Categories
Kepemimpinan

Lima Strategi untuk Memimpin Saat Tak Seharusnya Memimpin

Bagaimana caranya memimpin padahal posisi Anda sendiri bukan seorang pemimpin?

Photo by icon0.com from Pexels

Krisis yang terjadi di dunia pada saat ini karena pandemi Covid-19 telah menyebabkan berbagai penyesuaian.

Di Indonesia, Presiden Jokowi telah menyarankan masyarakat untuk bekerja di rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah.

Karena mekanisme tersebut, maka seringkali antara pemimpin dengan staf-nya tidak bertemu. Bahkan, terkadang tiba-tiba seorang staf harus memimpin.

Jika Anda tiba-tiba harus memimpin padahal posisi Anda sendiri bukan seorang pemimpin, maka lima cara berikut ini perlu menjadi perhatian.

Namun, sebelum itu perlu diingat, bahwa menjadi pemimpin yang baik tidak selalu ditentukan oleh posisi atau jabatan seseorang dalam sebuah organisasi.

Bahkan, para ahli kepemimpinan berpendapat bahwa penting sekali untuk memimpin, justru sebelum Anda memperoleh jabatan yang sebenarnya, seperti menjadi seorang manajer atau direktur.

Dengan kesadaran tersebut, maka berikut ini lima langkah yang dapat Anda tempuh untuk menjadi pemimpin saat posisi Anda bukan pemimpin sebenarnya.

1. Proaktif

Seorang pemimpin tidak perlu diberi tahu apa persoalan yang harus diselesaikan.

Dia melihat sekitar dan datang dengan menawarkan solusi.

2. Memberikan Motivasi

Anda tak perlu menunggu mendapatkan jabatan sebagai seorang pemimpin untuk memberikan inspirasi di tempat kerja.

Doronglah rekan kerja dengan selalu antusias untuk bekerja sama dan mendukung mereka.

3. Lihat Lebih Jauh

Menjadi pemimpin artinya perlu melihat jauh di luar tugas dan fungsi Anda sendiri.

Para pemimpin besar itu tak pernah mengatakan, “Itu bukan tugas saya.”

Para pemimpin tersebut bersedia meluaskan jangkauan tugas-tugasnya di luar yang menjadi kewajibannya dalam sebuah organisasi.

4. Mengenali Peran Orang Lain

Anda memberikan kredit atau penghargaan kepada orang lain, meskipun sangat menyenangkan untuk memperoleh semua penghargaan atas tugas-tugas yang berhasil Anda kerjakan.

Pemimpin yang baik tahu, bahwa memberikan penghargaan kepada orang lain akan meningkatkan kredibilitas dirinya sendiri.

Namun, yang lebih penting, hal itu menunjukkan dirinya selalu berniat baik dan tidak egois.

5. Berbagi Pengetahuan

Pemimpin yang baik tak pernah malu untuk berbagi pengetahuan.

Anda perlu maju ke depan sebagai seorang ahli yang bersedia untuk memandu orang lain.

Leave a Reply