Diary

Diary: Kamis, 16 April 2020

Saya kira tantangan terbesar untuk melewati hari-hari di rumah sambil mencoba bekerja, belajar, dan beribadah adalah menjaga emosi tetap stabil.

Saat ini, semua orang sudah tertekan: Bapak tidak bisa bekerja dengan normal, Ibu terbebani oleh PR anak dari sekolah, dan anak-anak sudah ingin bermain dengan teman-temannya.

Rupanya, berada di rumah terlalu lama juga menjadi tantangan tersendiri.

Boleh jadi Anda sudah mengalami: emosi yang mudah tersulut, tekanan karena persoalan keuangan, kebosanan yang melanda, hingga berbagai hal yang dirasa begitu monoton.

Bahkan, mungkin Anda pun mulai menyalahkan waktu yang dirasa berjalan terlampau lambat.

Oya, apakah ada yang sudah mengalami peningkatan berat badan? Hahaha.

Berikut ini beberapa hal yang saya lakukan untuk mengisi hari-hari di rumah saat tidak mencoba mengerjakan pekerjaan kantor atau melakukan meeting secara virtual.

Kembali Sibuk dengan Tanaman

Saya mulai kembali kesibukan menaburkan benih, membongkar pasang pot dengan menata ulang media tanam, menata letak, memotong ranting, hingga mencoba membuat pupuk kompos, dan membeli tanaman baru.

Di Jepang, ada satu praktik yang dinamakan Shinrin-Yoku. Shinrin berarti hutan dan Yoku berarti mandi, arti harfiahnya Mandi Hutan.

Shinrin Yoku bermakna mandi dalam atmosfer hutan, atau merasakan hutan melalui lima panca indera kita.

Shinrin Yoku sederhananya berada di alam dan terhubung dengan alam melalui indera penglihatan, pendengaran, perasa, penciuman, dan sentuhan. Berbagai indera tersebut menjadi semacam jembatan antara  kita dengan alam.

Menurut Dr. Qing Li, penulis dari Buku ‘Forest Bathing: How Trees Can Help you Find Health and Happiness’ manfaat dari mandi hutan di antaranya adalah menimbulkan perasaan nyaman, meringankan stres dan khawatir, merasa relax dan berpikir lebih jernih.

“Terhubung dengan alam dapat mengembalikan semangat kita, energi, vitalitas, menyegarkan diri kita.” Kata Dr. Qing Li.

Saya tahu, bercocok tanam tentu tak bisa disamakan dengan mandi hutan. Namun, setidaknya juga menjadi salah satu metode untuk terhubung dengan alam.

Selain itu, mengamati pohon tumbuh dari benih, cabang muncul dari ranting yang dipotong, daun tumbuh, dan lain-lain itu sungguh melatih kesabaran. Cobalah kalau Anda tak percaya, haha.

Sibuk Belajar

Saat anak-anak sibuk belajar, saya ikut sibuk menemani mereka. Meskipun mereka dan saya akhirnya lebih sering bertengkar daripada belajarnya.

Btw, ada yang tahu cara cepat menghapal? Saya sudah kesulitan dan anak-anak juga sulit diajak berkonsentrasi saat menghapal, hahaha.

Namun, ketika anak-anak bermain, saya tak selalu ikut. Beruntunglah mereka anak kembar, sehingga bisa bermain dan sibuk berdua.

Pada saat itu, maka saya membaca buku-buku yang lama atau ada juga yang saya beli baru. Saya membaca secara simultan beberapa buku. Jika ada yang menarik, maka saya jadikan konten di Blog atau dibagikan di Facebook.

Mendengarkan Podcast

Ini baru saja saya lakukan, yaitu mendengarkan kembali siaran sandiwara radio Tutur Tinular dan berbagai pelajaran dari Tung Desem Waringin via Spotify.

Saya tertarik mendengarkan Pak Tung saat mengetahui beliau positif COVID-19. Di Instagramnya, saya mengetahui, bahwa beliau adalah salah seorang pasien yang sangat gembira.

Kepercayaannya, bahwa hati yang gembira adalah obat dilaksanakan dengan penuh keyakinan. Akhirnya seperti kita ketahui dalam perawatannya Pak Tung menyanyi, tertawa, menyapa para tenaga kesehatan, dan lainnya. Syukurlah, sekarang Pak Tung sudah sembuh dan hasil tes menunjukkan negatif COVID-19. Selamat Pak Tung.

Setelah melihat dan follow instagramnya, saya pun mulai mendengarkan channel Pak Tung di Spotify. Tak membutuhkan waktu lama, saya pun membeli salah satu bukunya dan sekarang sedang mulai membaca.

Itulah, teman-teman, tiga hal yang saya lakukan untuk mengisi hari-hari di rumah saja.

Mampu melakukan tiga hal tersebut sudah membuat saya merasa sangat beruntung dan bersyukur. Saya mohon maaf dan mohon izin menuliskan hal-hal tersebut, sekadar berbagi pengalaman, barangkali ada kawan lain yang memerlukan ide untuk mengisi hari-harinya. 

Saya tahu banyak saudara kita yang saat ini mengalami berbagai kesulitan.

Saya mendoakan untuk sahabat-sahabat yang mengalami kesulitan hari-hari ini agar dapat segera mendapatkan berbagai kemudahan. 

Marilah bagi yang memungkinkan di rumah saja kita betul-betul melakukan hal itu, agar badai ini dapat segera berlalu.

Terima kasih sudah membaca dan akan senang sekali jika Anda berkenan untuk berbagi apa yang dilakukan saat di rumah saja.

Leave a Reply