Disaster Management Penanggulangan Bencana

Map Action: Gunakan Peta untuk Penanggulangan Bencana yang Efektif

Sumber Gambar: https://images.app.goo.gl/VpBxp8a64MdX9M1D7

Map Action telah menerjunkan para ahli pemetaan ke lebih dari 100 bencana dan kedaruratan. Serta memberikan dukungan secara jarak jauh kepada tim yang merespon berbagai krisis sejak tahun 2003.

Pada tahun 1994 ketika terjadi perang Bosnia, para teknisi air menyadari bahwa mereka tidak memiliki peta untuk merencanakan dan mengoordinasikan pengiriman bantuan. 

Kemudian, muncul ide untuk membuat suatu tim yang mampu mendukung pemetaan. Penulis Amerika Earl Nightingale bersama dengan ayahnya mulai bekerja untuk mencari solusi bagi persoalan tersebut dan kemudian berdirilah Map Action beberapa tahun kemudian.

Dengan pengalaman dan pengetahuan yang mendalam mengenai berbagai aspek pengelolaan informasi pada saat kedaruratan untuk pekerjaan kemanusiaan, Map Action membantu berbagai organisasi dan pemerintah di seluruh dunia dalam upaya kesiapsiagaan dan merespon bencana.

Pada suatu kejadian bencana, peta memainkan peran yang sangat penting untuk mengetahui dampak bencana tersebut dan merencanakan respon yang terbaik bagi penyelamatan manusia. Kemudian, peta membantu mengurangi penderitaan dan mengurangi dampak jangka panjang. 

Map Action bekerja untuk memastikan, bahwa tim yang melakukan respon terhadap bencana  memiliki akses terhadap ketersediaan peta dan data yang diperlukan untuk mengorganisasikan penyelamatan dan bantuan. 

Tim dari Map Action dapat berada di lokasi bencana dalam waktu 24 hingga 48 jam.  Bahkan, sebelum sampai di suatu negara, mereka telah mulai mengumpulkan data dan informasi yang akan bermanfaat untuk membantu mengkoordinasikan respon.

Map Action terdiri dari 70 orang yang sangat terlatih dan relawan-relawan yang berdedikasi. Mereka didukung oleh grup yang lebih kecil dan para pendukung lainnya. Dalam pekerjaan sehari-hari para relawan tersebut bekerja di lapangan dari mulai Antartika untuk melakukan survei hingga penelitian zoologi. 

Para relawan tersebut bergabung dengan Map Action membawa keahlian dan pengalaman dalam bidang pemetaan, data science, dan GIS. Kemudian, mereka menerima pelatihan yang intensif untuk melengkapi keahliannya dengan keterampilan yang diperlukan untuk menciptakan peta kemanusiaan di lokasi bencana.

Pada masa-masa awal kedaruratan bencana, peta-peta yang dihasilkan membantu untuk mengidentifikasi area yang membutuhkan bantuan. Kemudian, area bencana dan juga berbagai hambatan seperti jalan yang rusak atau berisiko terjadinya longsor yang dapat mengganggu upaya pemberian bantuan.

Seiring dengan perubahan situasi di lapangan, Map Action membantu otoritas suatu bangsa, lembaga bantuan, dan juga tim kedaruratan memahami serta melakukan respon pada berbagai kebutuhan masyarakat terdampak yang cepat sekali berubah.

Map Action dipanggil untuk membantu melakukan proses pemetaan. Baik itu kejadian bencana yang terjadi secara cepat atau rapid onset seperti  angin topan, gempa bumi, banjir, dan tanah longsor. Serta untuk memberikan dukungan secara jangka panjang pada berbagai bencana yang kompleks seperti epidemik, konflik, dan pengungsi.

Sejauh ini, Map Action berperan dalam koordinasi bantuan internasional pada beberapa daerah yang mengalami bencana yang sangat serius. Seperti epidemi, Ebola, gempa bumi di Nepal dan Indonesia, perang di Irak, krisis pengungsi di Eropa, Afrika, Asia, dan Amerika, serta beberapa angin topan yang besar seperti badai Winston, Irma, Maria, Dorian, Hayyan, dan Idai.

Pada saat bekerja di lapangan, Map Action tidak pernah sendirian. Mereka terbuka dan mempunyai hubungan kerja sama jangka panjang dengan beberapa Mitra atau organisasi seperti PBB, NGO, dan juga Badan Penanggulangan Bencana di masing-masing lokasi. Mereka bekerja sama secara erat dengan para mitra untuk mengetahui apa sebenarnya informasi yang diperlukan.

Beberapa pengalaman Map Action di antaranya adalah saat membantu gempa bumi di Sulawesi.

Gempa itu memicu terjadinya tsunami dan juga likuifaksi. Atas request dari mitranya AHA Center, Map Action mengirim 4 orang anggotanya untuk memberikan dukungan. Mereka bekerja sebagai bagian dari ASEAN ERAT dan juga bersama dengan tim dari PBB

Kemudian dalam jangka waktu sebulan, Map Action membantu memastikan, bahwa peta situasi lapangan tersedia. Dari peta tersebut, para responden dapat secara efektif membuat perencanaan dan memprioritaskan dukungan.

Selanjutnya, peta-peta tersebut digunakan secara masif dan peta mengenai kerusakan bangunan membantu tim yang memberikan bantuan dan secara cepat memahami dampak dari bencana di berbagai lokasi.

Map Action bekerja di jantung perencanaan dan koordinasi. Saat respon mereka menyediakan informasi yang sangat penting dalam bentuk peta, dan juga pengelolaan informasi yang diperlukan oleh banyak institusi untuk memberikan bantuan di tempat-tempat yang paling membutuhkan. 

Contoh hasil pekerjaan Map Action adalah sebuah peta yang berisi gambaran dari udara yang dibuat oleh Map Action telah dicetak dan digunakan lebih dari 2.000 kali selama masa respon.


Sumber: GeospatialWorld

Leave a Reply