Categories
Penanggulangan Bencana

Kebutuhan Logistik dan Ketersediaannya Saat Krisis

Kenapa persoalan logistik, ketersediaan, dan kebutuhannya selalu menjadi persoalan?

Pada saat krisis karena bencana baik alam maupun nonalam terjadi, maka logistik seringkali menjadi persoalan.

Permasalahan klasik tersebut adalah, logistik yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan.

Persoalan selanjutnya adalah, bahwa masyarakat terdampak berubah kebutuhannya setiap hari.

Menghadapi persoalan tersebut, maka diperlukan langkah-langkah tertentu untuk memenuhi kebutuhan logistik.

Pertama adalah dengan membuat data ketersediaan sumber daya yang dimiliki. Hal ini penting agar dapat dilakukan perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan sumber daya, sehingga jika bencana terjadi dapat segera diketahui apa sumber daya yang kurang dan masih dibutuhkan.

Kemudian disarankan semua pihak bekerja dalam sistem. Logistik pun sejatinya adalah sebuah sistem yang sangat kompleks.

Dalam sistem tersebut terdapat perkiraan kebutuhan, pemenuhan kebutuhan, pergudangan, pendistribusian dari gudang, hingga akhirnya diterima oleh mereka yang berhak.

Pendistribusian logistik menjadi tantangan yang paling sulit dari seluruh rantai pasokan logistik. Oleh sebab itu, sangatlah perlu diperhatikan kondisi dan wilayah geografi.

Informasi seperti ketersediaan bandara, pelabuhan, terminal, lokasi gudang, dan lokasi penerima menjadi sangat penting. Sebab, hal itu menentukan metode pengiriman logistik kepada masyarakat terdampak bencana.

Mari kita membayangkan sebuah kejadian bencana di wilayah Mentawai, sementara logistik yang diperlukan berada di Jakarta. Tentu membutuhkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan yang terpantau dengan baik agar logistik bisa sampai kepada yang berhak.

Nah, proses itu membutuhkan waktu, bukan? Terkadang waktu yang dibutuhkan sangat lama, sehingga terlambat memenuhi kebutuhan warga terdampak.

Oleh sebab itu, maka konsep preposisi menjadi sangat penting. Presposisi adalah menempatkan logistik di wilayah yang berdekatan dengan lokasi rawan bencana.

Misalnya Kabupaten A sangat rawan bencana letusan gunungapi, maka logistik dapat disiapkan di kabupaten tetangga, katakanlah Kabupaten B yang aman dari bencana tersebut.

Harapannya, ketika terjadi bencana, maka logistik dapat segera dikirimkan kepada masyarakat yang terdampak bencana dan tidak terjadi keterlambatan.

Sebagai bagian dari upaya penanggulangan bencana dan mendukung keberhasilannya, maka pengiriman logistik sangat penting. Tujuan dari pemenuhan kebutuhan logistik adalah untuk menolong sebanyak orang.

Namun, seperti sudah disebutkan di atas, pengelolaan logistik adalah satu sistem yang kompleks. Dalam kompleksitas tersebut, maka perlu dikaji kebutuhannya, pahami bahwa kebutuhan akan berubah, ubah rencana, dan komunikasikan kepada pihak yang memiliki otoritas.

Leave a Reply