Categories
Kepemimpinan Manajemen

Ketika ‘Why’ Absen dan Pemimpin Besar

Apa yang bisa dilakukan oleh pemimpin ketika terjadi persoalan di suatu organisasi?

Simon Sinek dalam bukunya, ‘Start With Why’ menyampaikan bahwa, “Absennya ‘why’ atau alasan suatu institusi membuat keputusan penting sulit diambil.”

Kemudian saat ragu-ragu, kita berpaling pada ilmu pengetahuan dan data untuk membuat suatu keputusan.

Selanjutnya terdapat institusi yang berfokus pada apa yang mereka produksi dan bagaimana memproduksi hal itu didasari oleh kebutuhan dari para pelanggan.

Oleh sebab itu, mereka berfokus pada kualitas, layanan, harga, dan kelebihan-kelebihan lainnya. Semua parameter inilah yang disajikan oleh data.

Namun, dari upaya tersebut data yang ada juga menunjukkan, bahwa penjualan tidak meningkat secara signifikan. Pun demikian halnya dengan kesetiaan pelanggan yang tak tercipta justru saat perusahaan berusaha maksimal memenuhi keinginan pelanggan.

Dalam kondisi demikian, ‘Great Leaders’ hadir. Para pemimpin besar tersebut mampu melihat hal-hal yang tak terlihat oleh orang kebanyakan. Bahkan, mereka bisa melihat berbagai hal yang tak disajikan oleh data.

Mereka mampu memberikan berbagai hal yang sebelumnya tak pernah terpikirkan. Sebagai contoh, Steve Jobs yang memberikan kita telepon hanya dengan satu tombol. Padahal, saat itu Blackberry sedang merajai dengan tombol-tombolnya yang banyak.

Pemimpin besar percaya pada perasaannya, mereka memahami seni sebelum ilmu pengetahuan, memenangkan hati lebih dulu dibanding pikiran, dan memulai dengan ‘why’.

Leave a Reply