Penanggulangan Bencana: Kerugian Akibat Bencana

Indonesia berpotensi kehilangan hingga Rp 405 triliun karena ancaman sejumlah bencana.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, gempa di Indonesia bisa berpotensi bisa melenyapkan 3 persen GDP (Gross Domestic Bruto), sekitar US$30 miliar atau setara Rp 405 triliun.

Tsunami di Aceh, pada 2004 menelan biaya US$ 4,5 miliar. Saat Yogyakarta diguncang gempa, provinsi itu kehilangan 30 persen GDP-nya.

Sri Mulyani mengatakan, bencana alam dapat menghambat laju pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan.

Daerah-daerah di Indonesia, sangat kental dengan bencana. Rata-rata indeks bencana nasional mencapai 156,3 persen. Sedangkan indeks risiko bencana yang diukur dari 136 kabupaten/kota lebih tinggi, 169,5 persen.

Oleh sebab itu, menurut Sri Mulyani, siapapun gubernur atau presidennya, akan menghadapi kenyataan Indonesia memiliki risiko bencana alam yang tinggi.

Jalan yang harus ditempuh bukan menghindari bencana, namun menurunkan risiko akibat bencana. “Ini perlu kerja bersama, tidak mungkin ada di satu Kementerian atau daerah (saja),” tutur Sri Mulyani.

Maka, Sri meminta pemerintah daerah memaksimalkan penggunaan anggaran dalam menanggulangi bencana. Perencanaan pembangunan infrastruktur juga harus memasukkan faktor mitigasi risiko bencana alam.

“Kita harus hidup dengan memasukkan potensi risiko ini hadir di negara ini dan bagaimana mendesain program pembangunan yang resilient (kuat dan lentur),” kata dia

Sumber: Beritagar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: