Categories
Kiat (Tips)

Keinginan Kita untuk Diterima

Apa alasan yang membuat kita dan perusahaan terhubung, bahkan hingga membentuk komunitas?

Community in Action from Pexels

“Keinginan untuk diterima adalah keinginan dasar manusia.” Kata Simon Sinek dalam bukunya ‘Start With Why’.

Keinginan kita untuk diterima adalah perasaan yang timbul ketika orang-orang di sekitar kita berbagi nilai-nilai dan kepercayaan yang sama

Saat kita sudah merasa diterima, maka kita pun akan merasa terhubung dan aman.

Pernahkah Anda tiba di suatu kota dan bertemu dengan seseorang dari kampung halaman?

Anda tahu orang tersebut karena logatnya saat dia bicara, pakaian yang dikenakan, atau ciri-ciri lainnya.

Saat bertemu orang tersebut, seketika Anda merasa terhubung.

Keinginan untuk diterima tersebut sangat kuat, sehingga kita tidak ragu-ragu untuk mengeluarkan uang, waktu, dan tenaga.

Semua itu kita lakukan agar diterima.

Bagi perusahaan, maka perasaan diterima juga penting dimiliki oleh para konsumennya.

Namun, untuk mendapatkan kepercayaan tersebut, maka sebuah perusahaan perlu mengkomunikasikan alasan atau tujuan atau ‘why’ dari perusahaan tersebut.

Komunikasi mengenai alasan perusahaan tersebut haruslah dilakukan dengan jelas.

Tujuannya adalah untuk meraih kepercayaan dari para pelanggan atau konsumennya.

Jika sebuah perusahaan berhasil mengomunikasikan alasan-alasannya, kemudian kita mempercayai alasan-alasan mereka, maka kemudian kita tak akan ragu untuk menghabiskan uang, waktu, dan tenaga untuk mendapatkan produk-produk dari perusahaan tersebut.

Lambat laun, bahkan produk-produk dari perusahaan tersebut menjadi bagian dari hidup kita.

Perusahaan tersebut menjadi simbol dari berbagai nilai yang kita percaya.

Dengan membeli dan kemudian menggunakan produk dari perusahaan tersebut membuat kita merasa menjadi bagian dari suatu komunitas. Kita merasa diterima di komunitas tersebut.

Klub-klub motor, misalnya, tidak dibentuk oleh perusahaan tetapi para konsumen yang membeli produk-produk dari perusahaan tersebut.

Oleh karena itu, sekarang ini kita mengenal klub penggemar Harley Davidson, klub pemakai produk-produk Apple, klub yang kalau tidak Samsung tidak pakai, dan lainnya.

Para konsumen tersebut sebenarnya tidak peduli perusahaan-perusahaan tersebut dan produk-produk mereka.

Mereka sejatinya hanya peduli pada dirinya sendiri, mereka sebenarnya hanya memenuhi keinginan untuk diterima.

Demikianlah sedikit uraian tentang perasaan ingin diterima. Semoga dengan memahami hal ini, dapat membantu berbagai usaha atau perusahaan Anda.

Sumber gambar dari Pexels

Leave a Reply