Penanggulangan Bencana: 7 Peran Media Sosial dalam Penanggulangan Bencana

Pada saat krisis terjadi karena suatu peristiwa bencana, maka media sosial berperan penting. Media sosial yang dimaksud adalah blog, pesan singkat, Facebook, Twitter, Wikipedia, WhatsApp, dan lainnya. 

Dalam situasi krisis, media sosial tersebut dimanfaatkan setidaknya untuk tujuh hal, yaitu: 

  1. Mendengarkan perdebatan/diskusi yang sedang diperbincangkan oleh masyarakat. 
  2. Memantau situasi. 
  3. Memperluas respon kedaruratan dan pengelolaannya. 
  4. Kolaborasi dan kerja sama. 
  5. Meningkatkan ikatan sosial. 
  6. Meningkatkan kesadaran, termasuk dalam hal donasi. 
  7. Mempertajam penelitian.

Sayangnya, media sosial juga memiliki beberapa hal negatif dalam peruntukannya:

  1. Penyebarluasan hoaks dan rumor. 
  2. Ketidakpercayaan kepada pemerintah. 
  3. Mempromosikan serangan atau aksi terorisme.

Melihat manfaat dan risiko penyalahgunaan media sosial tersebut di atas, maka perlu kode etik pemanfaatan media sosial dalam situasi krisis/bencana. 

Selain itu, fenomena pemanfaatan media sosial dalam situasi krisis juga menandai timbulnya era baru. 

Oleh sebab itu, pengambil kebijakan dan para pemimpin harus mengadaptasi praktik dan cara bekerja mereka sesuai dengan tantangan dan potensi perkembangan pemanfaatan media sosial ini. Kemudian, para pemimpin juga perlu memastikan kode etik dalam ber-sosial media dilaksanakan dan tidak disalahgunakan ketika krisis dan kedaruratan terjadi. 

Sumber: Social Media in Disaster Risk Reduction and Crisis Management (Alexander, D.E. Sci Eng Ethics (2014) 20: 717. https://doi.org/10.1007/s11948-013-9502-z)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top
%d bloggers like this: