Categories
Diary

Genderang Perang untuk Kucing

Bagaimana sejarah panjang perseteruan saya dengan kucing?

Picture from Pexels by Gratisography

Saya tak pernah menyukai kucing karena setidaknya tiga sebab:

Pertama, mereka secara tidak sopan seringkali BAB di pot-pot bunga. Pohon pun doyong, ada yang tercerabut, tanah terserak, dan butiran-butiran e ok itu, iyuhhh….

Kedua, mereka bikin kotor kendaraan: jok motor untuk tempat tidur, sementara mobil sebagai pengganti tangga untuk naik ke genteng. Ada bekas cakaran di body mobil dan ada bekas iler atau cairan entah apa di jok motor yang iyuhhh….

Ketiga, inilah wujud kebiadaban dan ketidaksopanan kucing yang paling hakiki. Malam tadi, mereka melancarkan operasi senyap.

Setelah berhasil naik ke genteng dan kemudian menembus hambatan-hambatan seadanya yang dimaksudkan sebagai upaya pertahanan terakhir di pintu butulan, mereka pun merampas beberapa potong ayam yang ada di panci.

Sensasi yang ditimbulkan adalah seperti ada orang tak tahu adat yang merampas bakso terakhirmu di mangkok. You know, how it feels? Ye, kan?

Adakah di antara teman-teman yang memiliki strategi jitu untuk membalas perlakuan kucing kepada umat manusia secara anggun dan elegan?

Terima kasih.

Leave a Reply