Categories
Kiat (Tips) Manajemen

Mengelola Waktu dan Kebiasaan

Bagaimana cara mengelola waktu dan kebiasaan?

Dengan semakin banyaknya tugas, pekerjaan, dan tuntutan, tetapi waktu yang dimiliki sangat terbatas, maka banyak orang yang mempertimbangkan untuk belajar pengelolaan waktu atau time management.

Sayangnya, upaya tersebut mungkin akan berakhir sia-sia. Pasalnya, jam dinding, arloji, dan penunjuk waktu lainnya tetap ajeg bergerak dan tidak pernah melambat atau berhenti. Ya, kecuali habis baterai.

Tidak ada seorang pun di antara kita yang memperoleh tambahan waktu, entah itu satu menit atau pun sedetik. Dengan demikian, waktu tak bisa diatur ataupun dikelola.

Yang bisa kita atur sebenarnya adalah diri sendiri agar lebih produktif, mengelola pekerjaan, mengatur prioritas, dan lainnya. Namun, sekali lagi, jika kita mencoba mengatur waktu, maka tak peduli berapa pun lamanya memandangi jam dinding, tetap saja jarumnya akan bergerak menunjukkan waktu yang terus berjalan.

Namun, jika Anda masih juga penasaran metode untuk mengatur waktu dan diri sendiri, maka seperti ini kira-kira yang biasa digunakan dan disarankan:

  • Membuat daftar kerja atau To do list
  • Membuat prioritasi
  • Waktu yang tidak terganggu
  • Review mingguan
  • Daftar aksi
  • Berani berkata tidak
  • Mendelegasikan
  • Menerapkan prinsip pareto

Permasalahannya, meskipun Anda sudah paham berbagai teknik agar lebih produktif, pengelolaan waktu, dan pengelolaan tugas, serta berusaha menerapkannya, tetap saja jarang yang berhasil.

Tom Foster, dalam blognya menyampaikan bahwa bukan keinginan untuk mematuhi berbagai teknik pengelolaan itu yang membuat orang gagal.

Kegagalan, kata Tom, disebabkan karena orang-orang kurang atau tidak disiplin.

Disiplin mengajarkan kita untuk melakukan suatu hal berulang-ulang hingga menjadi suatu kebiasaan. Pada saat menjadi kebiasaan itulah, maka beragam teknik pengelolaan waktu, diri, dan kerja akan membuahkan hasil.

Intinya kurang lebih adalah, Orang lain bisa memberikan ilmu mengenai beragam teknik pengelolaan waktu, diri, dan pekerjaan. Namun, sesungguhnya hanya diri Anda sendiri yang dapat memproduksi kebiasaan.

Source: Management Blog by Tom Foster

Leave a Reply