Kiat (Tips) Refleksi

Persepsi Kebahagiaan

“Kebahagiaan lebih ditentukan oleh pikiran seseorang daripada kondisi-kondisi eksternal.”

Pernahkah Anda menjumpai orang yang sukses luar biasa? Segala sesuatu di dunia ini dapat dibeli olehnya dengan sangat mudah.

Namun, lambat laun dia pun akan mulai merasa bosan. Kemudian dia pun sampai pada satu titik, bahwa kebahagiaannya saat sukses sama saja dengan tingkat kebahagiaannya sebelum sukses.

Kemudian ada lagi orang lain yang mengalami penderitaan. Memang, awalnya dia pun sedih dan kebingungan dan tidak bahagia.

Namun, seiring waktu, dia pun terbiasa dan bahkan lebih bahagia daripada sebelum penderitaan itu terjadi.

Dua ilustrasi di atas menunjukkan, bahwa sukses dapat menciptakan kebahagiaan sementara. Dan, begitu juga dengan penderitaan, akan memasuki tahap kesedihan dan depresi untuk sementara waktu.

Namun, cepat atau lambat tingkat kebahagiaan kita akan kembali seperti sedia kala, sebelum kesuksesan dan penderitaan itu terjadi.

Para psikolog menyebut proses ini sebagai adaptasi.

Pertanyaannya kemudian, apa sebenarnya yang menentukan tingkat kebahagiaan kita? Kemudian bagaimana memodifikasi dan meningkatkan kebahagiaan itu?

Para psikolog menyampaikan, bahwa berbagai tingkat kebahagiaan yang tampaknya disebabkan oleh faktor-faktor eksternal, sesungguhnya ada hal lain yang memengaruhi. Hal lain tersebut adalah faktor pikiran.

Faktor pikiran ini dapat mempertajam perasaan bahagia. Hal ini terjadi karena saat kita bahagia atau sedih, tak ada hubungannya dengan berbagai kondisi yang terjadi pada kita.

Namun, ini adalah fungsi dari cara kita untuk menerjemahkan situasi. Bagaimana kita dapat puas dengan kondisi yang saat ini dimiliki?

Pertanyaan selanjutnya adalah apakah hal yang membentuk persepsi dan tingkat kebahagiaan?

Dalai Lama dan Howard Cutler dalam bukunya ‘The Art of Happiness’ menyampaikan bahwa kepuasan kita sangat dipengaruhi oleh kecenderungan kita untuk membandingkan.

Leave a Reply