Categories
Narasi Pariwara

Perempuan Bergincu Merah Muda

Apa yang terjadi pada perempuan bergincu merah muda itu?

Koleksi: Istimewa

Hujan di bulan Juni masih terus terjadi.

Perempuan bergincu merah muda itu menatap hujan dengan pandangannya yang sendu.

Lambat laun dia menunduk, rambutnya yang tadi tersampir di bahu kini menjuntai ke bawah.

Seperti ada beban berat menggelayut di bahu itu.

Perlahan-lahan kudekati perempuan itu. Mendengar langkahku, dia mendongakkan wajahnya.

“Ada apa, Non?” Tanyaku sok akrab.

“Ah, tak ada apa-apa, Mas.” Dia masih ragu-ragu bercerita.

Khawatir mengganggu waktunya, aku pun beranjak pergi.

Namun, belum jauh aku melangkah….

Perempuan itu memanggilku. Dan…. Aku pun berjalan mendekatinya.

“Mas, suamiku tak menyayangiku lagi.”

Dia mulai bercerita, terbata-bata.

“Hah, kenapa, kamu kan baik dan cantik?” Aku merasa heran mendengar ceritanya itu.

“Memang, Mas, tapi…. Dia ingin aku lebih seksih.” Perempuan bergincu merah muda itu menjawab sambil tertawa kecil, menggemaskan.

“Oh, hahaha…. Lalu, apa yang bisa kulakukan?” Tanyaku mencoba membantunya.

“Tahukah kamu, Mas, bagaimana caranya agar aku bisa memenuhi harapan suamiku itu?” Perempuan itu bertanya, seperti putus asa.

“Hmmm…. Apakah sudah kau coba cek di sini? Mungkin apa yang kau cari itu ada di sana, Non.”

Aku pun menunjukkan sebuah album foto penuh dengan koleksi-koleksi daster batik yang sangat menarik.

Tamat!

Leave a Reply