Narasi Pariwara

Arya Kamandanu dan Sakawuni di Pagi Hari

Foto koleksi: istimewa

Pagi belum lagi terang, tetapi Arya Kamandanu dan Sakawuni sudah berada di pendopo rumah. 

“Ayo, Sakawuni, kita segera berlatih olah kanuragan.” Kata Kamandanu kepada istrinya. 

“Baik, Kakang.” 

“Ah, tapi…. Kenapa kau masih pakai daster kelelawar itu?” 

“Emang kenapa, Kakang?”

“Memangnya kau bisa bergerak leluasa?” 

“Ah, iya. Kau benar, Kakang. Kalau begitu, sebentar aku ganti pakaian dulu.” 

Sebentar kemudian Sakawuni keluar dan sudah berganti pakaian.

“Aduh, istriku, kenapa kau malah pakai daster gandul begitu?” Kamandanu meminta penjelasan. 

“Aku hanya ingin menunjukkan padamu baju baruku, Kang.”

“Hmm… kau memang cantik, Wuni. Tapi, sepertinya itu kurang cocok.” 

“Baiklah, aku akan berganti pakaian lagi.” 

Tak berapa lama kemudian…. 

“Aduh, Kakang, ternyata aku belum beli yang model setelan celana pendek.” 

“Memang, di mana kau biasa membelinya? Segeralah kau pesan, agar kita bisa berlatih lagi.”

Di sini, Kakang, koleksinya bagus-bagus dan sesuai untuk berbagai keperluan.” 

Akhirnya, dua pasangan pendekar itu pun tak jadi berlatih ilmu kanuragan.

“Hmmm… kalau begitu, kau pakai saja terus daster gandul itu, Wuni. Soalnya kau terlihat cantik.” Kamandanu memandang istrinya penuh arti.

“Ahhh, Kakang.” Sakawuni hanya bisa tersipu-sipu sambil menundukkan pandangannya.

Tamat.

Leave a Reply