Kiat (Tips)

Dale Carnagie: Jurus Rahasia untuk Menaklukkan Orang Lain

Satu-satunya cara untuk membuat seseorang melakukan berbagai hal adalah dengan memberikan orang tersebut apa yang diinginkannya.

Menurut Sigmund Freud, apapun yang Anda dan saya lakukan bersumber dari dua motif utama, yaitu dorongan seksual dan gairah untuk menjadi besar.

Sementara menurut John Dewey, seorang filsuf, dorongan terbesar umat manusia adalah gairah untuk menjadi penting.

Beberapa hal yang sangat diinginkan orang adalah:

  1. Kesehatan dan keberlanjutan hidup
  2. Makanan
  3. Tidur
  4. Uang dan benda-benda yang dapat dibelinya
  5. Kehidupan akhirat
  6. Gratifikasi seksual
  7. Kesejahteraan anak-anak kita
  8. Perasaan penting atau dipentingkan.

Presiden Lincoln suatu ketika bilang, “Setiap orang menyukai pujian.” Sementara William James berkata, “Prinsip dasar umat manusia adalah mendambakan untuk diapresiasi.”

Orang seringkali kehilangan akal untuk mendapatkan simpati dan perhatian, serta memperoleh perasaan penting.

Mereka yang gila justru mendapatkan perasaan penting dalam kegilaannya. Suatu hal yang justru tidak didapatkan mereka dalam dunia realitas yang sadar.

Adalah seorang wanita yang pernikahannya menjadi tragedi. Dia mendambakan cinta, anak, kebanggaan di antara tetangga, dan lainnya.

Namun, kehidupan tak berjalan mulus untuknya. Suaminya tak cinta pada wanita itu. Dia menolak untuk sekadar makan bersama. Mereka tak punya anak. Wanita itu pun menderita dan akhirnya menjadi gila.

Di tengah kegilaannya itulah dia kini merasa bahagia. Dia mempercayai memiliki pernikahan bahagia dengan seorang bangsawan dan panggilannya pun Nyonya.

Dia juga merasa memiliki seorang anak yang lucu. Dia mengaku melahirkan seorang anak setiap malam.

Jika seorang manusia begitu mendambakan perasaan dihormati dan penting itu hingga gila, bayangkan keajaiban seperti apa yang dapat Anda peroleh jika memberikan penghormatan dan mementingkan orang tersebut?

Charles Schwab, Presiden perusahaan baja di tahun 1930-an menerima gaji yang sangat tinggi dari bosnya. Dia memperoleh gaji tersebut bukan karena kemampuannya dalam mengembangkan perusahaan atau pengetahuannya tentang baja.

Charles memperoleh bayaran yang tinggi karena kemampuanya dalam mengelola atau berurusan dengan orang. Bagaimana Charles melakukan hal itu?

“Alasannya, saya kira, karena kemampuan saya dalam memperoleh antusiasme di antara anak buah saya.” Kata Charles. “Cara untuk membangun performa dari seseorang adalah dengan memberikan apresiasi dan dorongan.” Lanjutnya.

Menurut Charles, tidak ada hal yang membunuh ambisi seseorang daripada kritik dari bosnya. Charles mengaku tidak pernah mengkritik siapa pun.

“Saya senang memberi dorongan kepada orang untuk bekerja dengan baik. Saya pun suka memberikan pujian, tetapi segan menemukan kesalahan. Jika menyukai sesuatu, saya tulus dalam memberikan persetujuan dan berlebihan dalam memberikan pujian.” Pungkas Charles.

Seringkali kepada orang-orang terdekat kita juga lupa memberikan pujian dan apresiasi. Kita biasa menyediakan nasi, lauk, dan minuman untuk energi, tetapi seringkali lupa menyampaikan kata-kata yang manis dan memberikan apresiasi.

Padahal pujian dan apresiasi tersebut akan terus dikenang, hingga seperti musik kegemaran.

Namun, dalam memberikan apresiasi, kita perlu berhati-hati agar tidak memberikan sanjungan yang kosong. Sebab, sanjungan semacam itu hanyalah omong kosong. Suatu ketika, sanjungan yang kosong justru akan membuat Anda berada dalam persoalan saat menyampaikannya ke orang lain.

Apa perbedaan antara apresiasi dan sanjungan? Satu hal jujur dan satu lagi palsu. Satu langsung dari hati, satu lagi hanya di mulut. Satu tidak egois, satu lagi egois. Satu dihargai oleh semua orang, satu lagi dibenci oleh semua orang.

Bahkan, ada ujaran yang menyatakan, “Jangan takut pada musuh yang menyerbu, tetapi takutlah pada kawan yang menyangjungmu.”

Sanjungan adalah menyampaikan kepada orang lain, hal yang benar-benar ingin didengar oleh orang itu. 

Apresiasi dan dorongan adalah makanan bagi jiwa. Apresiasi yang jujur menghasilkan kinerja yang maksimal, ketika kritik dan umpatan gagal mewujudkannya.

Jujurlah dalam persetujuan Anda dan murah hatilah dalam memberikan pujian. Orang pun akan mengingat Anda dan menjadikannya harta yang tak ternilai dan akan terus dikenang sepanjang masa.

Baca buah pikir Dale Carnagie lainnya di blog ini, sebagai berikut:
1. Seni Memberikan Kritik

Leave a Reply