Narasi Pariwara

Lelaki Pelindung Putrinya

Koleksi foto: Istimewa

Terangnya lampu kota tak mampu menyembunyikan keletihan di wajah lelaki setengah baya yang baru saja pulang dari tempatnya bekerja.

Pikirannya masih mengembara pada peristiwa tadi pagi.

Di rumah, di beranda, ketika putri perempuan kesayangannya minta izin untuk pergi.

Putri itu, membuat hatinya berdesir sedih….

Pagi itu, putrinya mengenakan pakaian yang demikian terbuka. Lekak-lekuk tubuhnya terpampang nyata.

“Nduk, tak bisakah kau berganti pakaian?” Tanya lelaki itu.

“Emang kenapa, Yah?” Putri semata wayang itu bertanya manja.

Kemudian, lelaki perkasa itu menyampaikan berbagai macam alasan dan pengertian-pengertian.

Akhirnya….

“Baiklah, Yah, aku bersedia menuruti perintah Ayah.” Putri jelita itu pun menurut patuh.

“Ah, benarkah?” Lelaki itu masih tak percaya.

“Ya, Ayah, aku akan nurut, tetapi aku pingin tetap terlihat cantik jelita.” Gadis muda rupawan itu pun mengajukan syarat.

“Bahkan, aku ingin terlihat seperti putri-putri raja, Yah.” Makin aneh permintaan putrinya itu.

Kemudian….

Lelaki itu kini bingung tujuh keliling. Dia ingin memenuhi harapan dan melindungi putrinya.

Namun, dia tak punya cukup uang untuk memenuhi keinginan putrinya itu. Inilah yang kemudian membuat hatinya sedih.

Ah, seandainya saja, lelaki itu mengetahui bahwa di sini ada foto penuh dengan koleksi-koleksi batik yang sangat menarik dan cocok untuk putrinya.

Tamat!

Leave a Reply