Penanggulangan Bencana: Mempraktikkan Call Tree

Setelah Gempa dengan M 6,9 yang terjadi pada Jumat malam (02/08), pukul 19.03 di Barat Daya – Sumur, Banten, saya melakukan Call Tree. Praktik Call Tree adalah jejaring komunikasi manakala terjadi krisis.

Saya mendapatkan dan mempraktikkan Call Tree dari pelatihan ACE Programme yang sedang berlangsung dan diselenggarakan oleh AHA Centre.

Mekanisme Call Tree adalah sebagai berikut:

  1. Saya menerima perintah untuk melakukan Call Tree (baik test atau tidak) dari koordinator pelatihan.
  2. Selanjutnya, saya meneruskan kepada anggota, yaitu empat orang lain dari Thailand, Myanmar, Kamboja, dan Vietnam.
  3. Anggota harus membalas dalam jangka waktu 5 menit.
  4. Setelah menerima respon dari anggota, maka saya melaporkan lagi ke koordinator pelatihan. Siapa yang memberikan dan tidak memberikan respon.

Dengan demikian, kita akan mengetahui bagaimana kondisi anggota dan personil.

Saya mencoba Call Tree di berbagai grup percakapan WhatsApp. Sebagian besar memberikan respon positif, meskipun ada pula yang masih menanggapinya dengan bercanda.

Di Facebook, saya juga mencoba melakukan Call Tree, meskipun tanggapannya kurang jika dibandingkan di WhatsApp. Begitu pun di Twitter, saya juga melakukan Call Tree, tetapi belum banyak yang merespon.

Kendati demikian, ke depan saya akan terus mencoba untuk melakukan Call Tree setiap kali krisis terjadi. Sebab, kita tidak pernah tahu kondisi orang-orang terdekat, rekan kantor, atau anggota tim kita setelah terjadinya suatu krisis.

Semoga menjadi praktik baik ke depannya. Terima kasih sekali lagi kepada berbagai pihak yang Sudan berkenan berpartisipasi. Semoga kita semakin tangguh menghadapi bencana.

Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: