Categories
Penanggulangan Bencana

Belajar dari AS: Penanggulangan Bencana pada Saat Pandemi

Bagaimana Amerika Serikat melakukan upaya penanggulangan bencana di tengah pandemi yang terjadi?

Gambar oleh Dimitris Vetsikas dari Pixabay

Awal bulan Agustus tahun 2020, telah terjadi 9 kali badai tropis. Beberapa di antaranya tidak pernah terjadi hingga bulan September. Dua di antaranya masuk kategori satu untuk badai tropis yang terjadi di wilayah Amerika Serikat.

Daerah yang terdampak paling parah misalnya Texas bagian selatan kemudian North Carolina bagian Selatan yang berdekatan dengan pantai. Siklon tropis tersebut membawa hujan yang awet dan Kecepatan angin 90 mph.

Akibat lainnya adalah kematian listrik dan juga banjir. Kemudian dalam perjalanannya menuju ke negara tetangga, yaitu Kanada telah berdampak pada jutaan orang.

Sementara itu, badai Isaias sebelum sampai di Pantai Florida telah menimbulkan jejak kerusakan di wilayah Karibia. Kerusakan terjadi di Puerto Rico, Republik Dominika dan Bahama. Di Bahama pada saat terjadinya badai tersebut sedang berada di tengah masa pemulihan karena Topan Dorian di tahun 2019

Selanjutnya, musim badai kali ini sangat unik, karena selain waktunya yang tidak seperti biasa, angin topan tersebut terjadi pada saat kita sibuk mengatasi pandemi.

Sementara itu, pengalaman negara-negara yang terdampak oleh badai ini dalam melakukan respon sangat penting untuk memberikan informasi dan dukungan di masa yang akan datang dan bukan hanya di Amerika, tetapi juga di beberapa tempat lainnya

Kemudian pelajaran lain yang penting adalah bagaimana mereka yang tinggal di tempat-tempat yang berisiko terjadinya badai menyiapkan diri untuk melakukan evakuasi, serta dalam menghadapi berbagai ancaman atau krisis, termasuk karena COVID-19.

Berikut ini beberapa poin yang bisa saya bagikan mengenai pelajaran yang bisa dipetik dari upaya penanggulangan badai pada saat terhadap pandemi.

Pada waktu terjadi badai Hana di Texas bagian Selatan, para responden menggunakan baju perlindungan lengkap dan membagikan sebagian di antaranyanya kepada para warga.

Masyarakat yang melakukan evakuasi juga diminta untuk melakukan protokol kesehatan, seperti menjaga jarak, memakai masker, dan memeriksa kondisi suhu tubuh sebelum memperbolehkan masuk ke lokasi pengungsian.

Pemerintah Texas mengirimkan berbagai sumber daya termasuk peralatan uji ke area-area yang terdampak untuk mengurangi penyebaran COVID-19 ke area yang lebih luas karena kejadian bencana

Selain itu, petunjuk mengenai shelter dan kapasitas telah disesuaikan sebagai tindak lanjut dari penerapan protokol kesehatan.

Di lokasi pengungsian, tetap tinggal bersama teman dan keluarga adalah satu-satunya pilihan yang dipilih oleh sebagian besar orang termasuk dalam kondisi normal. Upaya ini juga direkomendasikan oleh para pemimpin.

Selain itu, lokasi pengungsian juga mengggunakan berbagai fasilitas seperti hotel dan bangunan yang tidak bercampur. Maksudnya tidak bercampur adalah saat orang-orang tidak berbagi di satu tempat yang luas, seperti dalam sebuah tenda atau stadion. Kemudian shelter yang tidak tertutup atau memiliki batasan-batasan seperti sekolah, gereja, dan juga pusat komunitas dipilih sebagai pilihan yang terakhir

Setelah Badai Hana maka menyusun Badai Isaias yang melanda wilayah bagian utara Carolina. Isaias merupakan badai dengan Kategori 1 yang terjadi pada awal bulan Agustus. Mereapon hal itu, kemudian evakuasi dilakukan di beberapa kota yang berada di wilayah pantai Carolina bagian utara.

Untuk mendukung upaya penanggulangan bencana pada masa pandemi, pemerintah lokal merekrut lebih banyak staf untuk memastikan terjadinya social distancing. Sebuah shelter juga memiliki pasukan pembersih dan sanitasi.

Para petugas menyarankan, bahwa mereka yang melakukan evakuasi tetap tinggal bersama keluarga dan teman kemudian juga tinggal di hotel jika memungkinkan. Meskipun masih ada pertanyaan, siapa yang akan membayar hotel untuk shelter yang digunakan bersama-sama.

Langkah-langkah Antisipasi

Di Texas, misalnya, beberapa langkah yang dilakukan di antaranya adalah penggunaan alat pelindung diri dan membatasi kapasitas shelter. Kemudian memeriksa tanda-tanda atau gejala COVID-pada saat kedatangan penyintas.

Kemudian bagi mereka yang memiliki gejala akan dipindahkan ke shelter yang lebih tertutup. Setelah itu, pada tanggal 1 Agustus juga dikeluarkan sebuah panduan yang lebih spesifik, termasuk di dalamnya adalah bahwa orang-orang yang melakukan evakuasi hendaknya membawa tempat tidurnya dan juga beberapa peralatan pribadi untuk perlindungan, misalnya obat-obatan. Di setiap shelter, standard yang dilakukan adalah makanan disajikan dalam wadah yang tertutup

Berbagai kondisi tersebut menjadikan beberapa tantangan tersendiri karena berbagai perintah yang ditujukan untuk menghadapi badai berebut meminta perhatian dengan pesan-pesan untuk menghadapi COVID-19, berita mengenai hilangnya pekerjaan, kemudian persoalan pajak, kurangnya sumber daya, dan minimnya staf.

Artinya bahwa pemerintah daerah berjuang keras menentukan cara terbaik untuk melakukan respon terhadap tantangan atau krisis yang belum pernah terjadi tersebut. Berarti juga bahwa pemerintah daerah dipaksa untuk belajar sambil berjalan, kemudian pembelajaran atau lessons learned menjadi sangat penting bagi persiapan krisis lain di masa yang akan datang

Memastikan bahwa standar tersedia di tingkat lokal sangat penting, karena seperti kita ketahui bahwa panduan lokal untuk melakukan evakuasi pada saat terjadi COVID-19 bukanlah hal yang mudah ditemukan di berbagai saluran resmi yang tersedia di pemerintah daerah.

Di sepanjang garis pantai di Amerika yang terdampak oleh badai tropis, maka tidak semuanya mempunyai persiapan. Upaya tersebut menjadi suatu hal yang tidak jamak dilakukan. Dari 16 wilayah setingkat kabupaten atau kecamatan hanya 2 yang sudah mempunyai rencana evakuasi pada saat pandemi.

Banyak wilayah lain menghubungkan kesiapsiagaan terhadap badai tropis ke website milik FEMA atau lembaga penanggulangan bencana AS. Kemudian mengenai COVID-19, panduanya dikaitkan atau diarahkan pada website CDC. Namun, kedua panduan baik dari FEMA atau CDC tidaklah spesifik digunakan untuk wilayah lokal.

Kemudian, beberapa wilayah setingkat kabupaten atau kota tersebut juga menghubungkan panduan menghadapi badai dan pandemi dengan petunjuk di masing-masing negara bagian.

Misalnya di North Carolina mempunyai informasi di sebuah situs. Sementara di Florida menempatkan panduan yang sangat spesifik untuk kesiapsiagaan dalam menghadapi cuaca tropis pada saat COVID-19.

Di Florida panduannya menyatakan bahwa suatu negara bagian bertanggung jawab untuk kesiapsiagaan dan respon, serta memastikan berbagai langkah dilakukan sesuai, karena pemerintah daerahlah yang tahu sumber daya yang dimilikinya.

Contohnya, banyak shelter yang akan menerima lebih sedikit orang karena alasan kesehatan. Kemudian, warga memerlukan pengetahuan bagaimana melakukan evakuasi.

Sebuah petunjuk kesiapsiagaan lokal hendaknya tidak hanya mencakup rute evakuasi dan peralatan transportasi atau moda transportasi, tetapi juga pilihan shelter dan kapasitasnya.

Kemudian mencakup rekomendasi untuk COVID-19 dan badai tropis. Apa saja peralatan yang diperlukan, misalnya masker, social distancing, tempat tidur, air, makanan, dan juga rekomendasi kesehatan lain yang berkaitan dengan COVID-19.

Kita ketahui bahwa jika evakuasi perlu dilakukan, maka kantor pemberitaan lokal dan juga otoritas akan menampilkan informasi khusus.

Informasi tersebut menjadi bagian dari sistem peringatan dini sebagai persiapan jika kondisi darurat terjadi.

Jika kita berbicara mengenai kesiapsiagaan, maka mengetahui ancaman lebih dahulu sangat penting, karena dapat menghemat waktu dan juga menyelamatkan nyawa.

Sayangnya, ada beberapa fakta yang mungkin perlu menjadi perhatian. Misalnya, tingkat kesiapan sumber daya dan ketersediaannya. Hasilnya, mungkin suatu kabupaten atau kota tidak siap untuk menghadapi bencana dan juga pandemi sekaligus.

Saran yang bisa dilakukan adalah para pemimpin kedaruratan diharapkan mencari atau bekerjasama dengan wilayah setingkat kabupaten atau kecamatan di sekitarnya.

Kemudian di Amerika juga terjadi bahwa bantuan dari pemerintah federal atau pemerintah pusat hanya terjadi jika bencana benar-benar terlihat atau telah terjadi. Ini menunjukkan bahwa upaya mitigasi dan kesiapsiagaan hendaknya menjadi sebuah prioritas bagi pemerintah pusat karena dapat menghemat biaya dan juga menyelamatkan kehidupan.

Sejarah kejadian bencana badai tropis di Amerika menunjukkan bahwa terjadi peningkatan yang besar pada jumlah curah hujan. Hingga kemudian memicu banjir di Carolina bagian utara.

ini menunjukkan bahwa suatu badai tidaklah harus kuat untuk menyebabkan kerusakan. Semua badai yang terjadi menunjukkan kategori I, tetapi membawa hujan yang sangat besar dan banjir.

Kesiapsiagaan juga sangat penting terutama bagi mereka yang minoritas dan pendapatannya rendah.


Di Amerika, pada saat kondisi normal dan tidak terjadi pandemi, bantuan bencana dan langkah-langkah untuk pemulihan sangat kurang. Hal itu terjadi terutama bagi mereka yang terdampak sangat parah oleh terjadinya krisis, seperti kulit hitam, warga latin, dan juga mereka yang berpendapatan rendah. Mereka juga berisiko kehilangan pekerjaan dibandingkan warga negara lainnya.

Muncul pertanyaan, bagaimana kelompok marginal tersebut dapat menghadapi ancaman badai tropis, apakah mereka mempunyai sumber daya dan apa dampaknya bagi area yang seringkali terlanda banjir tahunan?

Sumber: preventionweb

Leave a Reply