Categories
Penanggulangan Bencana

Menampilkan Risiko Banjir

Kenapa kita perlu dan bagaimana caranya mengomunikasikan risiko banjir?

Source: Wikimedia.org

Komunikasi yang efektif untuk menyampaikan risiko banjir memungkinkan masyarakat untuk dapat lebih memahami dan beradaptasi serta melakukan respon yang tepat. Hal itu dapat terjadi dengan mengenali berbagai perubahan yang terjadi di tingkat lokal. Dalam hal ini, tentu saja di daerah yang rawan atau berisiko tinggi terhadap terjadinya bencana banjir.

Mengomunikasikan risiko sangat penting dilakukan manakala sumber daya yang dimiliki terbatas. Selain itu, ketika respon daerah juga terbatas.

Komunikasi risiko yang tepat dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dan ketangguhan mereka pada kondisi yang tidak pasti seperti banjir di masa yang akan datang. Metode yang paling sering atau umum digunakan dan mudah diakses untuk mengomunikasikan risiko banjir adalah melalui visualisasi, seperti peta kejadian bencana banjir yang sudah disiapkan.

Namun, berbagai bukti menunjukkan banyak hal lain yang dapat kita lakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan menunjukkan kompleksitas risiko banjir kepada berbagai pihak.

Sebuah penelitian di jurnal Natural Hazard menunjukkan pengembangan visualisasi risiko banjir yang dilakukan di Inggris.  Penelitian tersebut menunjukkan berbagai hasil dari beberapa pertemuan yang dilakukan selama setahun ketika berbagai kebutuhan dan kriteria para pihak dibicarakan untuk mencapai suatu visualisasi risiko banjir yang efektif. Berbagai risiko tersebut dinilai atau dikaji melalui sebuah proses yang kreatif, dalam hal ini pertemuan atau workshop.

Para pihak yang terlibat dalam pertemuan di antaranya adalah Pemerintah Daerah atau pemerintah lokal,  institusi penanggulangan bencana atau mereka yang melakukan respon, warga yang berisiko atau yang terdampak, institusi lingkungan hidup, pemilik bisnis, dan yang paling penting adalah masyarakat.

Para pihak tersebut memerlukan beberapa hal yang berbeda atau yang spesifik dan perlu diperhatikan dalam penyusunan atau penyajian data mengenai risiko banjir. Misalnya saja kesederhanaan informasi, peta yang mampu menyajikan semua informasi sehingga menjadi satu informasi terpusat, berbagai macam visualisasi yang memungkinkan atau yang dilakukan pada data yang sama, kemudian peta yang berbeda untuk grup yang berbeda tergantung kepentingannya. Selain itu, diperlukan juga informasi mengenai terminologi atau istilah-istilah yang konsisten dan yang paling penting adalah mengintegrasikan pengetahuan lokal dalam masyarakat atau kearifan lokal.

Anda dapat membaca penelitian tersebut secara lengkap di tautan berikut ini.

Leave a Reply