Categories
Kepemimpinan Manajemen

Enam Langkah untuk Perubahan Manajemen yang Efektif

Apa saja langkah-langkah untuk melakukan perubahan pada manajemen yang efektif?

Langkah Pertama adalah Mengidentifikasi dan Menentukan Kebutuhan Perubahan

Langkah ini diawali dengan melakukan analisis berbagai proses yang terjadi saat ini. Kemudian dilanjutkan dengan menentukan kebutuhan akan terjadinya suatu perubahan.

Setelah itu, diidentifikasi perubahan-perubahan yang diperlukan secara lengkap, termasuk berbagai pro dan kontra. Langkah pertama ini pun dilengkapi dengan analisis, identifikasi, dan mendokumentasikan kemungkinan dampak dari terjadinya suatu perubahan.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah membangun atau memilih suatu kasus untuk perubahan.

Langkah Kedua adalah Menyiapkan Perubahan-perubahan tersebut

Dalam langkah ini, beberapa hal perlu dilakukan, yaitu menyusun rencana komunikasi dengan pihak-pihak tertentu yang terkait dan pemimpin lainnya.

Kemudian menerima saran-saran melalui proses pertukaran pikiran (brainstorm). Di sini, perlu juga dijawab berbagai kekhawatiran dari pihak-pihak yang terkait. Harapannya dapat diperoleh komitmen dan keterlibatan berbagai pihak tersebut.

Langkah Ketiga adalah Memformulasikan Sebuah Rencana

Dalam langkah ini, disusun sebuah rencana yang tertulis. Kemudian dilakukan identifikasi sumber daya dan lini masa (timeline) dalam perencanaan tersebut.

Berbagai dukungan yang diperlukan pun perlu disusun, sehingga nantinya perubahan dapat dilakukan dengan lancar. Dukungan tersebut dapat terdiri dari sumber daya apa yang dibutuhkan dan di mana keberadaan sumber daya tersebut.

Masih dalam langkah ketiga ini adalah dengan melakukan komunikasi rencana perubahan tersebut kepada semua individu yang mungkin terdampak.

Langkah Keempat adalah Melakukan Eksekusi Perubahan yang Telah Direncanakan

Pada langkah ini diimplementasikan rencana langkah demi langkah yang diperlukan. Kemudian pemantauan dan pengendalian terhadap proses juga menjadi hal yang tidak dapat ditinggalkan.

Di sisi lain, berbagai dukungan yang diperlukan untuk melakukan perubahan perlu diberikan. Yang terakhir adalah dengan melakukan fasilitasi dan memimpin terjadinya perubahan.

Langkah Kelima adalah dengan Melakukan Pemantauan dan Pengelolaan Perubahan

Di langkah ini, tentu saja dilakukan pemantauan proses-proses perubahan. Selain itu, komunikasi dan dukungan terhadap perubahan terus menerus dilakukan.

Kemudian jika terjadi hambatan dan tantangan atau mungkin penolakan, maka perlu dilakukan pendampingan. Langkah ini ditutup dengan meyakinkan bahwa setiap perubahan-perubahan baru yang terjadi selalu didokumentasikan dan diikuti.

Langkah Keenam adalah Mengukur Kesuksesan dari Perubahan

Di sini perlu dibandingkan kondisi pada saat belum terjadi perubahan dan setelah perubahan berlangsung. Tindakan ini dilakukan untuk meyakinkan efektivitas dari suatu perubahan itu sendiri.

Apabila terjadi persoalan, maka permasalahan-permasalahan tersebut perlu diidentifikasi, didokumentasikan, dan dijawab.

Seringkali, perlu juga terjadi transisi kepemilikan atau para pelaku perubahan dari satu pihak kepada pihak yang lainnya. Proses ini pun perlu didokumentasikan.

Nah, jika perlu dan perubahan telah terjadi sesuai dengan yang diharapkan, maka sebuah perayaan pun halal hukumnya untuk dilakukan. Kemudian yang paling akhir adalah dengan mengidentifikasi berbagai pembelajaran (lessons learned) yang muncul dari terjadinya perubahan.

Leave a Reply