Categories
Diary

Mengatasi Dilema Bekerja dari Rumah

Bagaimana Anda dan saya mengatasi dilema bekerja dari rumah?

Kemampuan bekerja cerdas, cepat, dan teliti benar-benar diuji saat mencoba bekerja dari rumah, ya kan?

Bagaimana tidak? Baru duduk sudah, “Pa…..”

Baru mau ketik-ketik, hujan turun…..

Baru mau telepon, eh…. listrik jeglek ahahaha…..

Piye kalau di tempatmu, Bro n Sis?

Dilema bekerja dari rumah memang tidak mudah untuk diselesaikan. Di satu sisi, kita ingin menyelesaikan pekerjaan. Namun, di sisi lain, tuntutan berbagai kondisi di rumah pun tak mudah untuk dihindari.

Saya ingin tahu, bagaimana Anda mengatasi dilema tersebut?

Uraian berikut ini menjabarkan cara saya mengatasi dilema saat bekerja di rumah.

Namun, sebelumnya izinkan saya bercerita.

Kemarin, saya membaca tulisan dari Tim Denning, Blogger dari Australia.

Dalam tulisan tersebut, Tim membagikan cara agar kita fokus. Singkat cerita, dia menyarankan kita mendengarkan Binaural Beats.

Secara singkat, Binaural Beats adalah suara musik yang diulang-ulang. Tak ada ketukan tertentu, tetapi nada yang tercipta dalam otak Anda sebagai hasil dari dua frekuensi yang dimainkan pada saat yang sama.

Binaural Beats, menurut Tim, dapat memberikan sensasi pada telinga Anda melalui suara-suara yang konstan. Selanjutnya suara-suara tersebut mencegah suara lain yang tidak perlu dan membantu otak kita fokus pada pekerjaan yang sedang dilakukan.

Anda dapat mendengarkan contoh Binaural Beats di sini:

Deep Focus Music – Binaural Beats Concentration Music, Study Music

'Greenred

Nah, meskipun mendengarkan Binaural Beats sangat bermanfaat. Namun, kadang saya sulit menerapkannya.

Sebab, Embun dan Bening, dua anak kembar saya itu, atau istri saya, Chinta, akan memanggil dan saya khawatir tidak mendengar panggilan mereka jika sibuk mendengarkan Binaural Beats.

Dalam kondisi tersebut, saya pun memiliki cara lain.

Cara tersebut adalah dengan memanfaatkan waktu-waktu singkat saat anak-anak tertidur. Namun, ini sulit dilakukan saat malam hari, karena mereka memiliki pola tidur larut malam.

Oleh sebab itu, pilihan saya satu-satunya adalah dengan bangun lebih awal sebelum anak-anak bangun. Kemudian saya melakukan berbagai pekerjaan yang perlu diselesaikan, termasuk kerja kreatif untuk menulis.

Baru-baru ini, saya menemukan cara lain. Beruntung sekali anak saya kembar, sehingga mereka sibuk bermain berdua.

Namun, jika saya jauh dan tidak kelihatan, mereka akan memanggil-manggil. Ada saja keperluan mereka.

Anehnya, jika saya dekat dengan mereka, tak ada lagi panggilan-panggilan itu dan mereka justru sibuk bermain sendiri atau menonton televisi.

Oleh sebab itu, saya pun memanfaatkan momen itu dengan baik. Saya angkut laptop dan peralatan kerja lainnya ke zona permainan mereka. Menemani dan mengawasi mereka bermain sambil bekerja.

Sepertinya cara ini dapat dilakukan…. Semoga.

Leave a Reply