Categories
Kepemimpinan

Lima Alasan Pemimpin Perlu Peduli pada Dirinya Sendiri

Kenapa seorang pemimpin perlu peduli pada dirinya sendiri?

Di pesawat, sebelum kita mengangkasa, seorang pramugari akan menyampaikan, “Saat keadaan darurat, pakai dulu masker oksigen Anda barulah memakaikan masker untuk orang lain.”

Di berbagai pelatihan search and rescue, atau pencarian dan pertolongan. Pelajaran pertama adalah tolonglah diri Anda sendiri terlebih dahulu, baru menolong orang lain.

Seorang pemimpin pun perlu menolong dirinya sendiri, sebelum dia mampu menolong orang lain. Anda perlu memberikan perhatian pada diri sendiri adalah langkah pertama untuk menjadi pemimpin yang sukses.

Robyn Ward, seorang pelatih kepemimpinan dalam artikel di Forbes menyampaikan lima kiat atau tips untuk menjadi pemimpin yang lebih baik.

Pertama adalah perhatian pada diri sendiri. Orang tidak meninggalkan perusahaan, tetapi dia meninggalkan para pemimpinnya. Oleh sebab itu, sebagai pemimpin, jika Anda tidak terlihat bergembira dan sehat, maka akan memengaruhi orang lain.

Perhatian pada diri sendiri adalah berbagai hal yang secara sadar Anda lakukan sepanjang hari. Ini sebuah paket lengkap, terdiri dari perhatian dari aspek fisik, mental, dan spiritual dalam diri Anda.

Kedua adalah kesadaran diri. Ini adalah kunci untuk menjadi pemimpin yang baik. Namun, proses ini tidak mudah, dan banyak zona tak terlihat (blind spot) bagi sebagian besar orang.

Sadar akan diri sendiri maknanya adalah mengetahui siapa diri kita dan bagaimana kita tampil di hadapan orang lain. Kemudian juga mengetahui apa kelebihan dan kelemahan kita. Ini adalah fondasi bagi sebuah otentisitas atau keaslian dan seringkali, keaslian mengarah pada kepercayaan.

Ketiga adalah Mengembangkan diri. Terima diri Anda apa adanya, tetapi selalu lihat celah untuk berubah dan berkembang. Seorang pemimpin hari ini tentu berbeda dengan pemimpin di masa yang akan datang.

Tentukan agenda dan capaian untuk diri Anda sendiri pada tahun-tahun yang akan datang. Disarankan pula untuk memiliki rekan kerja yang akan mengecek sebarapa jauh capaian dan pengembangan diri Anda.

Keempat adalah pengelolaan diri. Pada titik tertentu, bagaimana Anda hadir setiap hari lebih menentukan daripada kepintaran dan pengalaman Anda.

Anda bisa saja memiliki jutaan keterampilan, tetapi kalau tidak mampu menggunakannya, maka tidak akan terlalu banyak manfaatnya.

Pengelolaan diri terdiri dari dua hal, yaitu waktu dan perhatian. Robyn menyampaikan perlunya kita bekerja cerdas, bukan keras. Serta melakukan pengelolaan waktu dan juga pemikiran (mindset).

Kecerdasan emosional sama atau lebih penting daripada kecerdasan intelektual. Pemimpin yang baik menurut Robyn memiliki kecerdasan emosional yang tinggi.

Oleh karena itu, perlu dipikirkan bagaimana Anda mengelola pemikiran dan juga emosi, baik di tempat kerja dan rumah. Sedikit saran dari Robyn adalah dengan memanfaatkan journal, sehingga Anda lebih mampu menyentuh sisi emosional.

Kelima adalah melakukan refleksi diri. Menurut Harvard Business Review, orang yang meluangkan waktu 15 menit untuk melakukan refleksi di akhir hari akan 23% berkinerja lebih baik dalam sepuluh hari, daripada mereka yang tidak melakukan refleksi.

Robyn mengingatkan berapa banyak produktivitas yang hilang karena tidak melakukan refleksi. Anda pun menurutnya tidak hanya perlu melakukan refleksi terhadap apa yang sudah dilakukan, tetapi juga terhadap pemikiran dan perasaan.

Memimpin diri sendiri, pada awalnya memang tidak mudah. Namun, jika Anda tidak mampu memimpin dan percaya pada diri sendiri, orang lain pun akan sulit untuk melakukannya.

Leave a Reply