalam bentuk peta pikiran atau mind map, dan lainnya.

Kemudian dari sini dia membuat kerangka sebuah tulisan. Selanjutnya dia mencari hubungan di antara ide dan kemudian menuangkannya dalam strategi untuk menuliskannya.

Sementara untuk pola pikir, bisa jadi yang dipakai adalah sebab akibat, permasalahan dan solusi, runtutan peristiwa, atau pola pikir yang lain. Pendek kata, seorang penulis punya beragam cara agar tulisannya menarik untuk dibaca.

Kebiasaan penulis yang keempat adalah mempunyai tempat khusus.

Seorang penulis seringkali memiliki tempat khusus di mana dia biasa bekerja untuk menulis. Hal ini dilakukan karena menulis sejatinya adalah pekerjaan serius yang membutuhkan konsentrasi. Karena itu, maka sebuah tempat harus mendukung kebutuhan itu.

Namun, terkadang ada pula penulis yang berbeda. Dia memilih sebuah lingkungan yang memiliki atmosfer tertentu saat menulis, misalnya di kedai kopi. Pendek kata, setiap penulis memiliki pilihan-pilihan sendiri mengenai tempat yang dirasanya paling nyaman untuk menulis.

Barangkali Anda perlu melakukan penelitian untuk menentukan lingkungan seperti apa yang paling nyaman untuk Anda sendiri.

Kebiasaan kelima seorang penulis adalah dia juga seorang pengamat yang cermat.

Suatu ketika, seorang penulis senior pernah bercerita kepada saya bahwa dahulu saat kecil dirinya dilatih ibunya dengan cara yang unik untuk menjadi seorang penulis. Saat itu dia diminta untuk duduk mengamati pohon sambil menuliskan apa-apa saja yang diamatinya.

Di hari pertama dia hanya mendapatkan satu kali kalimat. Di hari kedua tambah lagi menjadi satu paragraf. Begitu seterusnya, hingga akhirnya dia mendapatkan satu halaman penuh dengan catatan.

Dari proses itu, kita dapat belajar bahwa seorang penulis adalah para pengamat yang sangat cermat. Hal ini penting mengingat mereka harus bisa mengolah apa saja menjadi suatu tulisan. Dari pengamatannya, kemudian mereka mendapatkan ide. Dari situ kemudian mereka mengembangkan menjadi satu tulisan yang utuh.

Kebiasaan penulis yang keenam adalah bahwa seorang penulis harus terus menulis.

Kepada seorang penulis senior, saya pernah menanyakan bagaimana caranya menjadi seorang penulis?

Dia menjawab dengan singkat, bahwa caranya adalah dengan terus menulis. Sebenarnya ini semacam melatih otot-otot Anda. Namun, kali ini yang dilatih adalah otot penulis.

Ilustrasinya kurang lebih adalah jika Anda hobi ke gym atau tempat fitnes, maka di sana akan melatih berbagai otot dalam tubuh. Dalam melakukan hal itu, Anda dibantu oleh bermacam-macam peralatan.

Kemudian peralatan tersebut digunakan berulang-ulang untuk melatih otot-otot Anda, sehingga didapatkan berbagai hal, seperti kesehatan atau bentuk tubuh yang diinginkan.

Nah, demikian juga untuk menjadi penulis. Anda pun harus berlatih terus-menerus untuk melatih otot hingga terlatih dan tidak mengalami kesulitan pada saat harus menulis.

Itulah enam kebiasaan penulis yang bisa saya bagikan. Terima kasih banyak sudah menyimak.

Leave a Reply